
Di jam istirahat sekolah yang sedang berlangsung banyak para siswa langsung keluar dari dalam kelas untuk menikmati masa istirahat mereka setelah berjam-jam melewati pelajaran yang begitu melelahkan.
Jasmine berjalan di lorong sekolah menuju ke tempat kebanggaannya, perpustakaan. Wanita itu terlihat sembari membaca buku yang ada di tangannya. Kebetulan ia memang hobi belajar hingga banyak orang yang merasa iri dengan Jasmine karena kepintaran dan kecantikan yang dimiliki oleh wanita itu. Apalagi ia dijadikan patokan wanita sempurna di sekolahnya.
Jasmine tersenyum menatap ke arah siswa yang memanggil namanya. Selain cantik dan pintar rupanya Jasmine juga dikenal sebagai siswa yang ramah kepada banyak temannya.
"Jasmine!!!" Jasmine pun menatap ke arah belakang. Sudah ya duka bawa kedua makhluk itu pasti akan membuntutinya dan mencari masalah kepada dirinya.
Padahal sudah sangat jelas ia mengatakan kepada kedua orang itu bahwa ia akan belajar dan tidak ingin diganggu. Tapi jika mereka juga ingin ikut belajar dengannya juga tidak masalah. Namun masalahnya mereka bukan ikut belajar malah mengganggu dirinya sehingga ia tidak bisa fokus belajar. Itulah yang menyebabkan jasa merasa mual dengan kedua temannya untuk saat ini.
Karina dan Caca yang melihat wajah Jasmine tidak enak membuat mereka menertawakan wanita itu. Bukannya tersinggung malah mereka sama sekali tidak merasa bersalah dan seolah-olah tidak melakukan apapun kepada Jasmine.
Jasmine benar-benar memiliki mental baja. Wanita itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia memaksakan senyum palsu di wajahnya dan menepuk kedua pundak pamannya tersebut.
"Udah gue bilang jangan gangguin gue. Tapi rupanya kalian nggak pernah dengerin ucapan gue sekali aja."
"Anak pintar mah beda ya mau belajar mulu. Lo beneran sama sekali nggak mau ke kantin? Please lah bro kita sudah lama nggak kumpul-kumpul," mohon Karina yang terkesan memaksa Jasmine.
Jasmine tetap pada pendiriannya dan tidak ingin pergi ke kantin karena sebentar lagi akan ujian menurutnya ia harus lebih fokus pada saat ujian nanti yang mana belajar di masa itu akan membuatnya keteteran. Maka dari itu ya harus belajar mulai dari sekarang.
"Kasian dia Karina kalau kita pujukin dia mulu." Akhirnya Caca mengerti juga dengan perasaannya yang tertekan ini.
Jasmine melemparkan senyum bangga kepada Caca. Ia pun tidak jadi marah kepada Caca dan kemudian pergi begitu saja meninggalkan temannya tanpa ada perpisahan karena udah terlampau kesal karena keduanya.
__ADS_1
Setelah Jasmine pergi Caca menyenggol bahu Karina yang masih bengong. Padahal dari tadi ia sudah merasa tidak enak kepada Jasmine karena terus menganggu dia dan sementara ia dan Karina sama sekali tidak ada belajar di padahal ujian sudah sangat dekat.
"Karina, kita juga nggak boleh kayak gitu ke Jasmine. Di sini memang kita yang salah karena terus gangguin dia buat belajar. Sementara kita sama sekali tidak ada belajar. Jasmine benar kita seharusnya belajar bukan malah pergi ke kantin." Sontak saja Karina langsung menatap ke arah Caca. Sejujurnya ia merasa bahwa Caca tidak seharusnya menyalahkan dirinya padahal itu juga salah satu ide dari Caca sendiri.
"Gimana sih lo, tadi aja paling semangat buat gangguin Jasmine dan sekarang lo nyalahin gue," ucap Karina yang terlampau kesal dan kemudian meninggalkan Jasmine begitu saja.
