Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
JAUHI DIA


__ADS_3

Leon yang mengetahui kalau lea dekat dengan kakak tirinya meski itu hanya pekerjaan tetapi dia tidak suka. Dan hari ini dia berencana untuk bertemu dangannya namun dia tidak tahu bahwa lea datang bersama Marcel.


"Kau sudah memesan makanannya?" Tanya leon ketika lea menjemputnya di depan restoran. Namun dia kaget ketika tahu bahwa di tempat yang di pesan sudah ada seorang pria yang tak lain adalah kaka tirinya Marcel datang bersama lea.


Leon duduk di sebrang Marcel dan menggesar kursi di sebelahnya untuk diduduki lea.


"Duduklah !" Ujar leon sambil menepuk kursi disebelahnya.


"Ck.Aku ingin tahu lea akan pilih duduk dimana". Gumam leon


Ternyata Marcel sudah terlebih dahulu menggeser kursi disebelahnya sebelum mereka datang berharapa lea duduk di sampingnya.Lea bimbang untuk duduk dimana. Dia berpikir karena Marcel pasti benci ada orang disampingnya akhirnya dia memutuskan untuk duduk di samping leon.


Marcel merasa aneh karena lea tidak duduk disampingnya dan membiarkannya namun hatinya merasa tidak rela. Sementara leon merasa senang karena lea memilih duduk disampingnya


Pelayanpun datang menghidangkan makanan dan minuman.


"Ini jus lemonnya". Ucap pelayan mempersilahkan


"Terimakasih". Sahut lea lalu meraih gelas jus dan meminummnya namun karena terlalu dingin merasa ngilu pada giginya


"Cissss..aaaahhh.dinginnya" ucap lea memegang pipinua merasa ngilu pada giginya karena sensitif


"Sudah lah jangan diminum, bukannya kau suka ngilu gigimu?" Ujar Leon khawatir


Sementar Marcel yang mengetahui Lea sensitif giginya lalu menghentikan pelayan tadi.


"Tolong berikan gadis ini jus lemon yang hangat" bisik Marcel pada Pelayan tadi


"Baik". Jawab pelayan dan berlalu


"Ck...tidak akan kubiarkan". Ujar leon melirik ketika Marcel membisikan kepada pelayan untuk memesankan kembali jus lemon


"Eh, siapa dia". Tanya leon berbisik mengarah ke Marcel


"Dia patner kerjaku di sekolah". Sahut Lea pelan tidak ingin terdengar


"Aku dengar dari Vani, kau bekerja untuk menjadi teman dari bosmu. Apakah itu dia?" Tanya leon lagi


"Hmm.." sahut lea mengangguka kepalanya


Leon sebenarnya sudah tahu cuma pura pura saja. Dalam hatinya bergemuruh tidak suka ternyata orang yang di sukainya berdekatan dengan kakak tirinya. Lea tidak mengetahui kalo dia punya saudara tiri.


Leon mengambil makan lea dan menyerahkan makanannya yang sudah di potong olehnya.


"Makanlah ! Kau kan alergi sapi jadi makanlah punyaku" Ujar leon sambil mengacak rambut lea


"Ck, kau ini selalu saja begitu" sahut lea kesal rambutnya di acak oleh leon


Leon tersenyum melihat lea marah seperti itu mengingatkan kembali tentang kedekata mereka dulu.


Lea baru sadar ternyata makan yang di pesannya adalah daging sapi.


"Terimakasih leon, kau selalu saja menolongku.kau ingat dulu ketika aku hampir saja mati gara gara di jahili senior memakan makan yang mengandung sapi?"


"Aaah...ya aku ingat kau sampai kehabisan nafas. Kalau ingat itu rasanya aku takut sekali kehilangan kau lea" sahut leon


"Ah kau ini bisa saja" sahut lea


Tak lama seorang pelayan datang mengantarkan pesanan Marcel dan meletakaannya di hadapan Lea.

__ADS_1


Marcel hanya diam mendengar perbincangan mereka.  Sementar lea dan leon terus berbincang namun leon sadar ketika pelayan datang dengan sengaja dia menumpahkan minuman yang di pesan Marcel tanpa di ketahui lea dan Marcel.


Tumpahan minuman itu jatuh kebawah namun cipratannya mengenai baju lea.


"Ah, maafkan aku lea aku tidak sengaja menyenggol gelasmu" ujar leon pura pura bersalah padahal ada seringai licik di balik wajahnya


"Ah tidak apa,aku akan toilet dulu untuk membersihkannya. Kau lanjutkan saja makannya" sahut lea berdiri lalu pergi ketoilet


Merasa lea sudah cukup jauh, leon menatap Marcel tidak suka.


"Halo apa kabar kakak ku Marcel !" Sapa Leon sarkah


Marcel terteguk mendengar seorang pria memanggilnya kakak. Berarti benar perkiraannya bahwa orang di hadapannya yang bernama leon adalah adik tirinya anak dari istri ayahnya sekarang.


"Jauhi lea !" Tekan leon "kau tidak pantas untuknya " ujarnya lagi


Marcel yang mendengar itu diam mengepalkan tanganngaya di bawah meja. Dia marah ketika mendengar pria itu memintanya untuk tidak dekat dengan lea. Entah perasaan apa yang ada di hatinya dia belum menyadarinya.


Tak lama lea datang menghampiri mereka dan kembali duduk.


"Kau minum punyaku saja, aku yang yang minum punyamu" ujar leon menyerahkan minumannya dan menukarnya dengan punya lea


"Terimakasih leon". Sahut lea


Merekapun melanjutkan makannya. Sementara Marcel di abaikan mereka asik dengan pembicaraannya.


