Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 23


__ADS_3

Arjoli yang ada d tangannya membuat Jasmine bisa bernapas sedikit lega. Setidaknya ia tidak terlalu malam pulang ke rumah. Jam 1 pagi, ia masih sempat untuk tidur. Wanita itu menurunkan tangannya dan kemudian menatap ke arah Libra yang entah kenapa terus menatap ke arahnya.


Dengan hal kecil seperti itu bahkan bisa membuat jantung Jasmine berdegup tak menentu. Ia pun membuang wajahnya dan berusaha agar tidak tergoda dengan ketampanan pria tersebut. Jasmine berharap dia bisa cepat-cepat pergi dari sini untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


"Jasmine! Kenapa gak masuk!"


"Gue nungguin lo pergi."


Libra tak berkedip. Bahkan wanita ini mau menunggunya pergi. Padahal ia belum Pergi juga karena mau menunggu wanita itu masuk ke dalam rumahnya. Ia pun menarik napas panjang dan melambaikan tangannya memberi kode agar Jasmine mendekat.


Jasmine yang memasang wajah bingung lantas menghampiri wanita itu dan mendekatkan wajahnya. Ia pikir pria itu akan membisikan sesuatu kepadanya dan siapa sangka ia malah mengecup kepala Jasmine.


Jasmine terkesiap dan ia langsung mundur beberapa langkah membuat jarak dengan Libra. Tubuhnya bergetar dan wanita itu tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia benar-benar bengong dan sekaligus merasa dunianya berhenti di detik itu.


Libra tertawa melihat ekspresi lucu yang diberikan oleh Jasmine. Ia pun kemudian pergi meninggalkan Jasmine yang masih dalam pengaruh kecupan Libra di keningnya.


Perempuan tersebut menyentuh keningnya di mana bekas kecupan laki-laki tersebut. Ia tak menyangka jika laki-laki itu akan melakukan hal tersebut kepadanya. Jasmine masih bengong dan berharap ada yang menyadarkan wanita itu.


"Apa yang baru saja aku rasakan? Ini rasanya seperti tidak nyata. Ini benar-benar memang tidak nyata, kan?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri dan masih mengusap bekas kecupan Libra.


Ekspresi seperti apa yang saat ini ia tampilkan, seharusnya ia marah dan memukul pria itu langsung. Tapi kenapa ia malah tetap diam dan seakan setuju dengan apa yang dilakukan oleh Libra.


Padahal Jasmine sama sekali tidak mengharapkan hal tersebut terjadi kepada dirinya. Ia pun menepuk kedua pipinya untuk menyadarkan dirinya yang masih terpengaruh oleh Libra.


Jasmine menarik nafas panjang dan kemudian masuk ke dalam rumahnya dengan berlari. Tapi ya langsung berhenti seketika saat menyadari bahwa ia tidak boleh menimbulkan suara agar tidak ketahuan oleh orang tuanya.


"Aku benar-benar sudah gila," ucap Jasmine dan kemudian menampar sekali lagi wajahnya untuk membuat dirinya semakin sadar.


Jasmine pun menutup gerbang dengan hati-hati dan menatap ke arah satpamnya yang masih tertidur. Ia bersyukur yang masuk adalah dirinya bukan orang lain, tapi seharusnya satpamnya tidak tertidur yang mana bisa saja ada penjahat lebih mudah masuk. Apalagi orang tersebut bisa saja memiliki kunci serep seperti Libra.


Jasmine lantas diam-diam menyelinap masuk ke dalam rumahnya. Iya sudah membuka jalan rahasianya untuk menuju kamarnya langsung.


Akhirnya ia sudah sampai di depan kamarnya ada langsung masuk ke dalam kamar. Namun saat ia baru bisa bernapas dengan lega tiba-tiba terdengar suara ibunya yang berteriak di luar. Jasmine benar-benar merasa tidak aman dan berpikir bahwa ini adalah akhir dari hidupnya.


"Kenapa pintu samping tidak ditutup!!" teriak ibunya dengan marah hingga membangunkan para pekerja di rumah mereka.

__ADS_1


Jasmine benar-benar bersalah kepada mereka semua. Gara-gara dirinya mereka harus menanggung kesalahan yang ia perbuat.


Jasmine juga tidak bisa melakukan bunuh diri dan keluar mengatakan bahwa ialah pelakunya. Jasmine berharap semoga tidak ada yang akan mengaku ada masalah ini berlalu begitu saja.


"Kenapa sih Mama harus teriak-teriak malam-malam?!"


Tok


Tok


Tok


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Jantung Jasmine rasanya hendak melompat dari tempatnya. Apakah sekarang ia sudah ketahuan bahwa dirinya lah yang telah membuka pintu itu. Jika benar dirinya benar-benar sudah tidak aman lagi.


Jasmine membasahi bibirnya dan kemudian dengan gugup membuka pintu kamarnya. Saat membuka pintu kamar itu yang ia lihat adalah ibunya yang berkacak pinggang.


"Kenapa Mama datang ke kamar Jasmine? Ini udah jam 01.00 kenapa Mama malah ke sini?"


"Kenapa kamu belum tidur?" Bukan yang memberikan jawaban dari pertanyaannya malah ibunya balik bertanya. Jasmine juga tidak berani untuk menasehati ibunya agar menjawab pertanyaannya lebih dulu pasti Jika ia melakukan hal tersebut maka dirinya akan disemprot habis-habisan oleh ibunya.


