
Keesokan harinya, lea masuk ke ruang guru melihat ada Marcel di sana tapi matanya mengarah ke tangan Marcel yang dibungkus oleh perban akibat tersiaram kopi panas.
"Apakah tanganmu baik baik saja?" Tanya lea khawatir
"Maafkan aku !" Ucap lea merasa bersalah sambil memberikan permen kepda Marcel sebagai bentuk perminta maafnya.
"Aku tidak memakan makanan manis". Tolak Marcel
Karena Marcel tidak menyukai makanan manis, lea mencoba menawarkan makanan lain.
"Kalau begitu akan mentraktirmu makan asin lain kali". Ucap lea kemudian pergi ke Mejanya.
Tak lama guru Anwar memasuki ruang guru sambil membawa berbagai jenis buah di tangannya.
"Halo guru Anwar !" Sapa lea ketika guru Anwar memasuki ruang guru
Lea beranjak dari kursinya dan menghampiri guru Anwar.
"Mengapa kau membawa begitu banyak jenis buah?" Tanya lea heran untuk apa buah sebanyak itu
"Ini alat untuk bantu mengajar." Jawab guru Anwar menjelaskan
"Alat bantu mengajar !?" Ucap lea bingung
"Kau akan mengetahuinya ketika mengikuti kelasku." Jelas guru Anwar sambil mengajak lea untuk mengikuti kelasnya agar dia tahu fungsi buah tersebut sebagai media pembelajaran.
"Kau ikutlah denganku dan sekalian bawa buah buah itu !" Perintah guru Anwar untuk mengikutinya lalu pergi terlebih dahulu ke kelasnya.
"Baiklah." Jawab lea
"Wah ada jeruk." Gumamnya dengan seringai jail seakan dia memilikii niat terselubung.
Diam-diam dia menggambar emoji, sambil terus tertawa lea menggambar buah jeruk menggunakan spidol dari mulai alis,mata,hidung,bibir dan pipi menyerupai ekspresi Marcel kesehariannya.
Tampak datar dan jarang tersenyum di tambah sikap dinginnya dan jarang berbicara. Seakan jeruk yang di gambarnya adalah diri Marcel.
__ADS_1
Marcel yang mendengar cekikikan ketawa lea meras heran. Apa yang dilakukan lea sampai membuat dia tertawa seperti itu lalu dia tidak menghiraukannya dan melanjutkan membaca bukunya.
"Guru Marcel, makanlah jeruk ini, ini bisa mendinginkanmu. Aku akan pergi kelas dulu" Ucapa lea menyerahkan jeruk yang sudah digambarnya dan meletakkkannya di tangan Marcel
"Makanlah." Ucap lea lagi dan berlalu pergi sambil tertawa setelah memberikan jeruk itu dan membawa buah lainnya untuk di bawa kekelas.
Marcel yang menerima jeruk dari lea hanya menyentuhnya dia melihat bahwa di buah jeruk itu ada semacam goresan yang membentuk gambar namun karena dia kekurangan dalam penglihatannya hanya sebatas goresan yang dia lihat dan tidak mengetahui gambar apa pada jeruk itu.
Di kelas guru Anwar sedang berdiri menjelaskan pelajaran yang akan di ajarkan saat ini.
" Yang akan kita pelajari hari ini adalah mengenl bentuk buah, aroma buah dan rasa dari setiapa buah". Jelas guru Anwar
Sementara Lea membagikan dan meletakkan 5 buah di setiap meja anak anak.
"Setiap anak akan mendapatkan 5 jenis buah,nanti guru Lea yang akan membagikannya kepada kalian semua. Kenali setiap bentuknya, cium aromanya dan rasakan buah tersebut".
"Baiklah". Jawab murid serentak.
***
Dia berlari menerjang hujan sambil membawa payung dan mendapati Marcel sedang berteduh di bawah pohon. Lea menghampiri Marcel yang seorang diri, dan langsung memayunginya.
Marcel merasa ada sesorang di sampingnya lalu menoleh ke arah orang itu.
"Ini aku". Kata Lea memberitahukan keberadaannya sambil terus memayunginya
"Tidak usah memayungiku, lagi pula hujannya tidak deras". Ucap Marcel menolak bantuan Lea yang memayunginya. Marcel tidak ingin merepotkan orang lain
"Aku juga tidak apa apa diam sebentar menemanimu sambil menunggu jemputanmu". Jawab lea
Marcelpun membiarkan lea untuk menemaninya sambil terus memayunginya. Cukup lama mereka diam di bawah pohon di temani rintikan hujan.
Lea terus memandangi Marcel menyusuri setiap lekuk wajahnya, bajunya yang basah sampai pandangannya jatuh ke tangannya yang terluka terkena percikan air hujan.
Dia merogoh saku celannya dan mengeluarkan saputangan yang di pinjamkan waktu itu dan memberikannya kepada Marcel.
__ADS_1
"Ini saputanganmu aku kembalikan, kau keringkan dulu bagian yang basah". Ucap lea menyerahkan saputangan itu ketangan Marcel
Marcel menerima saputangan itu namun ketika akan menerimanya tanganya bersentuhan dengan tangan lea dan membuat lea terkejut nampak rona merah diwajahnya karena malu.
"Sebenarnya aku tak ingin mengembalikannya. Aku sudah tidak ada kesempatan untuk berbicara kepadanya". Gumam lea nampak kecewa setelah mengembalikan saputangan itu.
Kemudian lea memperhatian Marcel yang sedang memejamkan matanya seraya menikmati rintikan hujan. Melihat itu lea pun mengikutinya. Sambil terus memejamkan matanya dan mendengarkan rintikan hujan hidungnya mengendus aroma dari tempat mereka berteduh.
"Ternyata pohon legistrum yang mengeluarkan aroma ini".ujar lea sambil melihat sekelilingnya ternyata pohon itu tepat berada di samping mereka berdiri
"Tolong pegang payung ini sebentar". Ucap lea menyerahkan payung ketangan Marcel
Lalu lea melangkah mendekat ke arah pohon itu menaiki dak pembatas dan sedikit berjinjit meraih daun pohon itu dan memetik daunnya namun ketika akan turun berbalik arah dia terpelset menimpa Marcel tapi untungnya Marcel mampu menahannya hanya posisi mereka seperti berpelukan.
"Aah, maafkan aku".ucap lea seraya melepaskan diri dari dekapan Marcel. Lea sedikit malu karena menimpa tubuhnya
Lea lalu membantu Marcel meraba daun itu dan menjelaskan bentuknya.
"Sentuhlah daun ini. Permukaannya halus dan pinggiran daunnya sedikit bergelombang".ujar lea sambil mengarahkan tangan Marcel untuk menyentuh dan meraba setiap bagian daun itu.
"Ternyata seperti ini bentuknya". Gumam Marcel. Selama ini Marcel terlalu sibuk dengan kesendiriannya hal sekecil itupun dia tidak mengetahuinya.
"Orang yang menjemputmu sudah datang". Ucap lea memberitahukan seseorang yang mendekat kearah mereka
Tak lama Doni datang menjempunya dan menghampirinya.
" Marcel". Panggil Doni
Marcel yang mengetahui itu langsung menghampirinya.
"Terimakasih". Ucap Marcel sebelum pergi meninggalkan lea sambil menggenggam daun yang diberikan oleh lea.
***
Dukung author dengan beri like, comen dan votenya biar semangat updatenya.
__ADS_1