
Saat ini lea sedang makan bersama vani.Sepulang dari kantor Pak Adam,Vani mengajak bertemu.
"Apakah kau ingat orang buta yang aku ceritakan sebelumnya? "Kata lea
"Pangeran menawan pada pandangan pertama" jelas vani memastikan pekataan lea
"Ya, aku bertemu dengannya di SLB dia bekerja sebagai guru braile di sana namanya Marcel. Dia adalah anaknya dari Pak Adam yang sedang mengajar disana."
"What !" Kata vani terkejut sambil membelalak matanya seakan mau keluar
"Jadi anaknya Pak Adam buta ?"
"Syut...jangan bicara begitu." Cegah lea sambil meletakkan jari telunjuk ke bibirnya
"Jadi kamu bekerjan dengan Pak Adam untuk mendekati anaknya yang buta,kalau boleh tahu kenapa dia buta?" Tanya vani
"Dia mengalami kecelakaan saat usianya 19 tahun.Dan sampai sekarang belum mau untuk mengecek kondisi matanya bagaiman.Makanya Paka Adam berharap aku mampu membujuknya"
"Meski dia buta, dia langsung ingat suaraku bahwa kami pernah bertemu di taman dan di kantor louis company"
Apakah kamu ingin melihat fotonya?" Tanya lea sambil memberikan ponselnya yang berisi foto Marcel
"Dia terlihat tampan "ungkap lea mengagumi foto itu sambil memasukan makanan ke dalam mulutnya
"Ya,dia tampan sekali bahkan matanya itu indah "kata lea sambil membayangkan tatapan mata marcel seakan menghipnotis dirinya
"Lea" panggil vani "usap bibirmu itu ada ilermu" seraya menyerahkan lembaran tisu ke hadapannya
"Ck.kau ini menjengkelkan " kesal lea
Vani hanya tertawa melihat tingkah lea .
"Tapi selama bertemu denganya aku pikir dia memiliki tempramen yg buruk dia nampak dingin dia selalu memiliki kesan tidak ramah tapi dia sangan lembut pada anak anak."
"Ah.Apakah dia mengira aku sebagai penguntit? kami selalu bertemu secara tak terduga"
"Bagaimana aku harus menjelaskan takdir kami kepadanya? Pertama bertemu di taman kedua bertemu di kantor Louis Company ketiga ayahnya mempekerjakan aku untuk memdekatinya dan mengirim aku ke SLB untuk magang tempat dia mengajar "kata lea berpikir
"Katakan padanya bahwa itu adalah hubungan yang bernasib buruk " jelas vani mengejek
"Ck.kau menyebalkan."kesal Lea
***
Keesok harinya,lea kembali ke SLB dengan menggunakan motor kesayangnnya dia memasuki area sekolah. Disana terlihat Marcel berjalan keluar dari arah sekolah di temani tongkat yang selalu di bawanya.
Beberapa anak keluar dari kelas menuju lapangan sambil berlari dan bercanda tanpa sengaja mereka menyenggol tangan Marcel sehingga buku yang di pegangnya terlempar.
Lea yang melihat kejadian itu segera menepikan motornya di tempat parkiran lalu menghampiri Marcel dan mengambil buku yang tadi di jatuhkannya.
"Terimakasih,aku akan mengambilnya sendiri " cegah Marcel yang melihat bayangan seseorang untuk mengambil bukunya
Posisi lea setengah membungkuk saat marcel menghentikannya lalu dia berjongkok mengambilkan buku milik Marcel. Saat akan bangun tanpa sengaja uluran tangan marcel ketika membungkuk menyentuh pipinya sehingga lea sedikit terkejut.
Apakah dia benar benar buta?pikir Lea bermonolog
Kemudian Marcel berjongkok meraba lantai untuk mencari bukunya tapi tidak menemukannya.Lea terus memperhatikan marcel yang sedang mencari buku lalu mendekatkan buku itu ketangan Marcel.
"Guru Marcel ini aku Lea" kata lea sambil berdiri bangun dari jongkoknya
Setelah menemukan bukunya marcel beranjak berdiri lalu hendak meninggalkannya namun langkahnya terhenti saat di panggil lea.
"Eeeh Guru Marcel." Panggil lea
Marcel menoleh ke hadapan lea,saat saling berhadapan lea terkesima dan sedikit gugup menatap mata itu mata yang di kaguminya.
"Ah,aku memarkirkan motor di sisi kiri gerbang berhati hatilah jangan berjalan ke arah sana."
Perkataan lea hanya di balas dengan anggukan kepala oleh marcel.
