Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
PERUTMU SEDIKIT MELEBAR


__ADS_3

"Dia khusus datang melihatku lalu pergi. Dia pasti menduga ada masalah dengan kuliahku"


"Hah...pacarku bisa melihat dengan jelas saat di perlukan" Ujar lea menagkup pipinya


"Sadarlah, kau terlalu di mabuk cinta. Begitu pacarmu datang kau melupakan segalanya" ujar vani mengejek


"Aku tidak memikirkannya terus" sahut Lea mengelak


Lea dan Vani sedang berada di cafe bersam Leon. Leon yang mendengarkan pengakuan lea menceritakan Marcel seketika mengepalkan tangannya. Dia menahan gejolak amarah dalam dirinya. Dia tidak ingin kedekatannya saat ini hancur karena tidak bisa menahan cemburunya. Dia akan mencari cara untuk memisahkan Marcel dan lea.


"Lea, kenapa kau bisa berpacara dengan Marcel padahal kan awalnya kau hanya bekerja untuk menjadi temannya.tapi sekarang kau malah menjadi pacarnya?" Tanya Leon


"Ceritanya mengalir begitu saja leon. Aku tidak sadar kapan rasa itu hadir di tengah tengah kami". Jawab Lea


Leon mencoba tenang mendengar tapi dalam hatinya seperti api disiram bensin maka semakin besar pula apinya.


"Bagaimana dengan masa depanmu?apa kau tidak memikirkan itu?"Tanya leon


"Mengapa kau bertanya seperti itu leon?" Tanya balik lea sedikit tidak seku dengan pertanyan leon


Melihat respon lea yang kurang menyukai leon segera mengalihkan pembicaraannya.


"Aaah...lupakan pertanyaan ku tadi. Aku hanya khawtir saja dengnmu". Jawab leon mengalihkan perhatian


"Ck...kau ini". Sahut lea atidak mau memperpanjang lagi


Tiba tiba ponsel lea berdering ada telpon dari Marcel. Segera lea mengangkatnya.


"Halo"


"Kau dimana? Mengapa belum datang kerumah?" Tanya Marcel dari sebrang telepon


"Aku sedang bersama temanku di cafe, sebentar lagi aku kesana". Jawab lea lalu menutup telponnya.


"Siapa yang meneleponmu?apa ibumu?" Tanya leon setelah lea mengakhirinya panggilan


"Bukan. Dia pacarku" jawab lea


Seketika wajah leon berubah cemberut namun dia mampu menutupinya agar tidak di ketahui. Dalam pikirannya apakah lea tinggal bersama dengan Marcel. Tidak mungkin karena lea juga harus mengurus ibunya yang sednag sakit.


"Ya sudah aku pergi dulu. Kau antar vani pulan leon !" Ucap lea meninggalkan mereka berdua lalu masuk letadalm taxi yang sudah di pesannya.


***


"Marcel, tadi temanku bertanya apa ibuku yang meneleponnya. Asataga"


Marcel tersenyum mendengar ucapan ngawur  lea lalu membungkus badan lea dengan jaketnya. Lea merasa nyaman di pelukan Marcel. Ketika mendusel di dada Marcel, merasa ada sesuatu di kantung kemeja Marcel lalu lea merabanya.


"Jangan bergerak !" ujar lea ketika Marcel akan menepis tangannya.


Lalu lea mengambil isi dikantong itu dan tersenyum setelah mengatahui isi dari kantung kemejanya. Sebuah permen yang pernah di berikan oleh lea kepada Marcel.

__ADS_1


Marcel ingin mengambilnya namun lea sigap menghindarinya.


"Kembalikan!" Pinta Marcel


"Tidak mau" sahut lea geleng kepala


"Ini punya ku" ujar Marcel menadahkan tangan


"Sungguh?"


"Marcel, apa bola beras ketan waktu enak?"


"Enak" jawab Marcel


Lea mengjela nafas lalu tersenyum mendengarnya.


"Aku salah" ujar lea sambil memasukan permen kemulut Marcel.


Marcel terkejut ketika permen masuk kemulutnya.


"Seharusnya aku tidak membelikan gisel permen semanis ini. Giginya bisa berlubang" jelas lea


Marcel tersenyum mendengar penyesalan lea lalu menggandeng tangan lea dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Marcel, jika ada rahasia yang aku sembunyikan dan tiba tiba kau tahu dari orang lain apakah kau akan marah padaku?" Tanya lea menatap dengan serius


Dahi Marcel mengkerut mendengar pertanyaan lea.


