Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 27


__ADS_3

Jasmine keluar dari rumahnya diam-diam untuk menemui Libra yang sudah menunggunya di depan rumah. Wanita itu penuh dengan semangat dan sudah berpakaian rapi sebab ia sudah tahu bahwa Libra pasti akan mengajaknya ke suatu tempat.


Libra yang melihat kehadiran kekasihnya tersebut merenggangkan tangannya seolah-olah hendak menyambut pelukan dari Jasmine. Jasmine yang paham lantas langsung memeluk Libra.


Ini adalah perasaan yang sangat luar biasa pernah dirasakan oleh Libra. Ia pun mengecup keningnya dan kemudian memberikan helem kepada Libra.


"Libra, lo mau ajak gue ke mana?"


"Ke cafe."


Jasmine langsung membulatkan matanya ketika mendengar bahwa Libra akan mengajaknya ke kafe. Yang benar saja pria itu mau mengajaknya ke tempat itu karena ia tahu Libra pasti tidak akan sanggup membayar makanan yang ada di kafe tersebut.


Jasmine memegang kantong celananya dan berharap ia membawa uang lebih. Tapi untunglah ia sempat menyisipkan uangnya tadi ke dalam kantong celananya sehingga bisa untuk berjaga-jaga.


"Lo serius mau ke cafe? Ya udah nggak apa-apa gue yang bayar."


Libra pun mengerutkan keningnya mendengar bahwa Jasmine ingin membayarkan dirinya. Tentu saja ia tidak seperti itu dan ia sudah menyiapkan uangnya untuk pergi ke kafe dan mengajak Jasmine jalan-jalan.


"No, gue udah siapin uang. Gue juga punya uang nggak cuman lo."


"Apaan sih kayak bicara kita kayak masih temenan aja."


"Jadi maunya dipanggil apa?" tanya Libra yang sembari sengaja untuk menggoda Jasmine. "Jadi maunya dipanggil sayang?"


Jasmine memerah dan langsung memukulkan tasnya ke tubuh Libra. Tidak seharusnya Libra blak-blakan mengatakannya. Lihatlah wajah Jasmine sampai memerah seperti ini. Itu akibat dari kumparan Libra yang terus-menerus membuat dirinya merasa salting.


"Libra mah, kita langsung pergi ke cafe aja."


"Oke sayangku." Jasmine menggera mendengar Libra sengaja lagi-lagi menggodanya.


Tapi mau bagaimana lagi, Jasmine pun harus mengikuti Libra pergi ke manapun karena laki-laki itulah yang mengajaknya. Sekaligus Jasmine ingin melihat bagaimana effort seorang Libra terhadap dirinya dan melihat cara hidup Libra.


"Ingat, kau jangan bawa gue ke tempat-tempat yang aneh. Gue masih trauma lo bawa ke basecamp."


Libra pun tertawa mendengar pengakuan Jasmine yang terlalu jujur. Tapi ia sama sekali tidak marah mendengarnya karena ia juga mengerti kenapa Jasmine bisa seperti itu.


"Nggak papa, gue nggak marah sama sekali sama lo." Jasmine menarik nafas panjang dan sedikit bisa lega. Ia pikir Libra akan tersinggung mendengarnya. Tapi rupanya tidak seperti itu.


"Ya udah kita langsung pergi aja."


Libra menghidupkan motornya dan kemudian membawa sepeda motor tersebut dengan kecepatan rendah namun tiba-tiba ia langsung meninggikan kecepatannya hingga membuat Jasmine marah.

__ADS_1


"Apaan sih Libra!! Lo mau cari mati karena bingung gimana caranya mau mikirin masa depan sama gue?!"


"No!! Tenang aja masa depan kita pasti terjamin!!"


"Dih!!"


__________


"Jasmine, gimana enak nggak?" tanya Libra menyuapkan makanan miliknya ke mulut wanita itu.


Jasmine menganggukkan kepalanya karena merasa senang. Ia ingin mencicipinya lagi dan lagi apalagi orang yang menyuapkannya tersebut adalah Libra.


Libra pun kembali menyuapkan makanan miliknya ke mulut Jasmine. Mereka terlihat sangat serasi sekali dan membuat Jasmine benar-benar merasa sangat dihargai oleh pria itu.


"Hm gak tau," ucap wanita itu yang berusaha untuk bersikap cuek kepada Libra. Tapi kenyataannya ia sama sekali tidak bisa bersikap demikian dan selalu tergoda dengan ekspresi wajah Libra. "Libra apaan coba, gak lucu tau."


"I know, tapi cewek gue emang cantik." Jasmine pun menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Libra ini memang sedikit agak lain dan susah untuk ditangani.


Seharusnya Jasmine sudah memperhitungkan hal tersebut. Untuk kali ini ya masih bersikap sabar dengan pria itu. Yasmin pun kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan tidak mempedulikan Libra yang menatapnya.


Sejujurnya ia sangat malu ditatap seperti itu apalagi ini adalah kali pertamanya pergi berkencan. Libra memang romantis tapi Jasmine masih tidak percaya dengan Libra mengingat bagaimana mungkin pria itu mampu merintis usaha untuk masa depan mereka.


Jasmine pun sudah merasa tidak nyaman an mengajak Libra pulang. Libra pun membayarkan makanan tadi dan Jasmine sempat rioa percaya bahwa Libra bisa membayar makanan tersebut. Ia pun mengerutkan keningnya dan bertanya-tanya dari mana Libra mendapatkan uang tersebut.


"Ada tabungan gue."


