
Untuk apa kau melihat lihat kue strobery itu?" Tanya vani seraya menengok kearah ponsel lea yang sedang membuka situs penjualan cake
"Aah, ini buat muridku yang akan berulang tahun nanti sore. Aku akan memberi kejutan di panti bersama teman temannya". Jawab Lea
"Oooh, aku pikir buat orang spesial". Ujar vani sambil tertawa
"Hehe". Ujar lea tertawa dan kembali fokus melihat cake yang akan di belinya
"Kau sudah bertemu dengan Leon?" Tanya vani
"Belum". Jawabnya singkat masih tetap fokus pada layar ponselnya
"Temui dia sekali saja, mungkin dia ingin meminta maaf padamu".
"Kenapa harus minta maaf, dia tidak punya salah apa pun padaku. Itu hanya kesalah pahaman". Ucap lea
"Sepertinya dia menyukaimu hanya saja dia sama sepertimu tidak mengungkapkannya". Ucap Vani
"Aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa dengannya mungkin dulu hanya rasa kagum saja bukan rasa suka kepadanya" Ujar Lea memperjelas perasaan yang dimilikinya untuk Leon
"Maka dari itu kau temui dia dan memperjelaskan kesalapaham itu".
"Baiklah. Nanti jika aku bertemu aku akan berbicara dengannya". Ucap lea
***
Di rumah Marcel sedang bersiapa siapa untuk pergi kepanti untuk merayakan ulang tahun gisel. Menggunakan stelan casual, dan mengambil tongkatnya. Namun langkahnya terhenti ketika Doni menghampirinya.
"Kau sungguh tidak akan menghadiri konser Berlin Philharmonic? Kau mengingatkan ku untuk membeli tiketnya". Ucap Doni menanyakan kesungguhan Marcel membatalkan untuk menghadiri kpnser
"Hmm, ayo !" Ujar Marcel singkat mengajar jalan menuju ke panti
Lea baru sampai di panti asuhan Bunda Kasih sambil membawa kue tart di tangannya. Dengan langkah terburu buru lea menghampiri pengurus panti yang kedatangnya sudah di tunggu.
"Tidak perlu terburu buru. Kau ini terburu buru karena apa?" Tanya pengurus panti ketika melihat lea berjalan dengan cepat
"Aah,ini karena ulang tahun gisel". Jawab lea tersenyum
Mereka pun berjalan keruangan di mana akan di rayakan ulang tahun gisel. Ternyata di ruangan itu sudah ada Gisel sedang duduk bersama Marcel yang datang terlebih dahulu.
"Gisel, tunggu guru lea datang baru kita potong kue tartnya bagaimana?" Tanya Marcel
"Baiklah". Jawab Gisel
Lea dan pengurus panti tersenyum mendengar percakapan mereka lalu menghampirinya dengan membawa kue tart kehadapan mereka
"Gisel, kau sudah menunggu lama? Maafkan aku yang datang terlambat". Ucap lea menyesal
"Guru Lea". Ucap gisel tersenyum bahagia ketika lea hadir di ulang tahunnya
"Ternyata kau begitu menantikanku". Ucap lea bahagia kedatangnnya sangat dinantikan
__ADS_1
"Guru Marcel". Panggil pengurus panti
"Guru Marcel sudah datang sejak jam 4 sore tadi dan juga membawa kue tart". Jelas pengurus panti memberitahukan kehadiran Marcel datang lebih awal
Lea tersenyum mengetahui Marcel memilih untuk hadir di ulang tahun gisel dari pada memenuhi janjinya menonton konser. Ditambah lagi dia juga mempersiapkan kue tart untuk gisel.
"Aah, jadi kita memiliki dua kue tart yang bisa dimakan. Apa Gisel senang?" Tanya Lea
"Senang". Jawab Gisel tersenyum bahagia.
Datang seorang anak laki laki menghampiri pengurus panti memberitahukan bahwa ada anak panti lain yang sedang sakit.
"Ibu May ibu may". Panggil seorang anak laki laki menghampiri pengurus panti
"Sepertinya lala tidak enak badan. Tolong ibu memeriksanya". Ucap anak laki laki itu
"Baiklah". Jawab pengurus panti
"Nona lea, guru Marcel kalian potonglah dulu kue bersama gisel". Ujar pengurus panti izin meninggalkan mereka untuk memeriksa anak panti yang sakit
"Baiklah". Jawab lea mempersilahkan
Anak laki laki dan pengurus panti pun pergi.
