
Jasmine sedang fokus mengerjakan soal ujian yang telah dipelajari kisi-kisinya sehingga ia tampak tidak terlalu tertekan. Di sisi lain, kedua sahabatnya yang baru saja belajar tadi malam merasakan perbedaan yang sangat besar. Di dalam hati Jasmine, ia padahal sedang mengejek sahabatnya yang selalu mengabaikan ucapannya sewaktu menasehati mereka untuk belajar lebih awal agar tidak ketinggalan. Lihatlah sekarang mereka tidak mampu untuk menjawab dan terlihat mengeluh dengan soal yang menurutnya cukup mudah jika belajar lebih awal.
Karina dan Caca yang jarak tempat duduk mereka yang sangat jauh tentunya tidak bisa memberikan contekan. Mencontek dari Jasmine? Tentu aja hal tersebut tidak akan pernah bisa terjadi karena Jasmine paling anti dengan yang namanya memberikan contekan hingga kadang ia dijuluki dengan cewek pelit.
Akan tetapi Jasmine sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut. Menurutnya kejujuran saat mengerjakan tugas itu lebih penting. Karena nilai masing-masing dan tentunya mendapatkannya juga harus dengan usaha masing-masing.
Jasmine adalah orang yang pertama kali mengantar soal dan lembar jawaban. Tidak ada yang aneh bagi merekadi dalam kelas karena hal tersebut sudah biasa. Maka dari itu Jasmine sudah boleh mengambil ponselnya dan memainkannya.
Dengan sombongnya Jasmine malah mau memamerkan hal tersebut kepada Karina dan Caca sekaligus mengejek mereka karena telah mengabaikan ucapannya. Dari mimik wajah mereka sangat tidak senang tapi mereka juga mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh Jasmine tersebut hanyalah sebuah candaan jadi tidak ada yang merasa sakit hati.
Jasmine pun memberikan kabar kepada Libra bahwa ia telah menyelesaikan ujiannya hari ini dan akan segera pulang.
Jasmine terus tersenyum saat membalas chat random dari Libra. Wanita itu pun merasa bahagia karena rupanya Libra tidak sekaku itu. Laki-laki tersebut juga memiliki sisi lucunya.
Hingga bel keluar pun membuat para siswa yang belum menyelesaikan ujiannya kalang kabut. Namun bagaimanapun juga mereka tetap harus mengantar karena waktunya telah habis. Jasmine menunggu kedua sahabatnya itu mengantar tugas mereka.
Karina dan Caca menghampiri Jasmine dan menatap wanita tersebut dengan pandangan tajam. Mereka seolah tengah protes kepada Jasmine yang tidak memikirkan nasib mereka saat ujian tadi.
"Kenapa?" Sebenarnya Jasmine sudah tahu apa niat mereka mendatangi dirinya. Akan tetapi ia tetap berpura-pura tidak mengetahuinya dan fokus kepada ponselnya.
Caca dan Karina pun geram dan langsung merampas ponsel Jasmine. Wanita itu tentunya sangat panik saat ponselnya dirampas sebab ia sedang chatting dengan Libra.
"Kembalikan ponsel gue!"
"What! Apa ini?!!!" teriak Karina kaget melihat chatan Jasmine dengan Libra.
Jasmine pun membulatkan matanya. Habislah ia ketahuan oleh Karina dan Caca. Selamanya ia akan selalu diejek oleh orang berdua tersebut.
Karina dan Caca membawa lari ponsel Jasmine sembari membaca chat-annya dengan Libra. Jasmine menepuk kepalanya dengan frustasi dan kemudian mengajar mereka sebisa mungkin.
"Woi please kembaliin ponsel gue! Lo tahu nggak itu tuh melanggar privasi seseorang!"
Karina dan Caca membawa jauh ponsel tersebut dan sempat membaca isi chatnya dengan Libra. Kemudian setelah mereka puas barulah mereka mengembalikan ponsel Jasmine dengan wajah tengil.
Jasmine memejamkan matanya menahan semua ejekan yang diberikan oleh teman-teman tersebut. Mereka meledek Jasmine hingga wajah Jasmine pun memerah.
"Karina oh nyangka nggak sahabat lo bakal sampai kayak gini?"
"Bahkan gue dulu nggak nyangka kalau ada orang yang bisa dapetin Jasmine! Tapi siapa sangka orang itu adalah Libra yang terkenal suka kelahi sama anak sekolah kita," ledek mereka lalu tertawa bersamaan.
Jasmine pun menjadi orang bodoh di dunia yang tidak mengerti apapun. Untuk menunjukkan kepada teman-temannya bahwa ia sedang serius Jasmine pun memasang wajah masam dan mengambil ponselnya dengan kasar dari tangan sahabatnya tersebut.
Alhasil Karina dan cacah pun langsung terdiam dan tidak bisa berbuat apapun takut membuat Jasmine marah. Mereka saling berpandangan dan menyalahkan satu sama lain. Sementara itu Jasmine sudah lebih dulu pergi ke parkiran untuk menunggu jemputan dari Libra.
"Sumpah ini semua salah lo ya!"
"Enak aja lo nyalahin gue, lo juga ikut-ikutan. Jadi yang salah bukan gue aja, tapi lo juga," ucap Karina yang tidak terima disalahkan oleh Caca dan kemudian pergi begitu saja.
Mereka pun akhirnya berperang dingin. Jasmine tahu ujung-ujungnya akan seperti itu semisalnya ia mendiamkan keduanya. Tapi tidak apa sesekali ia akan menghukum keduanya.
__ADS_1
__________
"Kenapa dengan kedua teman lo itu?" tanya Libra melihat Karina dan Caca yang tampak sedang bermusuhan. Jasmine hanya melirik ke arah keduanya dan kemudian memutar bola matanya.
