Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 40


__ADS_3

Libra menatap tempat yang menjadi basecamp-nya dahulu. Rupanya tempat itu masih ada dan berdiri utuh seperti beberapa tahun yang lalu di saat dirinya masih menjadi ketua geng. Ia merindukan masa-masa tersebut tapi ia sama sekali tidak ingin mengulangi masa itu. Libra berharap bahwa teman-temannya juga bisa mendapatkan masa depan yang baik dan tidak terlalu berlarut-larut dengan kebahagiaan yang hanya semata.


Ia melangkah lebih dalam lagi ke dalam basecamp tersebut. Rupanya geng itu masih berdiri utuh dan Libra melihat jika di dalam basecamp ada orang. Itu artinya mereka masih setia dengan geng itu. Padahal Libra sangat berharap jika ada saatnya mereka sadar. Tapi sebagai orang hidup bebas di jalanan ia memaklumi pilihan teman-temannya tersebut dan tidak menghakiminya. Paling tidak ia akan bertemu dengan mereka dan mengobrol santai.


Libra menatap ke arah orang-orang yang belum menyadari kedatangannya tersebut. Melihat Moran yang sudah semakin dewasa dan juga Venus yang mulai berkumis serta Oscar yang mulai terlihat kurus tidak segemuk kemarin membuat dirinya menyunggingkan senyum. Mereka semua adalah teman seperjuangan libera yang tidak akan pernah ia lupakan Karena jasa-jasa mereka semua cukup berarti pada kehidupannya yang sempat hilang arah.


Walaupun ia mengambil tindakan yang salah tapi setidaknya Mereka ada di sisinya pada saat itu meskipun sekarang mereka tidak pernah mencarinya lagi. Lagi pula Libra juga sibuk dengan kegiatan di kantornya hingga ia tidak bisa menemui teman-temannya walaupun hanya sekedar meminta maaf.


Ketika ia telah dibebaskan dari penjara ia pun langsung dibawa ke luar negeri untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghandle perusahaan ayahnya yang akan ia wariskan kepada Libra. Semenjak saat itu pula lah ketika Libra telah berhasil mencapai semuanya ia diperkenalkan kepada publik bahwa ia adalah salah satu penerus dari keluarganya.


Semua orang cukup terkejut apalagi orang-orang yang sempat mengenal Libra. Mereka tidak menyangka bahwa Libra adalah anak dari orang kaya namun berbeda dengan teman-temannya tersebut yang pernah satu geng dengan dirinya tidak merasa haram pada saat orang tua Libra mengenalkan pria itu kepada publik. Mereka malah membenci Libra karena beranggapan bahwa Libra tidak pernah peduli lagi kepada mereka.


Itulah yang diterkam oleh Libra dan setengahnya mungkin benar-benar fakta. Melihat tawa keras mereka yang seperti tidak ada beban sekali mengingatkan Libra bagaimana ia juga dulu berada di tengah-tengah anggota geng tersebut. Ia masih berdiri di depan tanpa berani menyapa. Mendengar cerita random yang diceritakan oleh anak-anak membuatnya mengingat kembali bagaimana para lelaki juga suka menggibah.


“Libra!” Libra yang sedang fokus memperhatikan mereka semua terkejut pada saat mendengar ada salah satu orang yang memanggil namanya. Karena panggilan dari orang tersebutlah membuat orang mengalihkan perhatian ke arah Libra dan mereka semua terlihat memang sok melihat keberadaan Libra yang cukup mengejutkan karena datang secara tiba-tiba.


Awalnya tidak ada yang peduli sama sekali dan langsung mengalihkan perhatian mereka. Mungkin Libra sudah tidak dianggap lagi geng mereka. Permasalahan lama masih saja diungkit-ungkit, tidak ada yang berbicara sama sekali hingga akhirnya Moran pun menghampiri Libra dan merangkul pundak laki-laki tersebut.


