
Masih merasa malu dengan tingkah konyolnya tadi lea terus berjalan keluar bersama pengurus panti di ikuti Marcel di belakangnya.
"Lea ada apa?" Tanya pengurus panti yang melihat lea sedang melamunkan sesuatu
"Ah.tidak apa apa." Jawab lea sedikit terkejut sambil terus berjalan keluar panti.
Setelah mereka keluar dari panti kemudian, lea berusaha mengajaknya ngobrol dan mengomentari keakrabannya dengan Gisel.
"Guru Marcel, tak disangka kau datang secara khusus untuk gisel. Selama aku menjadi relawan disana aku tidak pernah melihat kau datang ke sana. Aku yang cukup dekat dengan gisel baru tahu bahwa kau juga akrab dengannya."
"Sepertinya kau sangat menyukainya."
Tidak ada tanggapan apapun dari Marcel atas perkataannya tadi mereka terus berjalan.
"Kau akan pergi kemana?" Bolehkah aku mengantarmu?" Tanya lea menawarkan bantuan
"Tidak perlu !" Jawab Marcel menolak
Setelah menolak tawaran lea untuk membantunya kemudian Marcel menelephone Doni untuk menjemputnya di depan panti asuhan sambil duduk di kursi taman yang tidak jauh dari sana.
Karena merasa terus di abaikan, lea akhirnya tidak tahan dan berbicara secara langsung denga nada sedikit jengkel.
" Guru Marcel. Ada sesuatu yang selalu ingin aku tanyakan?" Tanya lea
Marcel langsung menggeser duduknya. Melihat reaksi Marcel seperti itu membuat lea semakin jengkel lalu maju selangkah mendekatinya dan mencondongkan badannya kehadapan Marcel dari arah samping.
"Apakah kau tidak menyukaiku?" Tanya lea masih dengan posisi sama
Tidak ada tanggapan apa pun, Marcel tetap diam.
"Kau mengabaikanku dan dingin kepadaku. Entah aku punya salah apa padamu. Padahal aku mencoba mengakrabkan diri denganmu." Kata lea ada sedikit rasa kecewa dan sedih
"Kenapa seperti ini? Jika mengatakan sepatah kata padaku, kau seperti akan mendapatkan wabah saja." Ucap lea melipat kedua tanganya menahan kesal
"Pergilah kemanapun yang kau mau, Aku duduk disini juga tidak menghalangimu." Kata Marcel dingin mengusir Lea
"Tapi tolong jangan terus berdiri di hadapanku.Jangan ganggu aku sepanjang waktu." Mohon Marcel berharap lea meninggalkannya
Mendengar jawaban menohok dari Marcel membuat lea semakin kesal akan sikap arogannya.
"Hah,guru Marcel menurutmu apa yang kau katakan? kau bilang berjalan didepanku, padahal aku di belakangmu. sekarang kau duduk di sana dan aku berdiri disini." Jelas lea menggebu dengan kesal.
"Meskipun kau menempatkan kursi ini terlebih dahulu kau bukan yang membangun jalan ini aku berdiri dimanapun itu terserah padaku kau aku bisa berbuat apapun di sini." Jelas lea masih terus menggebu
Karena merasa lelah terus di buat kesal oleh Marcel, lea duduk di kursi samping Marcel
"Lalu mau kamu apa?" Sambil menoleh ke arah Lea
"Aku hanya ingin kau bersikap sewajarnya. Kau seperti itu seakan jijik berdekatan denganku."
"Aah.sudahlah lupakan saja,abaikan apa yang tadi aku katakan. Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?" Tawar lea coba memaklumi dengan sikap Marcel
Hanya diam tidak ada tanggapan dari Marcel atas tawarannya. Di abaikan seperti itu terus lea mendengus menahan kesal mencoba untuk memakluminya.
__ADS_1
"Astaga hari ini sudah mulai gelap kau juga harus makan apa kau menunggu seseorang menjemputmu?" Tanya lea
"Menunggu sendirian itu membosankan, aku bisa menemanimu sambil mengobrol."
Marcel terus mengabaikan lea tidak menanggapinya.
"Apa kau keren dengan bersikap seperti itu?
Marcel sebenarnya merasa kesal karena lea terus menggangunya tapi dia mengabaiakannya. Lea bersikeras untuk tetap menemaninya karena dia khawatir jika Marcel menunggu sendirian.
"Baiklah, kau keren seperti itu." Kata lea menyerah dengan sikap dingin Marcel. Cukup lama mereka hanya duduk terdiam denga pikiran masing masing. Lea meras jenuh dengan suasana sepi lalu mencoba berbicara kembali.
"Apa kau tidak merasa lapar? Lama duduk disini membuat aku merasa lapar."
"Pulanglah duluan." Jawab Marcel mengusirnya dengan halus.
Tiba tiba datang seseorang menghampiri mereka.
"Hai lea !" Sapa seseorang
Lea nampak terkejut bertemu teman kampusnya disini. Spontan lea melingkarkan tangannya ke tangan Marcel.
"Siapa dia ?" Tanya gadis itu mengarah ke Marcel
"Dia pacarku. Kami sedang berkencan." Jawab lea bohong sedikit gugup sambil terus mengeratkan genggaman tanganya pada Marcel.