Caca pun menjadi bersalah setelah ia mengucapkan hal tersebut dan ingin meminta maaf kepada Karina, akan tetapi wnaita itu pergi begitu saja dan ia pun mengejar Karina.
"Karina tungguin gue ngapa! Lo mah selalu pergi gitu aja!"
"Makanya jangan mau nyalahin orang lain dong, lo juga ikut terlibat." Caca pun mengela nafas panjang dan mungkin untuk wanita maaf kepada Karina tidak semudah itu.
__________
"Kenapa? Ada perlu apa memangnya?"
Yang yakin tahu laki-laki tersebut adalah anak yang berandalan dan suka berkelahi dan oleh sebab itu ia merasa tidak nyaman ketika pria tersebut menghentikannya. Namun Ia tetap meneladani sebagai tanda ramah-ramah yang dia tunjukkan.
"Jasmine, lo beneran pacaran sama Libra? Lo tau sendiri kan Libra nggak punya reputasi baik. Seharusnya Lo udah tahu udah desas desusnya dan juga itu nggak baik buat lo." Jasmine mengerutkan keningnya. Memang seperti itu yang ia tahu ya kan tetapi setelah mendengar cerita dari Karina dan prasasti dan tidak selamanya tidak terkesan jahat.
"Tapi gue denger-denger dia juga punya reputasi yang baik di masyarakat. Tapi tenang aja gue nggak punya hubungan apa-apa kok sama si Libra, lo nggak usah sepanik itu karena gue dan Libra itu sama sekali nggak punya hubungan apapun," Jasmine tersenyum dan kemudian menepuk bahu pria tersebut sebelum meninggalkannya.
Laki-laki itu tercengang karena Jasmine memperlakukannya dengan baik. Sebenarnya ia menyukai Jasmine tapi tidak tahu cara mengungkapkannya.
__ADS_1
Melihat Jasmine semakin masuk ke dalam perpustakaan Ia pun mengejarnya. Karena sudah dikonfirmasi oleh Jasmine sendiri bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Libra itu artinya ia bisa mendekati wanita itu.
Jasmine yang merasa diikuti oleh laki-laki tersebut pun menolehkan kepalanya ke arah pria tersebut. Ia mengangkat satu alisnya seakan-akan sedang bertanya kepada laki-laki itu ada gerangan apa menghentikannya.
"Kenapa lagi? Padahal kan gue udah bilangin yang sebenarnya?"
"Jasmine, lo beneran nggak ada hubungan apapun kan sama si Libra. Itu artinya gue bisa deketin lo dong?" tanyanya membuat Jasmine tidak bisa berbuat apapun dan hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.
Apa yang ia harus katakan kepada laki-laki tersebut agar berhenti mengejarnya dan tidak banyak bertanya lagi. Setelah itu ia juga tidak berhubungan dengan laki-laki tersebut karena jujur saja ia tidak bisa memberikan harapan lebih kepada para penggemarnya.
"Tapi gue nggak bisa. Gue mau fokus belajar dan sekarang mau ujian makanya gue ke perpustakaan. Jadi gue mohon lo jangan deketin gue," ucap Jasmine sembari menahan rasa tidak enak. Tapi mau bagaimana lagi ia harus mengatakan apa yang sebenernya dan dirinya tidak mungkin berbohong kepada para pria yang mengincar dirinya.
"Jasmine, tapi kenapa?" tanyanya dan wanita itu tak bisa berkutik.
Ia pun mengalihkan perhatiannya dengan menggaruk kepalanya. Kemudian untuk mengurangi kejanggungan di antara mereka berdua Jasmine pun melemparkan senyum sebisa mungkin.
"Karena gue belum ada niat mau pacaran. Jadi sorry banget buat lo."
Kemudian Jasmine pun meninggalkan pria itu dengan langkah tergesa-gesa. Ia tidak ingin berhubungan dengan para pria tersebut.
__________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.