
Sebenarnya Marcel kurang suka berada di tempat yang ramai, dia lebih suka tempat yang tenang. Tapi saat ini dia terpaksa mengikuti kemauan lea untuk makan di restoran ayam.
Karean Marcel tidak memesan apapun lea mencoba menawarkan minumannya ke Marcel.
"Minum ini jika kau haus." Tawar lea meletakan minuman kehadapan Marcel
"Aku tidak minum minuman bersoda." Kata Marcel menolak minuman dari lea
"Baiklah." Ucap lea mengambil kembali minuman tadi dan meminumnya sendiri
Sambil memakan makanan lea menjelaskan perkataan tadi.
"Tadi otakku hanya berprilaku abnormal,
namun mengertilah." ucap lea terisak seakan ingin menangis
"Jika mereka percaya yang aku katakan. Bahwa kau pacarku. Jasamu akan aku hargai."
"Aku tak membutuhkan itu." Ucap Marcel
Lea terdiam memakan makanannya sambil melamun.Marcel mengetuk meja mencoba untuk mengalihkan lamunannya.
"Tadi kau menangisi apa?" Tanya Marcel mengingat di jalan tadi lea berpura pura menangis. Sebenarnya Marcel tahu kalau itu hanya pura pura dia ingin tahu yang di rasakan lea ketika bertemu temannya
"Itu hanya acting." Jawab lea asal
"Apakah aku terlihat tulus?" Jawab Lea mengalihkan pembicaraan
"Jujurlah !"
Lea nampak ragu untuk mengakuinya, tapi karena melihat ketulusan Marcel yang mau mendengarkannya akhirnya lea mau bercerita.
"Sewaktu aku ospek di kampus aku mengenal seorang pria yang di juluki pangeran kampus disana. Dia selalu membantuku ketika aku dalam kesulitan dan lama kelamaan kamipun semakin dekat."
"Aku sempat menyukainya tapi aku tidak mengungkapkan karena aku menghargai perteman kami sampai aku tahu melihat pria itu berciuman dengan Mira. Mira salah satu gadis populer di kampus kami dia cukup sombong di sana."
__ADS_1
"Mungkin kecewa ada karena aku sudah terbiasa bersamanya jika di kampus selain dengan Vani. Tapi entah kenapa aku tidak sakit hati ketika melihat pria itu bersama wanita lain." Kenang lea mengingat kebersamaannya denga pria itu sambil menyeka mata dan ingus yang keluar dari hidungnya.
"Aneh." Ucap Marcel heran mendengar jawaban lea yang menyukai pria itu tapi tidak merasa sedih ketika pria disukainya bersama orang lain
Mendengar isak lea, Marcel merogoh kantong bajunya hendak memberikan sapu tangannya namun di urungkan karena sepertinya lea sudah menyekanya dengan tisue.
"Itu kekanak kanakan." Kata Marcel mengejek
Lea yang menundukan kepalanya ketika minum sontak mendongakkan kepalanya ketika mendengar tanggapan Marcel tentang dirinya. Lea merasa kesal.
"Ya aku memang kekanak kanakan." Kesal lea sambil mengunyah makanan
"Aku hanya berpikir jika mereka tahu aku memiliki hubungan baru,mereka tidak menganggap kalau aku masih menyukai Leon."
"Siapa nama pria itu?" Tanya Marcel terkejut mendengar nama yang di sebutkan lea ingin tahu
"Leon. Namanya Leon dia yang di juluki pangeran kampus." Ucap lea sambil mengunyah makanannya
Deg
"Lea usap mulutmu yang belepotan." Ucap Marcel sambil menyerahkan saputangnya ke hadapan lea.
Lea mengambil saputangan itu dari tangan Marcel dan menggenggamnya
"Bagaimana bisa saputangan sebagus ini untuk menyeka mulutku?"
"Sayang sekali." Kata lea tapi tetap menggunakanya meski ragu
Lea menyeka mulutnya matanya lalu mencium sapu tangan itu sambil tersenyum. Terdengar dering telephone dari ponsel Marcel ternyata itu Doni yang akan menjemputnya. Marcel meberitahukan posisinya saat itu.
"Kau sudah kenyang?" Tanya Marcel
"Sudah."Jawab lea sedikit terpaksa
"Ayo kita pergi."Ajak Marcel
__ADS_1
"Baiklah."Jawab lea sedikit enggan sebenarnya lea masih ingin bersama Marcel tapi dia sudah dijemput.
Mereka keluar dari restoran dan menunggu jemputa Marcel di depan restoran. Tak lama datang seorang pria menghampiri Marcel.
"Marcel !" Panggil pria itu
Mendengar namanya di panggil, Marcel menghampiri pria itu namun langkahnya terhenti ketika lea menggodanya.
"Ayah, sampai jumpa lagi di sekolah." Ucap lea tertawa menggoda Marcel
Marcel tak menghiraukan tingkah lea dan terus berjalan bersama Doni orang yang menjemputnya.
Sementara Doni hanya tersenyum melihat itu. Doni akan melaporkan itu kepada Pak Adam tentang perkembangan Marcel. Tidak biasanya Marcel mau ketempat yang ramai terlebih itu bersama seorang gadis.
***
Saat ini Doni sedang berhadapan dengan Adam. Dia akan melaporkan kejadian tadi ketika menjemput Marcel di restoran.
"Gadis itu sudah menjalankan pekerjaannya dengan benar. Marcel yang biasanya tidak ingin ketempat yang ramai tapi ketika menjemputnya dia bersama gadis itu keluar dari restoran ayam goreng." Terang Doni menjelaskan perkembangan Marcel kepada Adam.
"Itu bagus." Jawab Adam senang
"Berarti gadis itu mampu mengubah Marcel sedikit demi sedikit."
"Bagaimana jika Marcel atau gadis itu saling jatuh cinta paman?" Tanya Doni meminta pendapat Adam. Doni akan memanggil Adam paman jika hanya berdua karena Doni teman dekat Marcel sejak kecil jadi sudah akrab dengan ayah dan ibunya Marcel
"Malah itu bagus. Aku pasti setuju jika mereka benar saling jatuh cinta. Aku menyukai karakter gadis itu." Jawab Adam mengagumi sifat Lea. Sebelum mempekerjakannya Adam mencari tahu keseharian gadis itu dan bagaimana dia memperlakukan anak anak panti begitu sabar dan baik. Pasti dia mampu merubah Marcel yang dingin dan arogan.
" Terus kabari jika ada perkembangan Marcel." Perintah Adam
"Baik paman." Jawab Doni lalu membungkukkan badan dan pergi dari sana
***
"Kritik dan saran sangat di harapkan"
__ADS_1
"Jangan lupa like komen dan votenya agar author semangat updatenya"