Lea bimbang ingin berkata apa. Dia ragu untuk mengatakan awalnya dia berniat mendekati Marcel karena uang karena butuh untuk membiayai hidup keluarga taoi sekarang dia benar tulus pada Marcel. Dia takut ketika Marcel mengetahu kebenarannya malah menjauh darinya.


"Tidak.tidak ada apa-ap. Itu jika hanya jika ada rahasia" jawab lea gugup


Marcel tidak ingin memaksa lea untuk berkata jujur biarkan lea nantinya yang mengatakannya di waktu yang pas.


"Baiklah, jika ada apa-apa kau ceritakan padaku. Jangan di sembunyikan". Ujar Marcel


Marcel menggeser badannya menedekat ke lea lalu merangkulnya. Marcel meraba perut lea.


"Lea, apa bisa kurangi makan? Sekarang perutmu agak sedikit lebaran" Tanya Marcel meledek


Lea menundukan kepalanya melihat tangan Marcel yang meraba perutnya.


"Sembarangan pegang!" Ujar lea menepis tangan Marcel di perutnya


Marcel mengibas tangannya yang dipukul lea lalu kembali meraba perut lea.


"Kau masih memegangku" ujar lea kesal memukul kembali tangan Marcel


Marcel mengibaskan kembali tangannya menghindati pukulan lea lalu kembali ke perut lea untuk menggelitiknya.


"Hahaha" tawa lea menggema dikelitik oleh Marcel

__ADS_1


"Kau benar benar ya,tidak boleh memegangnya" ucap lea


Tapi Marcel terus memgelitknya tanpa menghiraukan ucapan lea.


Dirumah Sela sedang menyiapkan makanan di meja. Dia melihat tidak lea di ruang makan.


"Dimana lea?" Tanya Sela pada bibi lea yang sedang duduk menonton tv


"Dia sedang di kamarnya" Sahut Sarah


Lalu Sela berjalan ke arah kamar lea. Disana lea sedang menggunakan hedshetnya dan sedang berbicara dengan sesorang di ponselnya.


"Hujan membasahi atap. Burung burung pulang kerumahnya. Kapal telah menjauh. Meninggalkan masa muda.Kapankah bertemu lagi?"


Sela di depan pintu mendengar percakapan lea. Dia berpikir dengan siapa lea berbicara?.


Di lain tempat Marcel tersenyum yang mendengar cerita lea di ponsel.


"Coba ceritakan lagi !" Ujar Marcel memeinta lea melanjutkan ceritanya


Leapun melanjutkan membeca ceritanya.


"Hujan membasahi atap. Burung burung pulang kerumahnya. Kapal telah menjauh. Meninggalkan masa muda.Kapankah bertemu lagi?" Cerita Lea


Lea terdiam tidak ada suara dari Marcel


"Ada apa?" Tanya lea heran tidak terdengar suara Marcel


"Aku mendadak sadar, suaramu enak di dengar" puji Marcel.


Lea tersipu malu mendapat pujian dari Marcel.


Sela masuk ke kamar lea secara perlahan ingin mengetahui apa yang dilakukan putrinya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sela


Lea terlonjak kaget tiba tiba ibunya membuat dia terkejut dengan masuk kekamarnya tanpa memberitahukan. Dia menoleh kebelakang dan mendpatkan ibunya berdiri disana. Lea menghela nafas harus memeberi alasan apa kepada ibunya.


"Dengan siapa kau berbicara?" Tanya Sela menyelidik


"Dengan Marcel bu" Sahutnya


"Lalu kenapa kau berbicara puitis seperti itu? Apa kau mencoba merayu pria?"


"Tidak. Tidak. Aku sedang berdiskusi tentang pelajaran. Marcelkan sudah tidak mengajr lagi di SLB, jadi aku mendiskusikan pelajaran yang akan di ajarkan di SLB nanti". Jelas lea memberi alasan agar ibunya tidak curiga


Disana Marcel memdengar oembicaraan lea dengan ibunya lalau tiba tiba sambungannya terputus karena lea memutuskan panggilannya.


"Sudah lah bu. Tidak ada hal yang serius itu hanya masalah pelajaran saja. Ibu malah menanyakan ini itu". Ucap lea meyakinkan ibunya sambil mendorongnya untuk keluar kamar


Ibunya pasrah lalu kembali keluar dari kamar lea menuju dapur.

__ADS_1


***


__ADS_2