Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
AUDIOBOOK


__ADS_3

Keesok harinya Lea Marcel dan murid murid pergi bertamasya.Murid murid berbaris kebelakang sambil saling memegang bahu satu sama lainnya mengikuti intruksi guru mereka agar tidak terpisah. Di belakang barisan ada Lea dan Marcel mengawasi mereka sambil menggandeng gisel.


"Murid murid,berbaris yang benar. Maju kemari perhatikan langkah kalian". Ujar guru Anwar


"Satu...dua...satu...dua maju ikuti iramaku". Ujar guru Anwar mengintruksika murid murid mengikutinya


Mereka bertamasya di taman. Di pinggiran sungai mengalir Lea ,Marcel dan gisel duduk di gazebo menikmati suasana taman di sana.


"Apa kalian memcium bau rumput?" Tanya lea


"Hmmm" sahut mereka bersamaan sambil memejamkan mata


"Apa kaliam mendengar suara air mengalir?"


"Hmmm" sahut mereka lagi bersamaan


"Bagaimana rasanya angin bertiup menerpa wajah kalian? Bagaimana dengan sinar mataharinya?"


Marcel dan gisel masih memejamkan matanya menikmati dan merasakan semilir angin yang menerpa mereka dan merasakan hangatnya sinar matahari. Lea yang mengerti kondisi mereka lalu menyentuh tangan Marcel sambil memeprrhatikannya.


"Ada apa?" Tanya Marcel menoleh ke arah lea membalas menyentuh


"Bukan apa apa. Hanya saja pemandangan sebagus ini pasti lebih menyenagkan jika bukan aku saja yang melihat ". Ujar Lea merasa sedih. Marcel terdiam mendengarnya entah apa yang dipikirkannya.


Hari semakin sore, mereka bersiap untuk meninggalkan taman. Murid muris berbaris diam di tempat sementara guru Anwar memeriksa satu persatu murid murid di bantu guru lainnya takut ada yang tertinggal.


Sementar lea membuka tasnya mencari sesuatu namun tidak menemukannya.


"Kalian kembailah dulu.Aku harus mencari sesuatu di taman" ujar lea kepada Marcel dengan tergesa gesa lalu menghampiri guru Anwar


"Guru Anwar tolong bawa mereka kembali lebih dulu. Aku harus mencari sesuatu di taman. Terimakasih" izin lea lalu bergegas masuk ketaman kembali


"Lea" panggil Marcel bersamaan guru Anwar

__ADS_1


Marcel hendak menyusul lea tapi dia izin dulu kepada gisel.


"Gisel,kau kembali dengan guru Anwar


dan yang lainnya,ya. Saat ada waktu luang aku akan menemuimu" bujuk Marcel


"Baiklah" sahut gisel


"Guru Anwar aku boleh minta bantuan untuk menjaga gisel sebentar? Aku harus mencarinya". Sambil menyerahkan gisel kepada guru Anwar


"Baiklah kalau begitu" sahut guru Anwar


Marcel bergegas menyusul lea yang lebih dahulu masuk ketaman. Lea terus mencari kesana kemari di sekitar taman sampai ada scurity menghampirinya.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya security


Lea menoleh kearah scurity dan menghampirinya


"Halo. Aku ingin bertanya. Apakah di taman ada tempat mencari barang barang yang hilang? Aku kehilangan sesuatu" ujar lea


"Aaahhh.."


"Apakah ada tempat lain untuk menemukannya? Mungkin aku menjatuhkannya di tanah lalu petugas kebersihan mungkin tidak sengaja menyapunya"


"Atau kau cari saja di tempat pemilahan sampah. Sampah hati ini masih di sana". Ujar scurity menyarankan menacri di tempat pembuangan sampah


"Benarkah?terimakasih" Ujar lea berharap barangnya bisa di temukan disana lalu dia bergegas hendak pergi ketempat pemilahan sampah.


"Lea" panggil Marcel menghampiri lea


Lea menghentikan langkahnya dan menoleh kearah suara yang memanggilnya


"Kenapa kau di sini?"tanya lea terkejut Marcel menyusulnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa aku membiarkanmu sendirian?" Jawab Marcel ada nada khawatir dalam ucapannya sekaligus kesal.


"Aku mau mencari sebuah barang. Butuh waktu untuk mencarinya"


"Biarkan aku menemanimu. Kenapa kau selalu membuat orang khawatir?"


Lea merasa seraba salah sementar dia dikejar waktu karena di taman sudah mau ditutup dan di sana ada sekurity yang menunggunya.


"Kau tunggu disini dulu. Aku akan segera kembali. Tunggu aku" peintah lea lalu bergegas meninggalkan Marcel menuju tempat pembuangan sampah


"Hei" teriak Marcel kesal lalu menyusul lea


Lea memilah sampah mencari barangnya."Dimana ya? Sebenarnya diman hilangnya?" Gumam lea. Tak lama Marcel menghampirinya.


"Bukankah aku sudah bilang untuk tak mengikutiku? Kau gila kebersihan. Kenapa kau tidak patuh sekali?" Kesal lea melihat Marcel mendekatinya


"Jangan mencarinya lagi. Sebenarnya barang sepenting apa yang sangat kau ingin temukan?jika hilang beli lagi saja"


"Itu tidak bisa dibeli. Itu audiobook untukmu. Sebelumnya aku melihat film yang cukup menarik lalu merekammnya dan berniat memberikannya kepadamu. Aku hampir menyelesaikannya. Sekarang hilang" ucap lea menyesal sambil terus mencarinya.


Tak lama lea tercengang barang dicarinya ditemukan.


"Aaah...ketemu" ujarnya mengambil barang dicarinya lalu membersihkan dan memeriksanya.


"Syukurlah,ini tidak rusak" ucap lea lega memperhatikan rekamannya


"Berikan padaku"


"Tunggu sebentar. Ini sedikit kotor " sahut lea sambil membersihkan kotak rekaman


"Maksudku berikan tanganmu" ujar Marcel lalu meraih lengan lea dan membersihkannya menggunakan bajunya sambil tersenyum.


Lea merasa tak enak melihat Marcel membersihkan tangannya menggunakan baju Marcel tapi dia juga senang akan kepedulain Marcel kepadanya.

__ADS_1


Dirumah, Marcel mendengar rekaman suara lea. Dia tersenyum menikmati setiap kalimat cerita yang di bacakan oleh lea dalam rekaman itu.


***


__ADS_2