"Ada berapa tabungan lo? Cukup gak buat modal usaha." Libra pun menarik napas panjang dan wajahnya mulai merasa tidak nyaman. Akan tetapi ia tetap tersenyum dan menatap ke arah Jasmine tapi tidak menjawab pertanyaan Jasmine.


Pria itu memberikan helm ke tangan Jasmine. Terlihat dari ekspresi wajahnya juga sedang merasa tidak baik-baik saja. Untungnya pria itu masih bisa menahan emosinya. Jasmine pun menarik nafas panjang dan memasang helm tersebut ke kepalanya.


Ia memang baru saja berpacaran dengan Libra tapi ia harus tahu apa yang dilakukan pria itu dulu karena ini menyangkut dengan masa depan.


Jasmine pun naik ke motor laki-laki tersebut dengan perasaan berkecamuk. Ia membuang wajahnya dan matanya sempat berkaca-kaca sebelum akhirnya ia bisa mengontrol emosinya dengan baik.


"Gue nyinggung perasaan lo ya? Lo tau sendiri kan kalau misalnya gue harus tahu apapun yang ngelakuin karena ini juga menyangkut masa depan gue. Memang lo harus tersinggung tapi gue juga harus melakukan ini," tutorial Jasmine yang sebenarnya merasa tidak enak tapi mau bagaimana lagi karena menyangkut harga diri keluarganya.


Dari dulu Jasmine paling tidak suka dengan orang yang menentang keluarga dan maka dari itu kenapa Jasmine terlihat lebih mengutamakan keluarganya.


"Gue ngerti dengan perasaan lo. Tapi menurut gue belum saatnya untuk menceritakan yang sebenarnya." Setelah mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Libra Jasmine benar-benar merasa bingung dengan ucapan laki-laki itu. Apa maksud Libra ia akan menceritakan nanti, apakah ada sesuatu yang belum ia ketahui?


Jasmine pun menjadi bertanya-tanya dan merasa sangat kepo dengan hal tersebut. Akan tetapi ia berusaha untuk tidak bertanya lagi karena takut menyinggung perasaan Libra. Jasmine berharap hal yang dirahasiakan oleh Libra bukanlah sesuatu yang buruk.

__ADS_1


"Sorry kalau gitu. Gue nggak akan tanya apapun lagi sama lo." Libra tertawa mendengarnya. Laki-laki tersebut menarik nafas panjang dan kemudian menatap jalanan dengan pandangan kosong.


"Tanya aja apa yang lo mau tanyain. Nggak usah lo kaya merasa nggak enak gitu sama gue. Gua pasti jawab pertanyaan lo kalai bisa gue jawab," ucap pria itu dengan lembut.


Berada di titik ini Libra sangat ketakutan akan kehilangan orang yang sangat ia sayangi. Apakah ini adalah balasan dari perbuatannya yang dulu suka mempermainkan wanita sehingga sekarang ia malah bertekuk lutut di depan Jasmine.


"My Mine, gue dulu brengsek dan masa lalu gue benar-benar kelam, lo yakin masih mau sama gue."


"Kalau lo udah tobat gue mau. Tapi kalau misalnya lo masih ngulangin perbuatan lo itu nggak ada yang gak mungkin gue nggak bakal bisa nerima lo."


Libra pun diam dan hanya bisa menelan ludahnya dengan perasaan sesak. Ia menganggukkan kepalanya. Kemudian ia menghentikan motornya di jembatan dan menurunkan Jasmine.


Jasmine pun bertanya-tanya dan menatap jika hari sudah senja. Ia pun menikmati sunset dari jembatan tersebut. Ia duduk di motor sementara Libra bersandar di motornya seraya memandang ke arah Jasmine yang menikmati sunset.


Tentunya Jasmine juga tidak lupa untuk mengabadikan momen tersebut. Ia mengajak Libra berfoto dengannya dan pria itu dengan senang hati memasang gaya terbaiknya.


Mereka terlihat paling romantis di tempat itu. Seketika Jasmine menjadi pusat perhatian banyak orang. Memang iya sangat cantik dan Libra pun sangat tampan sehingga banyak membuat orang terkagum-kagum dengan visual yang mereka miliki.


Banyak juga yang mengatakan mereka memang pasangan yang sangat serasi. Tapi Jasmine dan Libra tidak menyadari bisik-bisikan tersebut dari orang yang ada di sekitarnya.


"Libra, sebenarnya gue mau nguji lo, tapi gimana gue tetap nggak bisa karena gue secinta itu sama lo. Jadi mau lo gimanapun gue tetap nggak bisa lepas dari lo."


Perasaan Libra pun pecah begitu saja setelah mendengar pengakuan tak terduga dari Jasmine. Ia menarik kepala Jasmine dan mencium wanita itu di tengah keramaian orang. Jasmine pun sama gilanya yang bahkan sekarang ia tidak peduli lagi dengan banyak orang.


"Woy gila!!"


Refleks Jasmine tersadar dan melepaskan ciumannya. Ia memandang ke arah orang yang telah menegurnya dan mereka pun hanya bisa menelan ludah dengan susah payah.


"Apa yang gue lihat ini?"


"Sumpah mata gue nggak suci lagi."


"Nyata nggak sih yang kita lihat?" Jasmine benar-benar menciut setelah melihat kedua temannya yang berada di dalam mobil berhenti tepat di depan dirinya.


"Jasmine gue!!!" teriak Karina merasa tidak rela dan langsung turun dari mobil dan kemudian menendang Libra.


Untungnya Libra sama sekali tidak peduli dan membiarkan teman-temannya Jasmine marah kepadanya. Caca dengan bodohnya malah menendang motor Libra yang membuat pria itu langsung menatap ke arah Caca dengan tatapan marah.


"Woy!!"


__________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2