Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
BOLA BERAS KETAN


__ADS_3

Sekarang kondisi ibunya sudah membaik meski harus sering melakukan cuci darah karena belum menemukan pendonor ginjal yang cocok.


Dia sudah menawarkan diri untuk melakukan donor namun saat melakukan pemeriksaan human leukocyte antigen (HLA) ada penolakan pada diri ibunya.


Lea yang melihat ibunya sudah membaik,saat ini sedang membuat bola beras ketan di bantu bibinya. Tapi karena bola beras ketan yang di buat oleh ibu dan bibinya terlalu banyak maka lea memutuskan untuk membagikan kepada guru guru di SLB


Sudah 1 bulan lea magang di SLB.Sikap Marcel masih tetap sama dinginnya. Namun sikapnya itu yang membuat lea semakin penasaran untuk terus mendekatinya.


Sambil membawa kue bola beras ketan, lea mesuk ke ruang guru sambil terus tersenyum.


Langkahnya sempat terhenti sejenak di samping meja Marcel karena melihat Marcel sedang sibuk dia beralih menuju meja guru lainnya sambil mendekap bingkisannya.


"Selamat pagi semuanya."Sapa lea gembira


"Selamat pagi." Jawab guru Anwar yang ada di sana


Guru Anwar berdiri dari kursinya dan menghampiri lea yang membawa bingkisan di dekapannya.


"Apa ini guru lea ?" Tanya Guru Anwar sambil melirik pada bingkisan itu


"Ah ya, ini bola beras ketan aku akan membagikannya dengan lainnya,kue ini tidak akan tahan lama sebaiknya malam ini kalian memasaknya "jelas lea sambil membagikan bingkisan kepada guru lain


"Terimakasi lea." Ungkap guru Anwar senang menerima sekotak bola beras ketan


Lea menghampiri setiap meja guru lain dan memberikan sekotak bola bers ketan kepada setiap guru.


"Ibuku yang membuatnya dengan suka cita dan di bantu dengan bibi.Kau akan lebih bahagia setelah makan ini "jelas lea sambil memberikan kotak itu


Dia juga tidak lupa memberikan sekotak bola beras ketan kepada Marcel. Tapi entah kenapa kata-kata Lea tentang Ibunya itu membuat Marcel meras sedih.


"Guru Marcel, kotak ini untukmu. "kata lea sambil menyodorkan sekotak bola beras ketan kehadapan Marcel


Tapi karena tidak ada tanggapan dari Marcel, lea meletakan kotak itu di mejanya.


"Tidak perlu."jawab Marcel menolak

__ADS_1


Dia bahkan menolak saat Lea menyodorkan bola beras ketan itu padanya


Lea mengira kalau Marcel menolak pemberiannya karena masih marah karena masalah kemarin dan meminta maaf.


"Sebelumnya aku yang salah karena berfikir seperti itu aku minta maaf. " kata lea menyesal karena masalah kemarin tentang dia magang di SLB hanya karena mengejar nilai


"Tidak perlu minta maaf ."kata Marcel dingin sambil merapihkan bukunya


"Kau juga tidak bersalah padaku "jelas marcel masih dengan sifat dinginnya kemudian pergi meninggal lea


"Kenapa sulit sekali mendekatinya padahal aku hanya ingin membuatnya senang" gumamnya sambil menekuk wajahnya


***


Hari ini seluruh siswa dibawa ke UKS untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Satu persatu lea mengabsen nama nama siswa yang hadir tetapi ada satu nama siswa yang tidak ada di barisan.


"Dimana gisel."gumam lea terkejut karena ada siswa yang tidak ada di barisan bersama siswa lain


Lea melihat di sekitarnya untuk memastikan jika ada siswa yang tertinggal. Tetapi karena tidak menemukannya dia bergegas kedalam ruang UKS untuk menanyakan kepda guru lain.


"Coba kamu periksa ruang kelasnya ! Sebelumnya aku menjelaskan kepada mereka jika tidak menemukan guru atau teman kelasnya untuk kembali ke kelasnya " Kata guru Anwar


"Baiklah,aku akan mencarinya "kata lea bergegas


Setelah mengetahui jawaban dari guru Anwar, lea begegas sambil berlali menghampiri ruang kelas


Di sisi lain ketika Marcel berjalan melewati kelasnya mendengar suara tangisan seorang anak dia bergegas menghampiri anak itu untuk menenangkannya.


"Gisel !" Panggil Marcel


"Guru Marcel " jawab gisel sambil terus menangis


"Aku pikir kalian sudah pergi, dan sudah tidak menginginkan aku lagi" kata gisel sambil mangis tersedu sedu


Mendengar penuturan gisel karena meras dirinya tidak diinginkan lagi membuat Marcel merasa sedih. Marcel mencoba untuk menenangkan anak perempuan itu.

__ADS_1


"Aku disini, apa kamu lupa bahwa kita sedang melakukan pemeriksaan kesehatan?" Tanya Marcel sambil terus mengusap bahu gadis itu untuk menenangkannya


"Sekarang kau ingat ?" Kata Marcel mengingatkan


Hanya di balas anggukan kepala dari gisel dengan masih tetap menangis


"Bagus kau kembali ke kelas saat tak menemukan guru dan temen sekelasmu, anak pintar." Kata Marcel sambil mengelus kepala gisel


Gisel tidak menjawabnya dia masih terus menagis tersedu sedu. Dari arah pintu masuk lea dengan tergesa gesa menghampiri ruang kelas namun langkahnya terhenti ketika melihat Marcel mencoba menenangkan gisel yang sedang menagis.


Marcel yang peka akan kehadiran seseorang sedikit menoleh ke arah orang itu.


"Ini aku lea." Kata lea memberitahukan kedatangannya


"Aku menjemput gisel untuk pemeriksaan kesehatan."


Mendengar penjelasan lea, Marcel berdiri sambil menggandeng tangan gisel menghampiri kehadapan lea.


Saat tangan lea diulurkan untuk meraih tangan gisel tetapi Marcel tidak melepaskan gandengan tangannya sehingga diturunkan kembali tangan lea.


"Aku tahu, kau tidak ingin mendengarkan penjelasan dariku. Tapi percayalah padaku aku akan menjaga gisel dengan baik ." Jelas Lea untuk meyakinkan


Marcel tetap diam mendengar penjelasan dari lea seakan dia masih kurang percaya terhadapnya untuk menjaga gisel.


"Setidaknya beri dirimu kesempatan untuk mempercayai orang lain." Kata lea


Menyadari perkataan lea ada benarnya, Marcel akhirnya mau  menyerahkan dan mempercayakan Gisel padanya.


" Gisel, guru Lea menjemputmu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jadi kau ikut dengannya." Kata Marcel sambil  mensejajarkan posisnya dengan Gisel


"Baiklah." Jawab Gisel


Kemudian Marcel menyerahkan tangan Gisel kearah Lea, saat lea menerima tangan gisel tanpa sengaja dia menyentuh tangan Marcel seketika dia sedikit terkejut.


"Kalau bagitu kami pergi dulu." Kata lea pamit sambil menggandeng tangan gisel

__ADS_1


***


__ADS_2