Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

( Cerita hanyalah fiktif/karangan semata )


Pagi itu, di perumahan mewah bergaya minimalis. Seorang pria berjalan pelan terkadang meraba dengan tangannya menghindari setiap funiture yang terdapat di sana untuk memudahkannya melakukan aktifitas.


Setiap sudut rumah sudah dihafalnya,rumah yang sudah lama dia tempati semenjak kecelakaan itu. Pria yang berusia 25 tahun yang kehilangan penglihatannya namun tidak menghilangkan ketampananya.


Marcel louis, begitulah namanya.Ia melangkah menuju kedapur untuk mengambil susu yang berada di kulkas dan berjalan menuju kursi meja makan yang tidak jauh dari sana dan kemudian sarapan pagi.


Setelah merasa kenyang, marcel melangkahkan kakinya ketempat penyimpanan pakaian dan acseoris lainya yang ada di sebelah kamar tidurnya tetapi masih satu ruang dengan kamarnya.


Marcel menghampiri gantungan pakaian yang sudah di beri lebel huruf briele pada setiap pakainya untuk memudahaknya mengenali warna pada pakaiannya.


Sebuah kemeja putih gading yang di pilihnya lalu dicium baju tersebut untuk memastikan kondisinya masih harum dan celana slim berwarna hitam menjadi setelan hari ini tidak lupa acsesoris jam tangan yang didisain sendiri khusus untuk para tunanetra yang pastinya harga selangit.


Marcel saat ini akan menuju ke sekolah luar biasa, dia menjadi guru pengganti di sana menggantikan guru yang sedang cuti hamil. Sudah 2 bulan dia mangajar disana,marcel mengajarkan tentang pengenalan huruf briele.


Meskipun marcel dianggap buta tapi dia tidak buta total melainkan masih bisa melihat bayangan samar dari jarak tertentu. Di depan para muridnya marcel berubah menjadi sosok yang hangat selain itu dia akan menjadi sosok yang dingin cendrung pendiam dan keras. Hanya orang terdekat saja yang paham akan sikapnya itu.


Sementara di sudut lain ibu kota, seorang gadis cantik yang ceria berusia 20 tahun bernama Azalea yang sering dipanggil Lea, tampak tengah duduk di samping ibunya yang terbaring sakit.Wanita paruh baya itu terbaring lemah karena penyakit ginjalnya apalagi semenjak di tinggalkan oleh suaminya.


"Mah,jangan banyak pikiran ! iklas kan papah,dia sudah tenang di sana !' perintah anaknya sedih melihat kondisi ibunya.


Lea tau jika kondisi ibunya semakin memburuk semenjak papahny meninggalkan mereka. Namun ia selalu berharap ada keajaiban untuk kesembuhan ibunya.


"Mamah baik-baik saja lea,kamu juga jangan terlalu mikirin mamah fokus dengan kuliahmu" jelas mamah


"Tapi mah, Lea ingin mamah sembuh, Lea tidak ingin kehilangan mamah sudah cukup papah pergi meninggalkan kita. Sekarang cuma mamah yang Lea punya."


"Iya sayang,mamah juga ingin sembuh. Tapi biaya untuk cangkok ginjal butuh biaya besar nak. Sementar peninggalan papahmu tidak banyak "


"Tidak apa mah,nanti lea coba cari kerja"jelas lea menenangkan ibunya.


***


"Turunkan aku ditaman dion,aku ingin menenangkan diri sebentar" perintah marcel pada dion


Dion adalah supir pribadi Marcel yang selalu mengatarkan kemanpun dia pergi sekaligus asistennya.Dion orang kepercayaan Tuan Adam Louis ayah dari Marcel. Marcel saat ini duduk di kursi taman di temani pengamen yang sengaja di panggil Dion untuk memainkan gitar di sana.


"Tinggalkan aku,dan kembali lagi kesini saat nanti aku telphone"


"Baik".Jawab Dion dan kemudian pergi meninggalkan Marcel


Semilir angin berhembus menerpa wajah tampan Marcel yang sedang duduk sambil mendengarkan petikan gitar dari pengamen itu. Petikan gitar memainkan nada melodi terdengat,membuat suasana menjadi tenang.


Datang seorang gadis ketaman itu dengan wajah sedih dan duduk di kursi taman.Pengamen itupun menyudahi permainannya dan meninggalkan  Marcel bersama gadis itu. Gadis itu azalea,dia pergi ketaman sesudah menjenguk ibunya dirumah sakit yang tidak jauh dari taman ini.


Duduk termenung memikirkan kondisi sang ibu dan bagaimana mencari uang untuk biaya pengobatan ibunya. Untuk menenangkan diri,dia mengeluarkan handphonenya memasangkan hansfree ketelingan dan kemudian meyalakan lagu untuk didengarnya.