Ibunya pun menutup pintu kembali. Apakah hanya dengan jawaban seperti itu ibunya langsung pergi? Apakah ibunya tidak memiliki kegiatan yang lain dan lebih berfaedah.


"Memang Mama rada-rada," ucapnya dalam hati dan sebenarnya enggan untuk mengatakannya.


__________


"Hai Jasmine good morning."


Jasmine sedang fokus membaca di perpustakaan tiba-tiba kedua sahabatnya datang mengganggu dirinya. Ia harus belajar karena sebentar lagi akan ujian oleh karena itu dirinya selalu berada di dalam perpustakaan akhir-akhir ini.


"Cie cewek populer lagi belajar. Tenang aja pasti juara 1 umum lagi kok," ucap Karina dan memandang ke arah Caca memberi kode.


"Ya kan tapi harus tetap belajar juga. Masih banyak orang yang juga mau juara umum," tutur wanita itu kesal dan menjauhkan tangan Karina yang ada di pundaknya.


Ia pun fokus membaca kembali. Perempuan tersebut tentunya merasa bahwa kedua sahabatnya ini adalah parasit.

__ADS_1


Apalagi mereka malah menjahili dirinya yang sedang belajar. Apakah tidak ada sama sekali hati nurani di benak mereka. Untungnya Jasmine bisa bersabar dengan kelakuan mereka berdua.


"Kalian kalau datang cuman mau gangguin gue mending pergi. Ingat kita itu bentar lagi ujian mending kalian belajar juga."


"Kita lagi nungguin lo belajar karena ingin bertanya sesuatu." Jasmine pun mengerutkan keningnya dan ia berhenti membaca buku dan menatap ke arah kedua temannya dengan sangat serius.


Caca dan Karina hendak menahan tawa mereka. Sebenarnya sangat mudah untuk mendapatkan perhatian dari Jasmine. Caca dan Karina kompak memegang bahu Jasmine.


"Kenapa sih? Berat, tau!!"


"Karena lo udah jadi artis di sekolah kita. Maka, lo harus mau kita wawancarai untuk sekaligus buat klarifikasi hubungan lo sama Libra."


"Bukannya gue udah bilang ke kalian kalau gue sama Libra itu cuman temenan. Bahkan, nggak bisa dibilang teman juga karena kita nggak deket."


Tambah Jasmine, yang sudah sangat lelah menjelaskan kepada mereka berdua dan tetap saja ia menjadi ejekan mereka berdua. Jasmine tidak tahu harus melakukan seperti apa lagi agar mereka berdua menyadari perbuatannya.


"Itu belum cukup guys, kita mau ceritakan lebih detail lagi. Apalagi katanya banyak cowok-cowok di sekolah ini nggak terima lo jalan sama sih Libra. Dan lo tau sendiri kan lu cukup populer di sekolah ini, banyak cowok-cowok yang berandalan bahkan suka sama lo. Makanya di setiap hari lo dapat kado. Gue denger-denger anak dari sekolah kita banyak yang nyerbu geng Parsel. Lo tau nggak kalau geng Parsel itu rupanya cukup populer juga di kota kita dan banyak menjadi idaman cewek-cewek." Jasmine mengerutkan keningnya. Ia rasa juga dirinya tidak perlu mengetahui hal tersebut.


"Jadi kesimpulan dari cerita lo itu apa? Sumpah nggak penting banget. Lo ngabisin waktu gue buat belajar!!"


Karina pun meletakkan jari telunjuknya di bibir Jasmine agar wanita itu tidak memotong cerita mereka.


"Baiklah, intinya adalah lo cewek populer dan sedang dekat dengan ketua geng yang cukup populer juga di kota kita. Kabarnya, bukan hanya cowok yang kepanasan, tapi banyak cewek di kota ini yang kepanasan karena lo dan dia itu dekat. Ternyata, geng Parsel itu tidak seburuk itu mata masyarakat, mereka itu cukup baik walaupun mereka sering tawuran. Yang salah itu bukan geng mereka, tapi geng yang menyerang mereka. Libra juga memiliki reputasi yang baik di masyarakat. Wah, kayaknya lo dan gue ketinggalan informasi sepenting ini."


Jujur saja, apa yang dikatakan oleh Caca dan Karina tersebut, Jasmine juga baru mengetahuinya hari ini. Karena menurut rumor di sekolah mereka, geng tersebut sangat jahat dan tidak berperikemanusiaan. Seringkali terjadi tawuran antar sekolah karena geng tersebut yang berkelahi dengan siswa di sekolahnya.


Oleh karena itu, Libra dikeluarkan dari sekolahnya. Itu yang ia tahu dahulu dan sekarang.


Walaupun semua itu tidak ada gunanya, dia mengetahuinya, tapi cukup penting juga. Pernah mengingat kalau dia dan Libra lumayan dekat namun tidak memiliki status.


Jasmine masih bingung sebenarnya apa hubungannya dengan Libra. Tapi, mereka tampak seperti orang yang saling jatuh cinta, namun sebenarnya tidak seperti itu. Apalagi, perlakuan Libra benar-benar istimewa terhadap dirinya. Itulah kenapa ia menjadi bingung dengan hubungannya.


_______


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2