"Mereka? Tidak usah dipikirkan, mereka memang seperti itu. Salah sendiri karena baca chatan kita."
Libra pun langsung membulatkan matanya. Ia sungguh terkejut saat tahu bahwa chatnya dengan Jasmine dibaca. Laki-laki tersebut memandang kembali ke arah dua orang wanita itu dengan tatapan tidak percaya.
"Dia benar-benar menguji kesabaran ku saja," ucap Libra dan Jasmine pun menatap Libra dengan tatapan menantang jika misalnya ia ingin menyakiti kedua temannya itu. "Gue bercanda kali, tapi lagian juga bagus. Biar gue bisa mamerin keromantisan gue sama lo ke orang berdua yang sombong itu."
Jasmine menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran Libra. Ia berharap pria itu berada di jalan yang sama dengannya. Tapi tampaknya pria itu malah tidak sejalan dengannya dan bangga dengan hal tersebut.
"Sudahlah kita langsung pulang aja." Libra pun terkekeh dan memasangkan helem langsung ke kepala Jasmine. Kemudian ia mengangkat wanita itu ke boncengan motornya. Otomatis Jasmine terkejut dan langsung berteriak. "Apaan sih Libra!!!"
Libra tak peduli dan kemudian menyalakan motornya dan membawa Jasmine dengan kecepatan tinggi membuat wanita itu berteriak kencang.
_________
Jasmine menyerahkan helm tersebut kepada Libra dengan kesal. Setelah itu tanpa ada berpamitan lagi Jasmine langsung masuk ke tempat lesnya dan meninggalkan Libra di luar.
Libra termenung dan memikirkan kesalahan yang ia perbuat tersebut. Tapi dirinya sama sekali tidak merasa bersalah dan kemudian pergi meninggalkan tempat les tersebut.
Di tengah jalan Libra tidak sengaja bertemu dengan rombongan gengnya. Ia pun turun dari motor dan menghampiri anggotanya tersebut di warung. Wajah masam penjaga warung itu dengan ogah-ogahan menyambut Libra.
Karena mereka semua hafal bahwa jarang sekali anggota geng motor ini membayar jajanan yang mereka beli dan malah meninggalkan warung begitu saja.
"Bi, gorengan."
Ia pun mengeluarkan lembaran uang merah dan memberikannya kepada bibi penjaga warung tersebut.
"Saya tidak akan mengutang lagi. Ini semua buat bayar utang saya dan teman-teman saya."
Oscar pun menganga ia merasa terharu dengan Libra. Begitu pula dengan anggota geng yang lainnya memberikan senyuman kepada Libra sebagai tanda terima kasih. Terlihat wajah Olga di seberang sana tengah tersenyum lebar. Ia bangga dengan sahabatnya tersebut.
"Kenapa lo cengar-cengir?" tanya Libra sembari meletakkan kopinya di depan Olga.
Olga pun menarik satu sudut bibirnya seolah tengah mengejek Libra. Semenjak berpacaran dengan Jasmine Libra sudah mulai banyak mengalami perubahan.
"Sadar gak misalnya lo udah banyak berubah. Ya well itu bagus," ucap Olga kemudian malah meminum kopi milik Libra.
"Oh."
"Gimana hubungan lo dan dia?"
"Kepo banget lo."
"Ya gue kepo."
"Gitu-gitu aja."
__ADS_1
Mereka pun mengobrol dengan santainya. Bercanda hingga larut malam.
"Wih siapa tuh cewek cantik banget!!" teriak anggota geng motornya.
Cewek yang hanya mengenakan hot pants dan baju kaos tersebut pun langsung membalas tatapan para pros yang tajam ke arahnya itu dengan pandangan marah.
"Bisa gak kalian tidak mata keranjang!? Alay!!" teriak wanita itu dan mengalihkan perhatian Libra.
Libra pun memandang ke arah wanita tersebut dan mengerutkan keningnya. Ia memandang ke arah Olga.
"Tuh cewek emang dekat sini rumahnya. Emang sering ke sini juga, dia temannya Nadia mantan pacar lo itu."
Libra pun menarik nafas lumayan panjang dan menghembuskannya perlahan. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya mengingat bahwa Nadia adalah mantan pacar yang paling lama. Selain itu ia tempat gagal move on dengan Nadia. Tentunya wanita itu banyak mengetahui hubungannya dengan Nadia.
"Kenapa dengan wajah lo ini? Kayaknya lagi nggak enak."
"Woi lo Libra!!" teriak cewek tersebut yang membuat semua orang mengalihkan perhatian pada Libra.
Libra pun membuang wajahnya dan kembali memakan gorengannya. Tiba-tiba wanita itu memotret dirinya dan terlihat sangat senang.
"Lo suka sama Libra ya?" tanya Moran meledek wanita tersebut.
"Enggak lah, gue mau kirim foto ini ke Jasmine!!"
Libra pun memandang wanita tersebut yang tak lain Karina itu dengan tajam. Ia sudah berjanji kepada Jasmine tidak akan membuang-buang waktunya dan harus mencari pekerjaan.
"Hapus gak lo?!"
"Wlee gak mau!! Udah terlanjur terkirim."
Dertt
Tiba-tiba ponsel Libra pun berdering. Pria itu menarik napas panjang dan menatap tajam Karina.
"Karina sialan!!"
Venus langsung menyemburkan tawanya karena baru kali ini melihat ketua mereka setegang ini.
"Jadi nama lo Karina?" tanya Moran.
Karina tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja. Olga tertawa dan ia tertarik melihat Karina.
"Lo ada kontak dia?"
"Gila kali gue punya kontak cewek monster gitu!!"
________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.