
Setelah menunggu hampir 5 jam di depan ruang operasi akhirnya dokter keluar dari sana. Lea dan sarah bergegas menghampiri dokter itu dengan khawatir dan ragu ragu ingin mengetahui kondisi ibunya.
"Bagaimana kondisi ibu saya dokter?" Tanya lea dengan wajah kusutnya karena lama menunggu di depan ruang operasi. Dia tidak bernjak sedikitpun dari sana hanya menunggu.
Dokter menatap lea " operasinya berjalan lancar, tidak ada penolakan dari pasien. Untuk mengetahui kondisi selanjutnya kita perlu menunggu dia siuman dari biusnya" Jelas dokter
Lea dan sarah menghela nafas lega saling memandang dan tersenyum . Ada binar bahagia terpancar di mata mereka berdua karena orang yang di sayangi dalam keadaan baik baik saja.
"Terimakasih dokter sudah mengoperasinya" ucap mereka bersama
"Itu sudah kewajiban seorang dokter menyelamatkan pasiennya. Kalau begitu saya tinggal pergi. Jika kalian ingin melihat pasien silahkan keruang ICU" ujar Dokter lalu pergi meninggalkan lea dan Sarah.
Lea menoleh ke arah Sarah " Kita menemui ibu di sana bi" ajak lea.
Sarah mengangguk "Ayo kita temui Sela"
Sebelum memasuki ruang ICU lea di wajibkan untuk mencuci tangan danĀ memakai pakain yang di sediakan rumah sakit.
Dia berjalan memasuki ruang ICU mengarah dimana ibunya terbaring. Rasa sedih menyelimuti dirinya ketika melihat kondisi ibunya di lengkapi dengan peralatan untuk menunjang kesembuhannya pasca operasi.
Lea menyentuh tangan dingin ibunya sambil menatap wajah ibunya " Ibu terimakasih sudah kuat menjalani operasinya dengan baik. cepatlah pulih !. Aku rindu masakan ibu.Aku dan bibi akan menjaga ibu di sini. Ibu tidak perlu khawatir lagi dengan kondisi ibu sebelumnya. Ibu akan segera sembuh " ujar lea meneteskan air mata
Karena waktu besuk di ruang ICU di batasi, lea menyudahinya. Yang terpenting dia sekarang sudah merasa lebih tenang melihat kondisi ibunya baik baik saja. Hanya menunggu dia siuman.
__ADS_1
***
Selama beberapa hari ini lea dan Sarah secara bergantian fokus menjaga Sela. Di hari kedua Sela siuman dan selama 4 hari di ruangan ICU, Sekarang sela sudah di pindahkan di ruang perawatan.
"Bagaimana kondisi ibu sekarang?" Tanya lea duduk di samping ranjang ibunya sambil menyeka bagian tubuh ibunya
"Ibu baik baik saja lea" nampak binar bahagi di wajah sela." Ibu hanya merasa kurang nyaman karen belum mandi hanya di lap saja. Rasanya tidak enak" keluh sela merasakan badannya tidak nyaman
Lea tersenyum menggapi keluhan ibunya " Sabar ya bu,nanti lea tanya kepada dokter kapan ibu boleh bisa mandi. Di perut ibu ada bekas operasi tidak boleh terkena air"
"Ibu tahu, hanya saja badan ibu terasa lengket sekali" keluhnya lagi
Sarah yang sedang mengupas buah hanya tersenyum mendengar keluhan Sela. Lalu dia memghampiri Sela dan lea sambil menyodorkan buah buahan yang tadi dia kupas.
"Ha...ha..ha...ha" gelak tawa lea lepas mendengar ejekan bibinya
"Benar bi, pasti baunya minta ampun" tambah lea mengompori
Sela mengurucutkan bibirnya kesal
Mendapat ejekan dari putri dan Sarah. Lalu sela menyelipkan tangannya ke sela ketiaknya berniat membalas ejekan mereka yang masih menertawainya.
Biar mereka merasakan bau ketiakku
__ADS_1
Dengan senyum licik Sela berniat menempelkan tangan yang sudah di baui ketiaknya.
Lalu sela menempelkan tangannya kehidung lea "Rasakan nih aroma ibu"
Lea terkejut hidungnya di bekap oleh tangan ibunya, dia bisa mencium aroma tidak sedap di sana "Ibu, kau...." sambil menepis tangan Ibunya
Hanya di balas gelak tawa oleh ibunya dan sarah melihat reaksi lea. Sela hendak beralih menmpelkan tangannya ke arah Sarah namun dengan cepat Sarah berlari menjauh dari sana.
Mereka bertiga tertawa bahagia.
"aaaw" ujar Sela memegangi bekas operasinya. Mungkin karena tertawa terbahak bahak dia merasa ngilu pada bagian perutnya.
Mendengar teriakan Sela seketika lea menghentika tawanya dan melihat kondisi ibunya. Dia meliaht ibunya memegang bekas operasinya. Sarahpun mendekat keranjang Sela.
"Ada apa sela?" tanya Sarah khawtir
"Tidak apa apa Sarah,hanya ngilu saja di bekas opersai.Mungkin karena tadi aku tertawanya terlalu keras"
Lea merasa lega, dia pikir ada hal serius yang dirasakan ibunya.
"Ya sudah ibu jangan keras keras tertawanya"
"Siapa suruh tadi kalian mengejek ibu" gerutu Sela
__ADS_1
"Sudah sudah janga bertengkar. Kau harus fokus untuk pemulihanmu" ujar Sarah menengahi perdebatan mereka dan di balas anggukan lea membenarkan ucapan bibinya.