
Di ruangan itu hanya beberapa dosen yang sedang sibuk dengan kegiatannya sementara dosen lainnya sedang berada di kelas.
Saat ini lea sedang berhadapan dengan pak dosen untuk membicarakan tentang magangnya
"Lea, atas recomendasi dari Pak Adam kamu magang di SLB_A khusus anak tuna netra untuk nilai kuliah kamu. Apakah kamu kenal Pak Adam sampai dia merecomendasikan hal tersebut ?" jelas Pak Dosen sambil bertanya
"Tidak terlalu kenal juga,hanya pernah bertemu di panti asuhan tempat saya menjadi relawan " jelas lea
"Begitu,ya sudah ini surat izin magang kamu nanti serahkan kepada kepala sekolah di sana. Kamu harus rajin magang di sana dan harus sabar dalam mengajar anak anak disana. Mereka anak anak istimewa perlakukan dengan baik "kata pak dosen dengan jelas
"Magang disana tidak menyita waktu kamu seharian,kamu masih bisa mengurus ibu kamu yang sedang sakit "
" Baik pak "kata lea sambil memasukan surat izin magang itu kedalam tasnya
"Terimakasih pak,saya undur diri" kata lea sambil beranjak dan pergi
Alasan kenap Adam bisa merecomendasi tempat magang untuk Lea karena Adam merupaka salah satu dari donatur di Universitas itu terlebih Marcel sempat kuliah di sana sebelum kecelakaan itu terjadi.
***
Di koridor kampus vina menghampiri Lea yang sedang berdiri menyender dinding sambil memainkan Handphone.
"Hei lea !" Sapa vina menepuk pundaknya
"Hai vin !"sapa lea balik sedikit terkejut
"Bagaimana pertemuanmu dengan Pak Adam tadi? Pekerjaan apa yang di tawarkannya ? Tanya vina ingin tahu
"Vina,aku pikir Pak Adam akan menawarkan pekerjaan di kantornya,tetapi...! " kata lea terputus ragu untuk melanjutkannya
"Tapi apa lea?" Tanya vina antusias
"Aku bekerja menjaga anaknya vin "kata lea murung
"Tunggu ! Menjaga anakny bagaimana?" Tanya lea ulang
"Aku harus menjadi temannya, mendekatinya dan yang paling penting aku harus mengubah sikap anak itu, apa aku bisa " jelas lea sedikit ragu
"Anaknya cowok atau cewek ?" Tanya Vina
"Anaknya cowok namanya Marcel " jelas lea
"Wahhhh,hati hati nanti jatuh cinta kamu "kata vina tersenyum
"Enggalah,bagaimana jatuh cinta orang Mercel sikapnya dingin dan tertutup sulit di dekati informasi dari pak adam "jelas Lea
"Jalani saja dulu,kamu kan sedang butuh biaya untuk ibu kamu lagi pula pekerjaan ini tidak terlalu mengikat waktumu " jelas vina
"Ya, minggu depan aku mulai magang di SLB tempat Marcel mengajar di sana." Kata Lea.
***
Seminggu setelah pertemua lea dengan Pak Dosen tentang kesepakatan untuk magang di SLB yang di rekomendasikan atas perintah Pak Adam.
Sambil mengendarai motor meticnya di sepanjak jalan menuju sekolah berdiri pohon privet atau ligistrum, dan ada minimarket yang tidak jauh dari sekolahan.
__ADS_1
Dengan tersenyum Lea memarkirkan motornya di tempat parkir kendaraan dan melangkah memasuki gedung sekolah.
Saat langkah kakinya menyusuri koridor sekolah, lea mendengar suara pria yang pernah di dengarnya. Perasaannya suara itu pernah di dengar untuk beberpa kali
"Satuan dasar dari sistem tulisan ini disebut sel braille, di mana tiap sel terdiri dari enam titik timbul; tiga baris dengan dua titik. Keenam titik tersebut dapat disusun sedemikian rupa hingga menciptakan 64 macam kombinasi " Suara pria dalam kelas mengajarkan pada muridnya
Lea terus melangkah mencari sumber suara pria itu. Saat menemukan suara itu dia berhenti didepan jendela kelas dari sana bisa terlihat aktivitas para murid dia tersenyum mendengar suara pria itu.
"Aku bertemu lagi untuk yang ke tiga kalinya" gumam lea masih tetap tersenyum
Lea masih berdiam diri dekat jendela sambil terus mendengarkan pria itu menjelaskan pelajarannya sampai ada seorang anak memanggil pria itu.
"Guru Marcel"panggil seorang murid perempuan.
Mendengar nama Marcel,lea terkesima apakah pria itu Marcel anaknya Pak Adam?
Pria yang di panggil guru menghampiri murid perempuan itu. Membantu memasangkan kertas pada reglet dan menjelaskan kesalahan yang dilakukan murid perempuan itu.
