
Ke esok harinya cuaca sedang hujan namun lea dan Marcel benar benar datang menepati janjinya dengan gisel. Ketika lea datang ke panti semuanya sudah berkumpul di ruang pertemuan sebagai tempat melatih menyanyi.
"Guru lea". Ucap gisel ketika mengetahu sesorang datang
"Ya ini aku". Sahut lea dan mendekat ke gisel yang sedang berdiri di samping Marcel yang bersiap siap untuk bernyanyi.
Di sana ada gisel yang berdiri samping Marcel didepannya ada beberapa anak duduk disana yang akan ikut berlatih.
"Ayo semuanya mulai !" Ucap Marcel
"Guru Marcel bagaimana jika kita membentuk formasi dulu?" Ujar Gisel memberi masukan
Lea yang mendengarnya langsung beinisiatif menawarkan diri.
"Aku bisa bantu". Ujar lea menawarkan diri
"Tidak perlu". Sahut Marcel menolak bantuan lea dan segera memulainya.
Mendapat penolakan lea mengurucutkan bibirnya.
"Kita mulai dari latih bernyanyi. Gisel kau mulai nadanya". Ujar Marcel
Memdapat perintah untuk memulai bernyanyi giselpun segera mengeluarkan suaranya.
"Di luar gang panjang"
"Di sepanjang jalan kuno"
"Rumput hijau nampak menyentuh tembok"
Suara nyanyian gisel di ikuti suara anak anak lainnya.
Lea yang mendengar nyanyian gisel tersenyum kagum.
"Pantas saja Marcel begitu menyayanginya dia memiliki suara yang bagus. Memang orang yang bisa bernyanyi sangat mengagumkan" gumam lea dalam hati mengagumi suara merdu gisel
"Berhenti" cegah Marcel menghentikan nyanyian mereka.
Lea bingung mengapa Marcel menghentikan mereka bernyanyi.
"Begini saja, kalian menyanyi satu persatu setiap baris lagu lalu di lanjutkan teman lainnya". Jelas Marcel
Lalu Marcel menghampiri anak laki laki dan menyuruhnya bernyanyi di baris pertama.
"Kau duluan". Ujar Marcel menunjuk anak di depannya.
"Di luar gang panjang". Suara anak laki laki itu
"Bagus". Ujar Marcel sambil mengelus kepala anak laki laki itu lalu Marcel beralih ke anak lainnya.
"Di sepanjang jalan kuno" suara anak permpuan
"Bagus". Ujar Marcel lagi sambil mengelus rambut anak perempuan itu lalu Marcel beralih lagi kenak lainnya.
"Rumput hijau nampak menyentuh tembok". Suara anak laki laki lain
"Riko,bernyanyi itu harus sesuai nadanya". Ujar Marcel memberitahukan kesalahan yang di lakukan anak itu
"Ayo berlatih lagi". Ujar Marcel lagi memberi semangat lalu mengusap lemput kepala anak itu
Melihat Marcel begitu lembut dengan anak anak,lea ingin mendapatkan elusan itu dan mencoba mengerjain Marcel. Dia mengendap ngendap berjalan lalu duduk di kursi paling pinggir dari anak anak dengan berpura pura menjadi salah satu anak yang berlatih menyanyia.
Lea tersenyum Ketika Marcel berdiri dihadapannya. Lea sudah duduk diantara anak lainnya berharap bisa mengelabui Marcel lalu dia mulai bernyanyi.
"Matahari terbenam menerangi pegunungan" suara lea bernyanyi dibuat buat seperti suara anak kecil
Marcel mengetahui suara itu. Dia diam saja tanpa bertindak apa apa. Lea yang merasa tidak ada tanggapan dari Marcel lalu mengangkat tangan Marcel dan mengarahkannya kekepalanya dan mengeluskannya.
__ADS_1
"Disini" ujar lea mengusap usap tangan Marcel di kepalanya sekan Mmbenar Marcel yang membelai kepalanya.
"Ada kemajuan". Sahut Marcel salah tingkah lalu pergi dari hadapan lea
Lea tersenyum mendapat perlakukan lembut dari Marcel.
"Baiklah,ayo sama sama kita mulai bernyanyinya". Ujar Marcel berdiri di hadapan anak anak mengajak untuk bernyanyi bersama sama
"Tiga,dua,satu". Ujar Marcel memulai
"Di luar gang panjang"
"Di sepanjang jalan kuno"
"Rumput hijau nampak menyentuh tembok". Suara anak anak bernyanyi
Cuaca saat ini sedang hujan, Marcel keluar dari panti setelah selesai mengajar anak anak bernyanyi. Dia terdiam didepan panti menunggu jemputan. Seulas senyuman tersirat di bibirnya, dia tersenyum menginat tingkah lea tadi.
Lea datang menghampiri Marcel yang sedang menunggu sambil membawa payung.
"Doni belum sampai?" Tanya lea
Marcel canggung sedikit melirik ketika lea berada di sampingnya.
"Dia akan datang nanti". Sahutnya sedikit canggung
Lea mengurucutkan bibirnya mendengar jawaban singkat Marcel. Lalu lea melihat Marcel tidak mebawa payung.
"Kau tidak membawa payung?" Tanya Lea
"Biar kutemani sebentar". Ujar leamenawarkan bantuan
"Tidak apa apa, tidak perlu". Ujar Marcel menolak tawarannya.