"Kau akan pergi? Apa tidak ada kelas ?"
"Tidak "jawab marcel singkat
"Ah,baiklah aku akan pergi sampai jumpa "pamit lea dan meninggalkannya
***
__ADS_1
Marcel berjalan kearah gerbang sekolah saat akan melewati gerbang langkahnya terhenti seakan mengingat ada sesuatu yang kurang. Ternyata catatan musiknya tertinggal di meja kerjanya.Kemudian dia berbalik arah menuju sekolah untuk mengambilnya.
Saat berjalan akan kembali ke seoklah dia bertemu dengan guru anwar pengurus SLB.
"Guru Marcel,mengapa kau kembail ?"Tanya guru anwar
"Catatan musikku tertinggal di meja kerja "
"Bagaimana semuanya,apakah kau nyaman mengajar di sini? "Tanya guru anwar ingin memastikan
" Ya,semuanya baik disini "
" Senang mendengarnya "kata guru anwar bahagia
"Sejujurnyadi saat seperti ini guru yang bersedia mengajar di SLB semakin berkurang "keluh guru anwar "sulit menemukan orang orang sepertimu penuh kesabaran menghadapi mereka mereka yang istimewa "
"Jika kau berniat menjadi guru penuh waktu,aku bisa membantu "kata guru anwar menawarkan diri
"Guru Anwar tahu kondisiku,tidak perlu repot repot untuk hak itu" jelas Marcel menolak
"Sejujurnya,aku ingin kau tetap mengajar disini. Apa lagi kami sedang membutuhkan tenaga kerja." Kata guru Anwar berharap Marcel memikirkan tawarannya
"Bukankah kita memiliki anak magang di disini?" Kata Marcel mengingatkan
"Mereka hanya mahasiswa yang mengambil jurusan di bidang terkait dari universitas biasanya mereka tidak akan kembali lagi setelah mendapatkan nilai untuk kelulusan itu"
"Jadi pihak universitas yang menunjuk mereka untuk datang?"tanya Marcel
"Tidak sepenuhnya, itu juga tegantung dari mahasiswanya contohnya guru lea yang mengambil jurusan pisikolog bahkan nilainya yang terbaik dari kampusnya dia menempatkan sekolah kita sebagai pilihan pertamanya. Sangat jarang menemukan seseorang yang menempatkan SLB sebgai pilihan pertamanya." Jelas guru Anwar
***
Marcel yang kembali kesekolah untuk mengambil catatan musiknya di mejanya,tanpa sengaja mendengar percakapan antara Lea dan temannya di telpohone.
"Aku sedang magang di SLB,aku tidak bisa datang. Aku harus memenuhi jam kerja magangku, jika tidak aku tidak akan mendapatkan nilai. Itu menyebalkan "Kata lea mengeluh kepada temannya di telephone
"Kau pergilah,dan bersenang senanglah "
Marcel yang mendengar percakapan itu dari luar ruang guru ,apa yang di bicarakan tadi oleh guru Anwar adalah benar bahwa kebanyakan mahasiswa magang hanya mengejar nilai saat sudah mendapatkan nilai mereka pergi tidak kembali.
Setelah percakapan lea selesai,Marcel masuk kedalam sana dan bertemu dengannya.
Marcel menghampiri mejanya mengambil catatannya tanpa menjawab pertanyaan dari lea.
"Ada apa?"
"Guru Marcel,sebenarnya aku ingin meminta bantuan darimu? Sebenarnya aku akan mengajarkan menyanyi pada siswa bisakah kau memainkan pianonya?" Kata lea berharap marcel memenuhi permintaanya
"Mereka bisa belajar menyanyi di kelas musik" jelas Marcel untuk menolak permintaan lea
"Aku tahu.karena guru Anwar ada keperluan mendadak sehingga jam pelajarannya kosong,maka aku yang menggantikannya mengajar"
"Kau kan tahu mahasiswa magang seperti aku tidak mengajarkan braille, jadi aku butuh bantuanmu " kata lea sambil berharap
Marcel diam tidak menanggapi perkataan lea lalu pergi meninggalkannya tanpa ada jawaban.
"Guru Marcel "panggil lea mencegah marcel
"Guru marcel" panggilnya ulang
Tetapi marcel tetap meninggalka lea tanpa jawaban.
"Ck. Dia sangat kasar.setidaknya jawab bisa atau tidaknya" kata lea kesal
Disepanjang jalan Marcel terus memikirkan perkataan lea tadi.Lea pasti akan kesulitan melakukan itu karena dia tidak mengatahui tetang huruf braille.Seketika langkah Marcel terhenti dan memutar balik arah kembali kesekolah menuju kelas yang akan di isi oleh Lea.
