
"Yang harus di ingat adalah bahwa terapi musik memiliki efek samping untuk sementara waktu. Karena dalam waktu singkat terapi musik tidak dapat menyediakan ruang transformasi pisikologis bagi pasien. Karena itu terapi musik membutuhkan perawatan jangka panjang intuk mendapatkan hasil yang diinginkan" jelas lea membacakan bahan presntasi tesisnya di hadapan Marcel
"Selesai?" Tanya Marcel
"Hmmm" lalu menghampiri Marcel dan duduk disana
"Bagaimana?" Tanya lea tentang bahan presentasinya
"Aku memiliki pertanyaan" ujar Marcel lalu merubah posisi duduknya menghadap lea agar lebih serius membahasnya
"Bahan tesismu kedengarannya cukup mempunyai arti. Kenapa tidak melanjutkan aspek ini dan menelitinya lebih dalam?" Tanya Marcel penasaran denga tesis lea yang tidak lebih mendalam pembahasannya.
"Pelajar S1 Hanya menyentuh permukaanya.jalannya masih panjang untuk melakukan penelitian sesungguhnya". Jawab lea memberikan alasan kenapa dia tidak memperdalam bahan tesisnya karena masih ada waktu untuk melakukannya.
"Lalu kenapa kau mengambil jurusan pisikolog? Aku perhatikan kau kurang nyaman dengan jurusan itu" pendapat Marcel karena selama ini dia melihat lea lebih tertarik di bidang seni.
"Karena saat itu aku merasa berkewajiban untuk memenuhi harapan orang tuaku"
"Coba kau pikirkan. Mereka mengorbankan waktu dan tenaga untuk membesarkanku. Dalam pelajaran mereka juga sangat membimbingku. Setidaknya aku perlu membalas mereka. Bagiku, belajar di jurusan pisikolog tidak sesulit itu. Meskipun aku tidak terlalu menyukainya dan juga aku tidak membencinya. Dan itu tidak mudah untuk bagi orang tuaku. Jangan melihat dari luarnya saja bahawa terlihat baik baik saja tapi aku tahu mereka ingin membuatku menjalani hidup yang baik. Dengan mendapat gelar pisikolog paling tidak mereka senang. Hanya empat tahu untuk menjalainya dibandingkan dengan kerja keras mereka sebenarnya itu bukan apa apa". Jelas lea
Marcel nampak sendu mendengar cerita lea.
__ADS_1
"Ada apa?" Tanya lea heran melihat raut wajah Marcel berubah sedih
"Entahlah, aku hanya merasa sedikit iri denganmu dan orang tuamu. Perasaan saling pengertian. Tiba tiba aku merasa kau tidak begitu kekanak kanakan". Ledek Marcel sekaligus iri
Dibilang kekanak kanakan lea berubah cemberut.
"Kau berani bilang aku kekanak kanakan?" Kesal lea sambil memukul dengan bantal
"Kalau aku kekanak kanakan akj tidak bisa mendpatkan dengan jurusan pisikologiku"
Lalu Marcel menarik lea dalam pelukannya untuk meredakan kekesalan lea.
"Oh ya Marcel aku akan cukup sibuk selama kelulusan. Jadi aku pasti jarang mamapir kesini. Apa kau tidak apa apa?"
"Jadi kau menyetujuinya?" Tanya Lea
Marcel menggelengkan kepalanya pertanda dia tidak menyetujuinya.
"Hah...ingatlah untuk datang keupacara kelulusanku. Jangan berdandan terlalu tampan". Ujar lea posesif
"Bermain piano dan makan dengan baik. Patuh lah" sambil menepuk nepuk kepala lalu menusuk nusuk pipi dan hidung Marcel, mencoba membujuknya tapi tidak ada reaksi apa apa hanya wajah datar Marcel dan lea pun tertawa melihat tampang kesal Marcel.
__ADS_1
Keesok harinya lea melakukan presentasi tesisnya dihadapan dosen penguji dan mahasiswa lainnya. Dia menjelaskan setiap materi dengan lancar dan jelas. Untuk hasilnya menunggu pengumuman dari pihak universitas.
Sementara Marcel sedang berada di dapur memotong sayuran. Doni datang kerumah Marcel sambil membawa kantong belanjaan yang berisi bahan bahan makanan.
"Lea" panggil Doni. "Aku membeli tomat yang kau bilang saat itu. Mari masak" ujar Doni berjalan masuk lalu terkejut meliahat di dapur ada Marcel disana lalu dia bergegas menghampirinya takut terjadi sesuatu.
"Sedang apa kau berada di sana?" Tanya Doni khawatir
"Tidak perlu terkejut. Sebelumnya aku pernah membiatkan telur dadar untuk lea"
"Apa?" Sahut Doni terkejut "kau ini benar benar ya" ingin meraih pisau di tangan Marcel namun Marcel menepisnya
"Doni,bukankah dulu aku benar benar tidak dewasa?"
"Kenapa kau tiba tiba menanyakan itu?" Ucap Doni balik bertanya
"Tidak apa apa" sahut Marcel lalau menghentikan memeotong sayurannya ingin merapihkannya
"Biarkan aku saja" potong Doni ingin meraih sayuran yang di potong Marcel.
"Tidak apa. Kau tenag saja" sahut Marcel agar Doni tidsk terlalu khawatir dengan dirinya.
__ADS_1
Karena Marcel tidak mau di bantu akhirnya Doni mengambil belanjaan yang di bawanya lalu memasukannya kedalam kulkas.