“Gue dengar-dengar katanya lo udah sukses. Selamat bro, gue nggak pernah nyangka kalau lu bakal sesukses ini sekarang. Gue pikir kita bakal selamanya hidup di jalanan.” Meskipun ucapan tersebut terdengar sangat tulus tapi sesungguhnya berbeda dengan hatinya yang sedikit merasa sedih karena melihat temannya ini telah sukses dan sementara ia masih begini-gini saja dan tidak memiliki pekerjaan yang tetap.


Moran pun menepuk pundak Libra sebagai bentuk persahabatan mereka yang tidak akan pernah putus walaupun beberapa masalah mencoba untuk memisahkan Libra dengan persahabatan tersebut.


Moran memandang ke arah teman-temannya yang sama sekali tidak ada menyapa kedatangan Libra padahal pria itu cukup berjasa bagi geng Parsel. Tentunya tidak ada yang tidak mengenal Libra serta apa yang telah ia lakukan kepada gen tersebut.


“kenapa? Nggak ada yang mau nyambut kedatangan Libra? Serius ko semua? Ini adalah teman kita, sohib kita. Walaupun dia yang membuat kita masuk ke penjara beberapa kali tapi dia jugalah yang membuat kita keluar dari penjara itu. Lo semua mau mengabaikan semua jasa-jasanya dia? Kalian gak menolak fakta kan kalau sebenarnya geng ini juga didirikan oleh Libra!” ucap orang seraya menunjuk ke arah Libra.


Mendengar Moran yang mencoba membelanya di depan banyak orang membuat Libra merasa tidak enak kepada pria itu. Ia pun berbisik kepada Moran untuk menghentikan omong kosong pria itu yang mencoba membelanya.

__ADS_1


“sudahlah Moran, lo nggak seharusnya ngelakuin itu ke gue. Semua orang juga tahu kalau gue yang selalu bawa masalah ke game kita sehingga kalian juga terseret ke dalam masalah itu.”


“Kita nggak marah sama sekali sama lo, tapi kita kecewa karena lo nggak mau ceritain apa ya sebenarnya terjadi antara lo dan Delon. Kenapa lu nggak mau cerita? Why? Kita ini satu geng bro!!” ucap Venus mengungkapkan kekecewaannya yang sudah lama ia pendam. Ia sudah menunggu waktu yang cukup lama untuk mengatakan ini dan akhirnya hari ini ia bisa mengatakannya dengan lantang di depan pria itu.


Libra menarik nafas panjang dan menganggukkan kepalanya. Ia tahu apa yang ia lakukan tersebut salah dan membuat teman-temannya salah paham kepada dirinya.


“Gue minta maaf untuk itu. Gue emang nggak bisa cerita pada saat itu karena masalahnya nggak sesederhana itu. Tapi hari ini gue bakal mengatakan apa yang sebenarnya terjadi hingga gue memukul Delon.” Libra mengenal ludahnya dan seakan bebannya jika menceritakan itu semua kepada teman-temannya hilang begitu saja.


Mungkin rahasia inilah yang membuat ia berpisah dengan teman-temannya dan berjalan di kesalahpahaman yang cukup lama. Mereka semua saling memandang dan masih menatap Libra dengan pandangan yang tidak bersahabat tapi mereka ingin mendengarkan cerita yang sesungguhnya dari pria tersebut.


Moran pun tersenyum. Bertahun-tahun hanya dirinya lah yang masih percaya dengan Libra tapi tidak memiliki keberanian untuk bertemu dengan pria itu. Ia tahu bagaimana keluarga Libra yang super power dan sudah pastinya mereka akan melarang kedatangan dirinya Sebab ia mengetahui bahwa Libra diambil kembali oleh keluarganya untuk diasah bakatnya sebagai penerus perusahaan milik ayahnya.


“Gue senang lo mau cerita. Tapi kalau misalnya lo butuh privasi juga nggak apa-apa,”nasehat Moran sebelum pria itu terlanjur menceritakannya sesungguhnya kepada mereka semua dengan berakhir menyesalinya.