Setelah mendapat penolakan dari Marcel saat meminta bantuannya,lea sambil membawa buku menuju keruang kelas.Terdengar dentingan piano yang dimainkan seseorang segera dia mempercepat langkahny mendekati ruang kelas.
Saat memasuki ruang kelas dia mengetahu bahwa yang memainkan piano itu adalah Marcel seketika dia tersenyum melihatnya.
"Guru lea "panggil marcel sambil menoleh kearah lea
"Ya."jawab lea bahagia
Sesat terdiam kemudian memperhatikan para murid yang menantikan pelajaran untuk segera di mulai.
"Halo anak anak,hari ini mari kita belajar menyanyi."ajak lea pada para siswa
__ADS_1
"Siswa yang menyanyi dengan bagus akan mendapatkan hadiah. Jadi kalian semua harus mencoba yang terbaik untu belajar." Kata lea
"Baik."jawab pars siswa antusias
"Ah,lagu apa yang akan di nyanyikan"pikir lea. Bagaimana lagu twinkle twinkle little star saja ya? "
"Aku akan menyanyikan terlebih dahu dengan guru Marcel untuk menyesuaikan nadanya lalu setelah itu kita bernyanyi bersama dengan ku baris demi baris"
"Baik."jawab pars siswa antusias.
"Aku akan mulai bernyanyi guru Marcel"kata lea sambil mengarah ke Marcel
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Suara lea mengawali bernyanyi di iringin nada piano untuk menyesuaikan.
"Guru Marcel bisa kita mulai? Ayo kita mulai siap?" Kata lea mengajak para siswa untuk mengikuti dia bernyanyi
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Sumber: Musixmatch
Penulis lagu: Martha Rosalind Hannah Bean
Suara para siswa menyanyikan lagu di iringi dentingan piano.Tak lama terdengan suara bel sekolah pertanda kelas dibubarkan.Marcel segera keluar namun langkahnya terhenti saat lea memanggilnya.
"Guru Marcel" panggil lea sambil berlari menghampirinya
"Terimakasih atas bantuannya." Ungkap lea
"Aku melakukannya bukan untuk membantumu,aku hanya khatir tentang anak anak."jelas marcel menegaskan bahwa dia melakukannya untuk para siswa.
"Lagi pula,kau hanya memaksakan diri untuk melakukan magang ini." Kata marcel dingin seraya mengingat percakapan lea tadi bersama temannya di telephone.
"Aku tidak memaksakan diri."kata lea mengelak." Aku akui, aku datang kesini untuk mendapatkan nilai" kata lea
Dan demi pekerjaan yang aku jalankan dari ayahmu kata lea dalam hati
"Tapi..." jelas lea terpotong pembicaraannya di sela Marcel
"Kau tidak perlu menjelaskannya padaku." Jelas marcel menyela perkataan lea
"Anak anak bukan alat untuk mendapatkan nilai, kau mungkin tidak tahu kebanyakan dari mereka adalah anak yatim piatu yang terlantar. Mereka akan sangat menghargainya jika kau sedikit memberikan cinta kepada mereka,mereka akan menerima keramahan munafikmu secara sungguh sungguh." Kata Marcel tegas ada kekesalan dalam setiap perkataan yang di lontarkanya
Setelah mengatakan itu semua,marcel meninggalkan lea yang terdiam memandangi punggung marcel.Dia terkejut mendengar penuturan Marcel tentang kehadirannya di SLB ini. Dia mengakui selain untuk mendapatkan nilai kuliah dia juga melakukan tugas yang di berikan Ayah Marcel kepadanya. Selama ini Marcel belum mengetahuinya. Ada terbesit rasa bersalah di hati lea untuk pekerjaan ini tetapi tidak ada pilihan untuk saat ini karena dia sedang membutuhkan biaya untuk ibunya.
"Aku tidak bermaksud begitu." Gumamnya
Tiba tiba ada seorang anak yang menabrak lea dari arah belakang. Hampir saja anak itu terjatuh namun segera di tangkap oleh lea.
"Buk"
"Maaf kan aku,apakah kau baik baik saja?" Tanya lea khawati sambil memegangi tangan anak itu
"Aku baik baik saja,maafkan aku" kata anak itu
Kemudian lea melepaskan tanganya dan membiarkan anak itu berjalan kembali.
__ADS_1
***