Jasmine My Mine

Jasmine My Mine
Part 20


__ADS_3

"Jadi lo hampir aja... Ya ampun Jasmine lo sih kita anterin tapi gak mau. Gimana misalnya kalau terjadi sesuatu sama lo. Lo juga harus memikirkan bagaimana perasaan kita Jasmine, kuta khawatir."


"Ya gue tau. Kalau ada lo juga belum pasti berani kan lewat kawasan rumah gue. Dekat pohon beringin tuh emang sunyi banget dan jarang ada orang yang lewat di situ dan makanya banyak perampok di sana. Menurut gue lo juga gak harus nganterin gue. Tenang aja si Libra udah dibayar sama bokap gue."


"Ya ampun itu artinya dia udah ketemu keluarga lo, kan? Gimana mama lo marah gak?" Jasmine menggelengkan kepalanya. Ibunya sama sekali tidak marah dan ia tidak tahu kenapa seperti itu. Mungkin karena ibunya yang tidak mengetahui bahwa Libra adalah mertua bermotor dan hobi tawuran.


"Gue rasa mungkin dia belum tahu aja gimana sifat Libra aslinya. Entar kalau dia tahu juga sadar sendiri," ucap wanita itu dan menarik napas panjang dan menghembuskannya secara perlahan.


Karina dan Caca memasang wajah sedikit ngeri ketika Jasmine mengatakannya. Entah kenapa ia yakin bakal terjadi sesuatu yang buruk ketika ibunya Jasmine mengetahui siapa Libra yang sebenarnya.


"Gue harap nggak akan tahu. Kayaknya lumayan ngeri kalau misalnya tuh nyokap lo tahu."


Jasmine pun tersenyum dan juga sedang memikirkan apa yang akan terjadi ketika pria itu ketahuan sifat aslinya nanti.


"Kayaknya ada pertunjukan yang seru," ucap wanita itu sembari membayangkan masa depan. Ia pun beranjak dari duduknya dan kemudian menepuk pundak kedua temannya. Wanita itu menghirup udara segar dan meninggalkan keuda temannya.


"Eh ada apa dengan Jasmine? Kenapa dia tadi pagi? Keknya mood nya tadi pagi kayak gak bagus. Lo gak mau cerita sesuatu ke gue gitu?" tanya wanita itu seraya memohon agar Karina menceritakannya.


"Gak semuanya harus diceritakan sama lo dan orang lain," ucap Karina dan kemudian wanita itu tersenyum lebar ke arah wanita itu berharap bahwa Caca tidak tersinggung.


Caca pun menelan ludahnya dengan susah payah. Lagi-lagi ia yang selalu ketinggalan berita. Untungnya Caca tidak terlalu memasukkannya ke dalam hati. Wanita itu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Kemudian ia membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Karina yang sudah jauh pergi. Ia pun berteriak agar dirinya tidak ditinggalkan.


"Woy Karina brengsek!!" teriak Caca yang kesal kepada wanita itu.


Karina spontan berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya. Ua merasa sedikit tidak enak saat Caca memanggil dirinya seperti itu.


"Woy yang bagusan dikit apa julukan gue, kok gitu amat dah," ucap wanita itu dan kemudian menggelengkan kepalanya.


Caca sang tersangka malah terlihat biasa saja dan gak itu cukup menguji kesabaran seorang Karina. Kenapa ia memiliki teman seperti Caca yang sedikit sulit ditangani dari pada Jasmine.


"Serius ko gak mau cerita ada apa dengan Jasmine?"


"Nanti lo juga bakal tau kok. Tenang aja bukan maksud kita rahasia-rahasiaan, tapi ini sudah jadi amanah gue gak bakal ceritakan ke siapapun. Oke Caca yang cantik gak usah kepo lagi," ucap Karina dan menepuk pundak wanita itu beberapakali.


Karina pun menghembuskan napas sedikit kesal dan mau seperti apalagi ia membujuk Caca pasti wanita itu tetap bertanya hal yang sama dan terkadang membuatnya sangat emosi.


__________


Libra sudah menunggu Jasmine di depan gerangan. Wanita itu berjalan dengan perasaan tak yakin sebab di samping kanan kirinya berdiri dua sahabatnya yang sangat setia kepada-nya itu. Siapa lagi jika bukan Karena dan Caca.


Kedua perempuan itu memperhatikan Jasmine dengan seksama. Mereka sudah dapat dipastikan sangat penasaran mengenai hubungannya dengan Libra dan mereka ingin mencari tahu. Jasmine tidak bisa mengatakan terlalu banyak bagaimana hubungannya dengan pria tersebut.

__ADS_1


"Ciehh sudah ada yang ngejemputin noh!!" teriak Caca sengaja untuk mengejek Jasmine. Jasmine pun menarik napas panjang dan tersenyum terpaksa ke arah wanita itu.


"Kau memang makhluk yang paling menyebalkan," ucap Jasmine dan kemudian menggenggam tangan Caca dengan erat.


"Ck, ntar lama-lama jadi suka lho sama Libra."


"Apaan sih. Jangan sok tau," ucap Jasmine kesal.


Mungkin mereka tidak tahu bahwa Jasmine pernah melakukan hal yang lebih lagi dengan Libra. Yaitu berciuman, mungkin tidak ada yang menyangka dan bahkan sang empu sendiri berharap bahwa itu hanya mimpinya saja saking tak percayanya.