"Kalau begitu aku temani kau beli payung ke toserba" lea mencoba memawarkan kembali
"Baiklah, maaf merpotkanmu". Ujar Marcel menerima bantuannya
"Tidak". Sahit lea dengan binar senag ketika Marcel mau menerima bantuannya. Lalu lea membuka payungnya dan megarahkan kerah Marcel agar mereka bisa menggunakannya bersama sama.
"Payungku kecil,jadi mendekatlah ! Jangan sampai kehujanan".
Lalu mereka berjalan beriringan dalam satu payung menuju toserba. Lea mengarahkan setiap langkah Marcel sambil terus memayunginya.
"Belok kanan". Ucap lea mengarahkan
"Sidaj sampai, awas ada tangga". Ujarnya lagi
Marcel terus mengikuti intruksi dari lea. Sesampainya disana lea menutup payungnya dan menyimpannya di tempat penyimpanan.
"Tunggulah disini".
Marcelpun mengikuti intruksi lea. Dia diam di sana sambil menunggu lea.Sementara lea menuju tempat penjualan payung.
Disisi sebelahnya Marcel mendengar percakapan sepasang kekasih
"Belakangan ini hujan terus". Ujar si wanita
"Entah kenapa tahun ini sering hujan". Sahut si pria
Hati Marcel merasa menceleos iri mendengarnya. Seharusnya dia yang memayungi lea tapi dia malah sebaliknya.
Tak lama lea menghampirinya sambile membawa payung untuknya.
"Aku memilihkan warna hitam untukmu" sambil menyerahkan payung kepada Marcel
"Baik". Sahut Marcel
__ADS_1
Merekapun menuju kasir untuk membayar payungnya. Marcek menyerahkan payung yang akan di belinya kepada kasir untuk scant
"Klik" bunyi mesin scant
"Harganya 10$" ucap kasir
Marcel merogoh saku bajunya dan mengeluarkan uang 100 $ dari dompetnya lalu menyerahkan kekasir. Lea terus memperhatikannya takut Marcel salah menyerahkan uangnya.
"Maaf, ini uang kembaliannya" ujar kasir sambil menyerahkan kemabliannya kehadapan Marcel
Marcel mencoba meraih uang kembaliannya namun tangannya tidak meraihnya Lea yang melihat itu langsung megarahkan ketangan Marcel.
"Nona mau membeli handuk atau tisue?" Tanya kasir menawarkan
"Tak apa apa, tidak perlu". Sahut Lea
"Kau pasti sibuk menjaga pacarmu hinga kau basah kuyup". Ujar Kasir
Lea tersenyum sedikit malu malu mendengarnya. "Bukan, kami bukan pasangan". Elak lea
Marcel yang mendengar ucapan kasir tentang kondisi lea yang basah kuyup karenanya. Dia merasa tak tega membiarkannya seperti itu lalu menyuruh lea untuk membeli handuk sekalian.
"Lea". Panggil Marcel lalu menyentuh tangan lea. Lea terkejut ketika Marcel menggenggam tangannya
"Dimana kalian menjual handuk?" Tanya Marcel pada kasir
"Di dekat tempat payung sana". Ujar kasir memberitahukan letak handuk
"Terimakasih"
"Ambillah !". Ujar Marcel menyuruh lea mengambil handuk
Lea tersenyum mengetahui Marcel mengkhawatirkan dirinya.
"Kalau begitu, bisa lepaskan tangaku dulu". Ujar Lea sambil menyentuh tangan Marcel untuk melepaskannya.
Marcel salah tingkah menyadari kalau dia menggenggam tangan lea lalu kemudian dia melepaskannya. Sementara lea tersenyum melihat kegugupan Marcel. Lalu lea pergi ketempat penyimpanan handuk.
Mereka duduk di tempat yang disediakan toserba menunggu jemputan Marcel semntara lea sedang mengeringkan rambut dan pakaiannya yang basah tanpa sengaja dia malah menumpahkan minuman di sampingnya mengenai baju dan sepatunya sehingga bajunya kembali basah.
"Ah, aku selalu saja ceroboh". Ujar lea pada dirinya sendiri. Lea menyampirkan handuknya di atas kepalanya lalu mengambil tisue lalu mengeringkan sepatunya
Sementar Marcel ingin memberikan saputangannnya namu lea tidak bergeming untuk mengambilnya karena tidak mengetahui Marcel berniat memberikan saputangannya.
Di seberang toserba, Doni sudah sampai dan melihat Marcel yang berniat memberikan saputangnnya pada lea namun tidak jadi lalu dia menghubungi Marvel dan memberitahukan bahwa dia sudah sampai.
"Halo?" Ujar Marcel
"Ayo keluar !" Ajak Doni
"Baiklah". Sahut Marcel
Marcel mengakhiri telponnya berniat bermaitan pada lea.
"Aku pergi dulu"
"Baiklah, sampai jumpa".sahut lea dengan berat hati harus berpisah dengan Marcel
Lalu Marcel keluar dari toserba menggunakan payung yang dipilhkan lea.
Lea memandangi kepergian Marcel lalu mengingat ketika tangannya di genggam Marcel dan mempergakannya.
"Ambillah". Ujar lea memperagakan ketika Marcel menyuruhnya mengambil handuk. Lea tersenyum malu malu jika mengingat itu.
***
Mohon dukungannya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...🙂🙂🙂
__ADS_1