Marcel mulai membuka pita dari pembungkus kue tartnya namu dicegah oleh lea.
"Biarkan aku membukanya". Cegah Lea
"Sudah kubilang biar aku saja.Kau dan Gisel duduk saja". Ucap lea membujuk.
Marcelpun melepaskan tangannya dari pita pembungkus tart itu dan membiarkan Lea untuk membukanya. Ketika lea membuka pembungkusnya di terkejut ternyata kue tart yang di bawa Marcel sama dengan kue tart yang di bawanya.
"Kau juga membawa kue tart stroberi".ucap lea
"Bukankah semua anak perempuan menyuakai stroberi?" Ucap Marcel berpendapat
"Bagaimana kau bisa tahu semua anak menyuakai stroberi?" Tanya lea sedikit kesal dengan ucapan Marcel
"Sepertinya kau sering membeli untuk seseorang". Ucap lea ada kecemburu di balik perkatan lea
Marcel hanya diam mendengar perkataaan lea tanpa tahu di balik perkatanya ada sedikit kecemburuan.
"Baiklah gisel kita tiup lilinnya lalu buat permohonan". Ucap lea sambil menyalakan memasang lilin dan menyalakannya
Mereka bertiga saling berhadapan di depan kue tart. Lea terus menatap Marcel yang ada di hadapannya.
"Aah, Aku hampir lupa. Sebelum membuat permohonan kita menyanyikan lagu selamat ulang tahun dulu". Ucap lea mengalihkan kecanggungannya
"Guru Marcel mari kita bernyanyi bersama memberikan ucapan selamat untuk gisel". Ucap lea mengajak bernyanyi bersama
Namun marcel hanya berdehem tanpa menjawabnya.
__ADS_1
" Baiklah biar aku saja. Ayo kita mulai". Ucap lea memulai untuk menyanyi
Sambil bertepuk tangan lea bernyanyi diikuti oleh Gisel.
"Selamat ulang tahun Gisel"
"Selamat ulang tahun Gisel"
"Selamat ulang tahun Gisel"
"Selamat ulang tahun Gisel" suara nyanyian Marcel di akhir lagu
Lea yang mendengarnya langsung bertepuk tangan bahagia.
"Selamat ulang tahun Gisel, ayo srgera buat permohonan !" Ujar lea menyuruh gisel segera membuat permohonan
Sambil menggenggam kedua tanganya gisel berbicara membuat permohonan dengan keras.
" Permohonan ulang tahunku, aku ingin naik kincir angin". Ucap gisel lalu meniup lilinnya
"Tunggu, seharusnya kau tidak mengatakan permohonanmu. Permohonan tidak boleh di ucapkan nanti tidak akan terkabul". Ucap lea menjelaskan bahwa biasanya membuat permohonan tidak di ucapkan secara langsung
"Tapi jika aku tidak mengatakannya,nanti kalian tidak akan tahu". Jawab gisel dengan polosnya
Marcel dan lea tersenyum mendengarkan jawaban polos gisel.
"Bagus. Gadis kecil ini sungguh pintar". Ucap lea sambil mengacungkan jempolnya
"Baiklah,aku akan memotong kue tartnya
"Guru lea, kita tidak mungkin menghabiskan kue tartnya bolehkah di berikan kepada anak lainnya?" Tanya gisel untuk membagikan kue tartnya
"Tentu saja,akan ku potong. Potongan terbesar kita berikan kepada bintang penjaga kita hari ini. Ini makanlah !" Ucap lea sambil menyerahkan potongan kue ke hadapan gisel
Marcel mempersiapkan diri untuk menerima potongan kue selanjutnya namun lea tersenyum melihat tingkahnya.
"Sedang apa?Apa kau suka makanan manis?" Tanya lea
Marcel hanya diam tidak menjawabnya.
"Ini makanlah !" Ujar lea menaruh kue tart dihadapan Marcel
"Aku akan membagikan kue ini kepada yang lainnya". Ucap lea sambil membawa pergi kue tart untuk di bagikan.
Marcel yang biasanya tidak suka makan manis, hari ini mencoba ikut memakan kue itu.
"Guru Marcel, kau tidak suka makanan manis?"
"Ehm, aku tidak suka". Jawab Marcel sedikit grogi.
***
__ADS_1