"Udah sana pergi kayaknya dia lagi nungguin lo!!"


Jasmine menatap ke arah temannya sekilas dan kemudian menganggukan kepalanya. Ia pun datang menghampiri Libra dan mengambil helem dari tangan Libra.


"Lama banget lo bicara sama dia. Emangnya lagi ngomongin tentang apa?"


"Gak usah kepo," ucap Jasmine memperingati pria itu. Laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya. Baiklah ia salah dan dirinya tidak akan banyak bertanya lagi.


Ditugaskan oleh ayah Jasmine sebagai tukang antar jemput Jasmine tentunya adalah suatu hal yang sangat ia syukuri dan harus dijaga agar Tika dipecat.


Jasmine naik ke boncengan motor Libra dan ia memejamkan matanya karena merasa sangat malu. Siapa yang tidak mengenal Libra di sekolah ini bahkan mereka sekarang menjadi pusat perhatian banyak orang. Terlebih lagi Jasmine adalah murid kebanggaan sekolah ini dan tentunya ia sangat populer sehingga berita ia dijemput oleh Libra menyebar begitu saja.


Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka adalah seorang pasangan, tentunya banyak pula yang tidak setuju dengan teori tersebut dan menganggap jika Jasmine hanya dipaksa.


"Dari tadi lo main hp. Lo gak takut hp lo jatuh?" tanya Libra dan sengaja langsung menaikan gas motornya hingga membuat jasmine terkejut dan hampir saja hendak menjatuhkan ponselnya.


"Libra! Kalau hp gue jatuh gue bakal lapor Papa."


"Iya-iya gue takut!"


Jasmine menarik napas lega setelah mendengar jawaban dari Libra tersebut. Ia menatap ke depan d mengerutkan keningnya merasa jika jalan yang saat ini mereka lewati bukanlah jalan menuju ke rumahnya. Tentu saja Jasmine sangat syok dan memukul pundak Libra.


"Libra apa-apaan lo! Lo mau bawa gue ke mana?!"


"Tenang aja. Lo bakal tau nanti!"


Belum sempat Jasmine hendak menanggapi ucapan Libra tiba-tiba pria itu langsung meningkatkan kecepatan kendaraannya membuat Jasmine tak memiliki pilihan lain untuk memeluk perut Libra.


"Pegangan yang erat jika kau tidak ingin terjatuh," peringat pria itu dan Jasmine pun menarik napas panjang dan menganggukkan kepalanya.


"Lo kalau mau cari mati, mati sendiri aja. Jangan ajakin gue."


"Shut up baby!" Jasmine pun membulatkan matanya.

__ADS_1


"Apaan sih!!"


_________


Jasmine tak bisa berkutik saat melihat keindahan di bawah. Ia tak menyangka jika Libra akan membawanya ke atap ruko kosong dan melihat keindahan yang diberikan dari atas ruko tersebut.


Jasmine bahkan tidak bisa menelan ludahnya dengan baik. Ia terlalu kakung dengan pemandangan yang sangat indah dari atas. Kenapa Libra membawanya ke sini dan seharusnya tempat ini sangatlah rahasia karena menyimpan begitu banyak keindahan.


"Kenapa mau bawa gue ke sini?" tanya Jasmine akhirnya setelah lama pertanyaan tersebut.


"Gue...." Libra tercengang pada saat angin sepoi-sepoi meniup rambut Jasmine sehingga membuat wanita itu terlihat sangat indah di bawah sunset.


"Libra! Lo kenapa?"


"Gak papa." Libra pun menormalkan pandangannya dan mengutuk diri sendiri karena tidak bisa terlalu fokus snehan pandangannya. Ia terhipnotis dengan kecantikan wanita itu.


Jasmine menatap aneh ke arah Libra. Tidak biasanya pria itu seperti itu. Kenapa menurutnya hari ini Libra berbeda dari hari-hari biasanya. Bahkan ia sama sekali tak terlihat menakutkan dan nyatanya pria itu terus menolongnya. Jadi buat apa ia merasa bahwa pria ini tak peduli kepadanya.


Jasmine menghela napas panjang dan kemudian menatap ke arah Libra yang terus memandang ke arahnya. Jasmine menjadi semakin bingung dengan pria itu.


"Lo kenapa dari tadi mandangin gue terus? Emangnya ada apa di gue?"


Libra menggelengkan kepalanya dan kemudian menarik napas panjang. Ia memberanikan diri untuk menyingkirkan rambut yang terus menutupi mata Jasmine.


"Ko cantik kalau dilihat dari sini."


Jasmine membulatkan matanya dan ia langsung membuang pandangannya. Kenapa tiba-tiba Libra seperti itu dan membuatnya sangat takut saja.


Tapi jujur saja Jasmine sangat merasa tersentuh dengan ucapan laki-laki tersebut dan bahkan sampai mempengaruhi dirinya. Wajah Jasmine bersama merah dan ia tidak bisa mendampingi bahwa ia merasa salah tingkah dengan ucapan pria itu.


"Dih apaan sih ko gak jelas."


"Gue serius."


"Udah ah!!"


Libra tersenyum melihat tingkah Jasmine yang menggemaskan. Melihat dirinya yang seperti ini pria itu juga bingung bagaimana caranya membuat Jasmine menyukainya.


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2