__ADS_1


Sambil mendengarkan lagu dia bersenandung bernyanyi mengikuti lirik lagu yang di putar tanpa sadar di kursi sebelahnya ada seorang pria yang duduk dan mendengar suara nyanyian lea.


“Terkadang kita tak sejalan”


“Untuk sebuah tujuan “


“Terkadang kita tak sepemikiran”


“Untuk wujudkan harapan”


“Pun terkadang kita tak sekata untuk tunjukan rasa”


“Semua akan baik baik saja”


“Dan percayalah semesta selalu


Punya cara untuk buat kita seirama”


“oh,oh,seirama” .Lea menyanyi dengan suaranya.


(Megantoro)


"Lumayan" ungkapnya tersenyum samar dengan pandangan tetap lurus


Mendengar ada yang berbicara,lea menoleh kesebelah kiri dimana suara itu berasal bersamaan dengan Marcel juga menoleh ke arah kanan.


“ehm”. Suara dehaman lea.


“Apakah suaraku sumbang ? tidakkan?” pikir lea sambil mencarikan suasana


Karena meras malu,akhirnya dia pergi meningalkan


Marcel di taman seorang diri.


***


Sementara di kampus, setelah pelajaran usai lea bersama temannya vani duduk di kantin di temani makanan minuman.Vani teman dekatnya lea sejak ia kuliah disana mereka selalu bersama dalam berbagai hal entah mengerjakan tugas kuliah atau lainnya.


“Vani,tahu tidak aku tadi bertemu dengan pria yang tampan sekali di taman”. Jelas lea antusias  pada temannya


“Aku tidak percaya,tunjukan fotonya padaku!”Pinta vani


“Aku tidak berani mengambil fotonya”. Kata lea menyesal


“Saat kamu ospek,bahkan kamu berani mengambil foto pangeran kampus..Kamu tak kenal takut” kata vani mengingatkan


“Yang ini levelnya berbeda” jelas lea mencoba mengelak.

__ADS_1


Sesaat kemudian wajah lea berubah sedih,dia mengingat kondisis ibunya.


"Kenapa lea?tadi senang banget saat menceritakan pria tampan,tapi kenapa sekarang berubah sedih?" tanya vani pada lea diam seolah memikirkan sesuatu.


"Aku mikirin mamahku "jawab lea dengan suara pelan.


"Mamahmu masuk rumah sakit lagi?" tanya vina


Lea mengangguk " Iya, sekarang makin parah apalagi semenjak papah pergi"


"Selama ini papah yang membiyayai pengobatan mamah,tapi sekarang papah sudah pergi, otomatis aku sebagai anak satu satunya yang mengantikan sebagai tulang punggung melanjutkan pengobatan mamah dan itu butuh biyaya banyak.Tabungan kami sudah mulai menipis


"kata lea sedih


"Apa kamu butuh pekerjaan ?"tanya vani


Lea mengangguk "iya"


"Aku sudah mencoba mencari pekerjaan beberpa hari ini,tetapi belum mendapatkannya" jelas lea sedih


"Kebanyakan mereka membutuhkan karyawan yang terikat secara penuh waktu,sementara akukan masih kuliah dan belum lulus pula"


"hmmmmm..."suara vani


"iih...apan si hmm doang" kata lea sebal


"Jangan marah dulu dong,akukan cuma becanda" bujuk vani


" Kemarin, ayah aku bilang ke aku bahwa sahabat ayahku melihat kamu di sebuah panti asuhan. Sahabat ayahku meminta agar aku menghubungi kamu untuk menawarkan pekerjaan yang sekiranya kamu berminat" jelas vani


"Apa kamu kenal denga Pak Adam ?"Tanyanya lagi


"Tidak !" sambil menggelengkan kepala


"Aku kepanti asuhan sebagai relawan untuk membantu anak anak yang berkebutuhan khusus untuk memahami karakteristik mereka dari segi prilaku,emosi,sosial dan komunikasi dari tiap-tiap jenis kebutuhan khusus.


Serta, apa dampak dan masalah secara psikologis yang dialami akibat kebutuhan khusus itu." Jelas Lea


"Oh ya, pekerjaan apan yang di tawarkan Pak Adam?" tanya lea antusias


"Kamu tidak tanya sama ayahmu?"tanya lagi


"Ayah tidak bilang apa apa hanya menyampaikan pesan Pak Adam dan memberikan kartu nama ini untukmua" jelas vani sambil memberikan kartu nama itu ke lea.


"Coba saja kamu hubungi beliau,siapa tahu pekerjaan itu cocok untukmu" bujuk vani


"Adam Louis, baiklah nanti aku coba hubungi beliau" kata lea sambil terus memperhatikan kartu nama itu

__ADS_1


__ADS_2