"Kau sudah tidak mengejar pangeran kampus lagi?" Tanya gadis itu sedikit mengejek
"Eh tunggu ! Pacarmu buta? Wah kau memang cocok denganya." Kata gadis itu mengarah ke Marcel yang memegang tongkat
Mira adalah teman sekampus Lea yang terkenal sombong dia salah satu fans leon si pangeran kampus.
"Nona Lea hargai dirimu sendiri." Ucap Marcel melepaskan pegangan lea dan beranjak pergi meninggalkannya
Sebenarnya Marcel kesal di klaim sebagai pacarnya lea terlebih temannya sudah menghina karena dirinya buta.
"Maafkan aku Marcel karena melibatkanmu." Ucap lea menyesal sambil mengekorinya dari belakang
Marcel terus berjalan tidak menanggapi perkataan lea. Lea masih terus membuntuti Marcel dan menyuruhnya berhenti.
"Marcel !"
"Marcel !"
"Berhenti di sana !" Kata lea memanggil.
"Aku menyuruhmu berhenti kau tidak mendengarnya." Teriak lea tegas dengan nafas tersenggal senggal
Marcel tidak mendengarkan teriakannya, karena kesal dia menarik jaket Marcel yang disampir di tangannya namun tidakan lea membuat dirinya hampir terjatuh tetapi dengan sigap Marcel menangkapnya.
Tapi saat Marcel hendak melepaskan tangannya, Lea sontak mencengkeramnya erat dan menolak melepaskannya.
"Tolong lepaskan tanganku !" Kata Marcel terus menarik tangannya yang di cengkram erat lea.
__ADS_1
"Tidak mau." Jawab lea tegas tidak ingin melepaskan cengkraman tangannya
"Aku akan menuruti permintaan untuk melepaskan tanganmu. Kau pulang bersamaku dan katakan padanya dengan jelas." Ucap lea untuk membuat kebohongan pada Mira teman kampusnya
"Bukankah aku baru saja sudah mengatakan yang sebenarnya bahwa kita tidak ada apa apa." Jawab Marcel dengan tegas tentang status mereka
"Kau !" Kata lea terhenti. Membenarkan memang tidak ada apa apa di antara mereka. Dia tidak bisa memaksakan meminta Marcel untuk berbohong sebagai pacarnya.
Tindakan mereka menjadi perhatian orang sekitar yang melewati jalan itu.Karena menjadi perhatian para pejalan kaki sontak lea memiliki ide untuk beracting seakan dirinya menjadi kekasih yang di tinggalkan
"Marcel kenapa kau seperti ini?" Tanya lea mulai beracting
Orang seperti apa?" Tanya Marcel bingung karena ucapan lea yang ambigu
"Bagaimana kau bisa menjadi orang seperti itu? Istrimu ini sedang hamil. Kau pergi keluar untuk berselingkuh.
kau pergi begitu saja dan pergi berkencan dengan wanita lain." Ucap lea berpura pura bersedih
"Aku dan bayi ini kelaparan." Lanjut lea sambil mengelus perutnya seakan ada bayi di dalam perutnya yang sedang lapar
"Bukankah dulu kau sangan mencintaiku dan berjanji setia padaku tapi kenapa sekarang kau bersama wanita lain." Ucap lea masih pura pura sedih merasa di khianati lalu berjongkok seakan tidak tahan.
Dalam hati lea ingin terus mengerjai Marcel agar keinginannya di penuhi.
Mendengar penuturan lea, Marcel baru sadar bahwa lea sedang beracting untuk menarik simpati orang sekitar.
Orang orang yang berada disana percaya mendengar perkataan lea dan langsung merutuki tindakan Marcel yang seakan tidak peduli kepada Istrinya yang sedang hamil padahal sebenarnya itu hanya acting lea saja.
Karena mendengar ucapan dari orang orang, Marcel mencoba bersabar agar tidak terjadi kesalapahan lebih lanjut. Dia mencoba membujuk lea yang sedang berjongkok berpura pura menangis.
"Lea, bangunlah !" Bujuk Marcel
"Tidak mau." Jawab lea ketus
"Apapun yang kau mau aku turuti." Ucap Marcel terus membujuknya meski harus berpura pura
"Bangun dulu."
"Aku lapar,aku ingin makan ayam goreng." Jawab lea bangun dari jongkoknya
"Pakai ini !" Perintah lea sambil menyerahkan jaket kepada Marcel
"Tidak mau." Tolak Marcel
"Tetap saja harus di pakai atau kau ingin aku menangis lagi." Ucap lea mengancam sambil memasangkan jaket itu ke tubuh Marcel
Marcel hanya menurutinya takut ancaman darinya benar benar dilakukan dan itu bisa panjang urusannya.
Melihat Marcel menuruti keinginannya lea tersenyum senang.
"Bukankah mengenakan jaket ini kau jadi terlihat tampan." Ucap lea memuji penampilan Marcel sambil merapihkan kerah jaketnya.
***
__ADS_1
kritik dan saran sangat di harapakan.
jangan lupa vote komen dan like nya.