***


Keesok harinya lea sudah datang di sekolah dia duduk menunggu Marcel.Tak lama Marcel pun datang lalu lea menghampirinya.


"Guru Marcel". Panggil lea


"Kebetulan ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Baru saja pihak panti memberi tahukan bahwa pasangan suami istri itu berniat untuk mengadopsi Gisel.Mereka sudah memenuhi prosedur persayaratannya".ucap lea senang


"Apa yang bahagia?" Tanya Marcel sarkah


"Apa kau tahu suami istri itu orang seperti apa? Apa pernah kau memikirkan perasaan gisel? Bagaimana setelah di adopsi dia di kembalikan lagi apa kau tahu itu akan menyakiti gisel?" Ujar Marcel beruntun. Marcel masih marah dengan kejadian kemarin bertemu dengan adik tirinya yang ternyata menyukai lea dan memintanya untuk menjauhi lea di tambah lea seakan menyetujui jika gisel di adopsi orang lain.


Lea dibuat bungkam mendengar perkataan Marcel. Memang tidak salah Marcel mengkhawatirkan gisel sampai memikirkan hal seditail itu.


"Tapi... dia selalu ingin memiliki kesempatan berbeda di masa depan. Selamanya tinggal di panti untuknya sudah sangat bagus. Jika dia menolaknya hanya khawatir pada hasilnya itu membuatnya seperti pengecut." Ujar Lea berpendapat


Marcel yang mendengar jawaban itu menjadi kesal lalu beranjak berdiri mengakhiri pembicaraan tidak ingin berdebat.


"Jika akhirnya seperti apa yang kukatakan tadi apa kau bisa menanggungnya?" Ujar Marcel tegas


"Aku..." Sahut Lea ragu ragu


Mendapat jawaban yang tidak pasti Marcel lalu mengambil buku dan tongkatnya.


"Kau terlalu naif !" Tekan Marcel sambil pergi meninghalkannya


"Aku..." sahut lea mencoba untuk menjelaskan namun Marcel tetap pergi


"Dia tidak pernah bahagia dengan apa pun" gumam lea lesu menyenderkan dirinya ke dinding


Lea keluar dari ruang guru dengan lesu, tiba tiba gisel menghampirinya.


"Guru lea" panggil gisel

__ADS_1


Lea berbalik kearah orang yang memanggilnya


"Gisel". Sahutnya menghampiri gisel lalu menekuk kaki mensejajarkan posisnya


"Ada apa?" Tanya lea menyentuh tangan gisel


"Aku ingin tampil di panggung di acara minngu depan yang guru Anwar ceritakan ". Sahut Gisel


"Aku ingin bernyanyi. Aku ingin meminta guru lea untuk melatihku" ujar gisel


"Aku?" Tanya lea


Gisel mengangukan kepala membenarkan.


"Kanapa tidak meminta pada guru Marcel untuk melatihmu". Ujar lea menawarkan


"Dia itu profesional dalam hal bernyanyi".ujar lea lagi


"Aku takut dia sibuk, aku terlalu takut mendekatinya".sahut gisel


Lea tertawa memdengar jawaban jujur gisel.


"Begitu,ya? Sebenarnya guru Marcel sama sekali tidak sibuk kalau minta kepadanya pasti dia akan membantumu".


Terdengar suara beberapa anak laki laki keluar dari kelas sambil berbaris saling memegang pundaknya satu sama lain. Lea menoleh ke arah suara itu.


"Anak laki laki itu sangat menyebalkan". Ujar Gisel kesal mendengarnya


Lea tersenyum mendengar kejujuran gisel.


"Bukankah gisel menyukai guru Marcel? Dia juga laki laki". Tanya lea


"Tentu saja, guru Marcel tidak seperti mereka". Sahut lea


"Oooh,gadis sekecil ini pun bisa melihat mana pria dengan anak laki laki". Gumam Lea


"Apa kau mau guru Marcel membantumu berlatih?"


"Mau". Sahut gisel mengangukan kepala "Tapi dia sudah pergi sementara besok akhir pekan". Ujar Gisel sedikit sedih


"Tentu saja bisa,aku akan meneleponnya untukmu". Bujuk Lea sambil memgambil handphonenya dan menekan no telepon Marcel


"Tapi aku tak tahu harus bilang apa?" Tanya gisel gelisah


"Jangan tegang,kau cukup ulangi ucapanmu kepdaku tadi kepada guru Marcel". Sahut Lea mencoba menenangkan Gisel


Gisel pun setuju dan menganggukan kepala. Tak lama suara teleponpun tersambung dan diangkat oleh seseorang.


Di dalam mobil seorang pria masih merasa kesal duduk terdiam mengingat percakapan tadi dengan patner kerjanya. Terdengar dering telepon dari sakunya lalu mengangkatnya.


"Halo?" Ucap pria itu


Di sekolah lea yang menelpone Marcel menyerahkan handponenya kepada gisel ketika sudah tersambung dan diangkat oleh Marcel. Ya pria itu adalah Marcel.


"Guru Marcel, aku ingin ikut tampil di pertunjukan yang di ceritakan Guru Anwar. Aku ingin memyanyi. Aku inhin memimya banyuan guru untuk melatihku". Ujar Gisel


Sementara lea di sampingnya menguping pembicaraan gisel.


Di lain tempat tepatnya di dalam mobil, Marcel tersenyum mendengar keinginan anak muridnya untuk tampil di acar nanti dan memintanya untuk melatik anak itu.

__ADS_1


"Baiklah,besok aku akan kepanti". Sahut Marcel


Sementara di sekolah, lea tersenyum senang mendengar jika Marcel akan datang kepanti untuk melatih bernyanyi.


__ADS_2