Libra sangat yakin untuk menceritakan yang sebenarnya kepada teman-temannya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang terus berlanjut. Libra juga sekalian berharap bahwa mereka bisa memaafkannya setelah mengatakan yang sejujurnya.


Memang mulut Delon tidak pernah di sekolah kan. Pria itu memang pantas mendapatkan pukulan beberapa kali dari Libra hingga wajahnya bonyok.


“Tapi gue denger-denger karena itu pula Lo putus ya dengan Jasmine? Gimana kabarnya jasmine?”


Libra tidak menyangka bahwa pembicaraan tersebut tetap akan mengarah kepada Jasmine. Padahal ia sudah menghindari pembicaraan itu sebisa mungkin dan tak menyangka bagaimana pun ialaro dari topik tentang Jasmine pasti mereka semua akan bertanya kepada dirinya.


Libra menggelengkan kepalanya dan memang tidak mengetahui bagaimana kabar Jasmine sekarang karena ia tidak pernah bertemu wanita itu lagi dan bahkan semua sosmednya pun sudah tidak aktif lagi seakan-akan wanita itu telah hilang ditelan bumi.


“gue nggak tahu tentang dia. Dan juga nggak mau ngebahas tentang dia. Cukup melupakannya saja yang udah bita gue tersiksa dan gue gak mau lagi memikirkan gimana sakit hatinya gue saat berusaha melupakan dia.” Semua orang cukup prihatin dengan kisah cinta Libra. Tapi ada juga sebagian yang benar-benar berharap bahwa Libra bisa mendapatkan kebahagiaan mengenai kisah percintaan.


“Gimana dengan Olga? Gue gak ngeliat dia.”

__ADS_1


“Dia adalah orang yang paling ngebenci lo.” Libra pun terkekeh dan hanya bisa menundukkan kepalanya merasa sangat berhasalah kepada Olga.


Padahal sejauh ini orang yang sangat peduli kepada dirinya adalah Olga dan bahkan menjadi teman curhatnya dan begitu pula dengan sebaliknya. Tapi siapa sangka mereka lah yang paling dekat namun sekarang yang paling jauh.


Melihat mimik wajah Libra yang sangat sedih saat menyebut nama Olga lantas membuat Moran turut prihatin dan menyuruh pria itu duduk terlebih dahulu.


“Gak apa-apa. Olga pasti akan mengerti.”


Semua orang membantu Libra untuk duduk. Pria itu menarik nafas panjang dan kemudian menenangkan pikirannya. Ia akan mencari Olga dan meminta maaf kepada Tia itu karena tidak menceritakannya kepada laki-laki tersebut padahal Olga begitu mempercayainya.


“Gue nggak tahu kenapa kalian bisa saling tidak menyapa dengan Olga. Tapi gue denger-denger Olga juga kembali kepada keluarganya dan meneruskan kehidupannya sebagai seorang dokter. Dia bekerja di rumah sakit milik ayahnya Jasmine.”


Libra menelan ludahnya dengan susah payah. Bahkan ia sama sekali tidak kembali ke rumah itu dan tidak mendapatkan gajinya untuk bulan di waktu itu. Ia pasti mengecewakan orang tua Jasmine yang telah mempercayainya.


“Lo tenang aja, Olga nggak mungkin ngembat si Jasmine. Paling juga jadi rekan bisnis doang.”


“Bukan itu yang membuat gue jadi sedih. Tapi gue ingat dengan kebaikan keluarga Jasmine.”


Tidak ada satupun diantara mereka semua yang menyadari bahwa di depan pintu ada Olga yang mendengarkan semua curhatan Libra. Ia berhenti karena tadi mendengar bahwa Libra ada di tempat mereka. Setelah sekian lama akhirnya ia bertemu lagi dengan pria itu.


“Lagi pula, lebih baik lagi jika misalnya Olga mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan tidak menghabiskan waktunya di tongkrongan ini.” Mendengar ucapan dari Libra tersebut so tak membuat semua orang menjadi tersinggung. “Gue bercanda.”


••••••••


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2