
*Tinggalkan jejaknya ya. Author butuh dukungan kalian.
Happy reading* !!!!
Setelah bertemu dengan lea dan mengetahui jawabannya leon mencari keberadaan vani. Kebetulan Vani baru selesai dari perpustakaan. Segera ia menghampirinya dan mengajaknya untuk berbicara di tempat yang nyaman.
"Vani, kau tahu apa lea sudah memiliki kekasih?" Tanya leon
"Setahu aku, lea tidak pernah dekat dengan cowok kecuali denganmu tapi sekarang ini dia sepertinya dekat dengan seseorang". Sahut Vani "Memang ada apa? Kau sudah bertemu dengannya?" Tanya Vani dengan wajah serius
Leon terkejut dan menghela nafas panjang bagaiman menceritakan pembicaraannya dengan lea.
"A.aku sudah mengungkapkan perasaanku padanya tapi..." ucap leon terpotong karena Vani menyalip perkataannya
"Jadi benar kau menyukai lea?" Ujar Vani terkejut mengetahui kebenaranya
Leon menganggukan kepala membernakan bahwa dia menyukai lea.
"Kalau boleh tahu dia dekat dengan siapa van?" Tanya leon serius mendekat ke arah vani
"Aku tidak tahu persis hanya saja dia menerima pekerjaan untuk menjadi teman anak bosnya. Namanya Marcel louis anak dari Adam Louis". Ucap Vani
"Marcel". Gumam leon nampak berpikir
"Terimakasih Vani". Ucap leon beranjak pergi meninggalkan Vani
"Aku tidak akan mebiarkan lea bersama Marcel. Dia tidak pantas dengan orang cacat itu". Gumam Leon marah
***
Ke esok harinya Lea dan Marcel di panggil pihak panti asuhan Bunda Kasih. Pihak panti memberitahukan bahwa ada pihak keluarga yang akan mengadopsi Gisel.
"Sebenarnya ini hal baik, tapi tidak tahu apa yang di pikirkan gisel nanti". Ucap pengurus panti
__ADS_1
"Beberapa waktu ini aku melihat kalian berdua dekat dengan gisele, Dan sepertinya dia sangat mempercayai kalian,maka dari itu meski belum diputuskan tapi aku merasa pertama tama berdiskusi dengan kalian tentang masalah ini". Ucap pengurus panti
"Terimakasih sudah mempercayai kami". Ujar lea membungkukan badan sebagai rasa terimakasih sudah percaya untuk berdiskusi tentang adopsi gisel
"Kami pergi dulu jika nanti ada kabar tolong beri tahu kami".ujar lea berpamitan
"Baiklah tidak masalah". Sahut pengurus panti
"Berhati hatilah kalian".ucap pengurus panti
Marcel yang mengetahui kalau gisel akan di adopsi merasa keberatan. Setelah pembicaraan tadi dengan pihak panti dia langsung pergi meninggalkan lea yang masih berdiri. Ketika lea menoleh ke arah samping sisinya sudah tidak menemukan Marcel,dia bergegesa menyusulnya.
"Guru Marcel !" Panggil Lea." Apa pendapatmu tentang ini?" Tanya lea tentang rencana adopsi gisel yang di ceritakan tadi oleh pihak panti
"Aku tidak merasa apa apa". Sahut Marcel namun sebenarnya ada keberatan di pikiran Marcel. Marcel berfikir tentang perasaan gisel bagaiman tanngapannya jika ada yang berniat mengadopsinya
Lea mengurucutkan bibirnya karena kesal tidak puas dengan jawaban Marcel. Lea mencoba memaklumi sikap Marcel yang sering seperti itu.
Terdengar suara dering handphone lea lalu lea mengangkatnya.
"Aku hampir selesai disini" ujar lea sambil melirik ke arah Marcel
"Aku sedang berbicara dengan teman. Begini kalau begitu kau tidak perlu datang kesini. Langsung kerestoran saja. Jika ada hal penting bicarakan saja di restoran. Kirimkan lokasinya! aku tutup ya?". Kata lea di telpone.
Marcel mendengarkan percakapan lea dia berpikir kalau orang yang berbicara itu adalah teman yang di bicarakan kemarin.
Ada rasa tak nyaman dihatinya ketika mendengar mereka berbicara.
Setelah menutup teleponnya lea diam sesaat dia lupa akan pembicaraannya tadi.
"Sampai mana kita bicara?" Tanya lea mencoba mengingat terakhir sampai mana pembicaraannya.
"Apa kau perlu kutemani?" Tanya Marcel tiba tiba menawarkan untuk menemani lea bertemu orang yang meneleponnya.
__ADS_1
Lea merasa heran ketika mendengar tawaran Marcel untuk menemaninya. Lea merasa tidak biasanya Marcel seperti itu.
"Tidak mungkin !" Gumam lea mengernyit kedua alisnya sambil menggelengkan kepalanya
"Kau tidak pergi menemui teman kuliah yang pernah kau bicarakan?" Tanya Marcel
"Iya,itu dia aku ingin bertanya. Kenapa kau mau menemaniku?" Tanya lea menjahili Marcel
Marcel salah tingkah ketika lea menjahilinya. Meliahat Marcel yang salah tingkah semakin ingin menjahilinya.
"Ternyata kau ingat hal yang sebelumnya kukatakan kepadamu?" Ujar lea senang karena Marcel mengingatnya
"Apa aku terlihat seperti pelupa?" Tanya Marcel kesal
"Ya"sahut lea singkat sambil menertawakan kepolosan Marcel
"Kau terlihat seperti tidak ingat hal seperti ini". Ejek lea
"Ayo!" Ajak lea menepuk tangan Marcel. Lea terus berjalan namun kemudian berhenti karena Marcel tidak mengikutinya.
"Apa kau mau berjalan searah bersama denganku?" Tanya Lea
Mendengar itu Marcelpun akhirnya mulai mengikuti Lea.
"Bagaimana kau tahu bahwa yang menelpone itu teman kuliahku?" Tanya lea sambil berjalan beriringan
"Aku mendengarnya".Sahut Marcel singkat
"Ooh ,benar aku lupa memberitahumu kesalahpahaman kami telah selsai". Ujar Lea
Tiba tiba langkah Marcel terhenti. Dia berpikir jika masalah sudah selesai untuk apa menemaninya untuk menemui temannya itu. Lea yang mengerti maksud dari tingkah Marcel mencoba untuk membujuknya agar tetap ikut meski maslahnya telah selsai.
"Setelah makan bersama semua akan kembali menjadi teman". Ujar Lea menjelaskan untuk mengakhiri kesalapahamann yang sudah selesai antar dirinya dan temannya itu.
__ADS_1
"Ayo !, ayo, ayo" bujuk lea menarik narik tangan Marcel agar mau menemaninya.Marcelpun mau menemaninya
***