"Gisel,setelah titik number indicator 3456 selanjutnya di baca angka ingatlah untuk melakukan lanjutannya "jelas guru pria itu dengan lembut
"Aku mengerti "jawab gisel paham
"Gadis pintar "ucap guru pria itu sambil mengelus kepala muridnya
Lea tersenyum melihat interaksi mereka berdua.Tak lama terdengar suara bel berbunyi pertanda kegiatan belajar usai
Marcel menyudahi kegiatan belajar dan para murid serentak berdiri dan mengucapkan salam secara bersamaan.
Saat kelas yang di ajarkan oleh Marcel usai, Lea membuntutinya. Lea menyeimbangkan langkahnya dan berada di samping Marcel.
Marcel menoleh seakan mengenali suara yang memanggil namanya.
"Apakah aku mengenalmu ?"tanya Marcel
"Eem,aku pikir kamu tidak.."kata lea terputus karena Marcel diam dan meninggalkannya tanpa mendengar perkataan lea
Lea terus mengikuti Marcel kemanapun pikirnya tugasnya sudah dimulai saat itu. Marcel terus berjalan beberpa langkah kemudian belok kiri menuju kearah tangga.
"Apakah kau perlu bantuan?"kata lea menawarkan
Marcel terdiam mendengarkan suara lea untuk memastika suara yang pernah di dengarnya sewaktu pergi ke kantor ayahnya tempo hari.
Marcel menoleh ke hadapan Lea, Lea gugup saat berhadapan dengan Marcel.
"Kita pernah bertemu, di kantor Louis Company?"tanya Marcel memastikan
"Ya,di dalam lift" jawab lea
"Aku guru magang baru, aku Azalea"kata lea memperkenalkan diri.
"Kau sendiri ?"tanya Lea ingin mengetahui nama lengkapnya
"Marcel Louis" jawab marcel memperkenalkan diri juga
"Apa ?"tanya lea terkejut mendengar kata kepanjangan nama Marcel.Pikir lea berarti benar pria di depannya adalah putra dari Pak Adam yang akan di dekatinya.
__ADS_1
"Marcel Louis "ulang Marcel
"Ah ya, apa Guru Marcel tahu kantor kepala sekolah? Tanya lea
Sambil menoleh "aku akan mengantarnya " jawab Marcel seraya berjalan menaiki tangga
"Baik" kata lea sambil mengikuti langkah marcel di depannya
Dari atas tangga tiba-tiba sekumpulan anak berlarian tepat ke arah mereka. Lea sontak dengan sigap pasang badan melindungi Marcel dari anak-anak itu tanpa sengaja tangan Lea dan Marcel bersentuhan.
"Pelan-pelan turunya pelan pelan pelan pelan "ucap lea berulang kali dengan tangan di rentangkan melindungi Marcel
Lea membalikan posisinya berhadapan dengan Marcel,
Jarak mereka jadi sangat dekat dan Lea membuat degup jantung lea berdetak cepat.Lea merasa gugup di hadap Marcel.
"Semoga dia tidak mendengar detak jantukku "pikir lea berharap agar detak jantungnya tidak terdengar.
Tapi bagi Marcel yang tak melihat kedekatan mereka, sama sekali tak terpengaruh dan tetap memperlakukannya dengan dingin.
Saat menyadari betapa dekatnya wajah mereka membuat Lea hampir saja terjatuh. Untungnya dia sigap berpegangan pada Marcel.
Kau "kata Marcel terkejut sat tangannya di sentuh.
"Aku" kata lea gugup
"Aku hanya bertanya,apakah kau membutuhkan aku untuk memegangimu"kata lea sambil masih memegangi tangan Marcel.
"Tidak"jawab Marcel dingin seraya melepaskan pegangan tangan lea pada dirinya.
Marcel berjalan terlebih dahulu sementara lea merasa malu atas tindakanya tadi.
"Guru Azalea,apakah kau tidak ikut? Tanya Marcel karena merasa tidak ada orang di belakangnya
"Ah ya " kata lea sambil menaiki tangga mengikuti Marcel
"Guru Marcel,panggil aku lea saja karena aku belum menjadi guru "kata lea menjelaskan setatusnya di sekolah itu
Marcel hanya terdiam tidak menjawab perkataan lea. Mereka terus berjalan menaiki tangga melewati koridor kemudian jembatan penghubung antara gedung satu dengan gedung lainnya.
Sampai pada ruangan kedua mereka berhenti.
"Disana adalah ruang kepala sekolahnya"jelas Marcel dan kemudian berjalan meninggalkan lea
"Terimakasih"ucap lea
"Guru Marcel !" Panggil Lea
Langkah kaki Marcel terhenti dan menoleh sedikit.
"Sampai jumpa lagi "ucap Lea sambil tersenyum
Marcel melanjutkan langkahnyanya seulas senyum samar tersirat di wajahnya.
***
__ADS_1