Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
MEMERIKSA MATA


__ADS_3

Suara musik dan nyanyian bercampur suara teriakan mahasiswa menggema. Meraka larut dalam nyanyian sambil mengayunkan tangan keatas.


Setelah melakukan berbagai pemotretan kelulusan lea membawa Marcel untuk menonton pertunjukan band yang disediakan pihak kampus.


Lea melihat Marcel terdiam seperti kurang nyaman dengan keramaian.


"Bagaimana kalau kita pergi saja?" Tawar lea melirik kearah Marcel yang merasa tidak nyaman


Marcel tersenyum "Tidak apa apa, tetaplah bersamaku" ujarnya tidak ingin membuat lea kecewa karena buru buru ingin pergi


Lea tersenyum mendengar nya lalu dia mengangkat tangannya keatas lalu melompat lompat mengikuti yang lainnya.


Vani datang menghampiri lea dan menariknya kearah lain.


"Apakau mau ikut makan malam bersama untuk merayakan kelulusan kita?" Tanya Vani


"Baiklah, kalian duluan saja" sahut lea


"Sampai jumpa!" Sambil melambaikan tangannya


Vanipun pergi untuk pergi makan malam kesebuah restoran tempat mereka nanti makan. Lea membalikan badannya namun seketika dia terkejut karena tidak melihat Marcel di tempat semula. Dia mencari Marcel kesana kesini memperhatikan di tengah keruman orang orang. Tiba tiba ada yang menariknya lea pun menoleh seketika dia tersenyum lega.


"Kau hanya berbalik. Mengapa kau mengubah arahmu?" Tanya Marcel


"Disini sangat ramai. Aku takut kehilangan dirimu" sahut lea


Seketika Marcel tersenyum bahagia lalu dia menbisikan ketelinga lea.

__ADS_1


" Jangan khawatir karena aku akan memcarimu"


"Bagaimana kalau tidak ketemu?" Tanya lea


"Hanya kau yang memakai parfum sebanyak ini sehingga tercium sampai jarak yang cukup jauh" ujar Marcel menggoda di telinga lea


"Kau menyebalka" ujar lea malu sambil mendorong bahu Marcel lalu memeluknya.


***


"Selamat tinggal,Sampai jumpa" ujar Vani pada teman temanya berpisah sehabis makan malam untuk merayakan kelulusan merrka


Lea menggandeng Marcel keluar dari restoran.


"Biarkan aku mengantarmu pulang" ujar Vani memghampiri lea dan Marcel


"Kekasihku ada disini,kau pikir aku butuh bantuanmu?" Sahut lea sedikit mabuk sambil bergelayutan di tangan Marcel


"Eeh..terimakasih.tidak.aku pergi sekarang" sahut Vani melangkah mundur


"Sampai jumpa!" Ujar Vani berlari sambil melambaikan tangan


"Sampai jumpa lagi" sahut Lea membalas lambaian Vani


"Ayo jalan !" Sambil menggandeng tangan Marcel.


Sambil sempoyongan Lea berjalan bergandengan tangan denga Marcel.

__ADS_1


Lalu menghentikan langkahnya tersadar bahwa ada sesuatu yang menghilang.


"Dimana bungaku?" Gumamnya meraba saku celananya mencari ditasnya dan sekitarnya takut terjatuh namun tidak di temukan


"Ya tuhan, apakah aku meninggalkanya di restoran?" Pikir lea sambil menarik tangan Marcel mengajaknya kembali kerestoran tadi.


Marcel menahan tangan lea lalu mengeluarkan bunga mawar putih dari balik jasnya dan menyerahakan kepada lea.


"Syukurlah ada disini" ucap lea senang menerima bunga dari Marcel "ini adalah satu satunya. Untung tidak hilang"


"Tidak bisakah kau romantis seperti pemain film yang meberikan satu bucket bunga besar? Mengapa kau hanya memberikan satu tangkai bunga?" Gurutu lea


Marcel menyentuh kedua pipi lea lalu mendekatkan dahinya "Karena kau adalah satu satunya mawar di hatiku"ucap Marcel lalu mencium bibir Lea


Lea tersipu malu sekaligus bahagia mendengar ucapan tulus Marcel.


***


Keesok harinya Marcel dan Doni pergi menemui dokter melakukan pemeriksaan untuk matanya. Dia mulai memikirkan masa depannya bersama lea. Dia berharap akan ada peluang untuk kesembuhan matanya.


Saat ini dia sedang melakukan pengecekan matanya menggunakan alat yang bernama oftalmoskop fungsinya untuk menilai kondisi bagian dalam kelopak mata, kornea , sklera (bagian putih mata), lensa mata, pupil , iris, dan cairan di dalam bola mata.


"Baiklah" Ujar Dokter menyudahi pemeriksaannya


Bagaimana kondisinya dok?" Tanya Doni menghampiri Dokter


"Untuk lebih spesifik kita harus menunggu hasil tes medis. Karena cukup lama tidak segera memeriksanya. Kau mungkin melewatkan waktu terbaik untuk pengobatan. Dari penilaian awalku, aku takut ini memerlukan transplantasi kornea. Aku menyarankan kau untuk mendaftar antrian untuk pencocokan dari pendonor" ujar Dokter

__ADS_1


"Terimakasi dokter" jawab Marcel


Marcel yang mendengar penjelasan Dokter sedikit pesimis dan menyesal karena tidak segera melakukan pemeriksaan sejak dulu. Dia terlarut dalam kesedihan kehilangan ibunya sehingga melupakan kondisnya sendiri. Tapi sekarang ada seseorang yang berharga bagi dirinya yang berharap bisa menikmati keindahan bersama sama.


__ADS_2