Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
MENONTON BIOSKOP


__ADS_3

Lea mengajak Marcel menonton bioskop. Dia sengaja mengajaknya pagi karena biasanya tidak terlalu banyak oramg yang menonton disana.


Di bioskop lea duduk berdampingan dengan Marcel. Film yang mereka tonton adalah film horor otomatis sesekali lea memeluk bahkan mencengkran tangan Marcel karena takut ketika adegan horor terjadi. Meski ketakutan tapi lea tetap menceritakan setiap adegan filmnya. Marcel yang tidak bisa melihat hanya mendengarkan cerita lea meski terkadang dibuat terkejut oleh jeritan dan cengkramannya.


"Dia sedang bersembunyi. Hantunya keluar dari dalam tv" ucap lea ketakun mencengkarm tangan Marcel sambil menceritaka adegan film


"Aaah. Ada bayangan hitam". Ujar lea terkejut dan semakin erat memeluk Marcel


Dia menutupi wajah dengan tanggannya "Hantu itu" ucap lea bersembunyi dibalik telapak tangannya.


Marcel menyentuh tangan lea memcoba menenangkannya. "Jangan dilihat". Ujar Marcel menurunkan tangan lea dari wajahnya


"Semakin takut semakin ingin melihatnya"sahut lea penasaran


Marcel tersenyum mendengar ucapan lea "Semakin takut semakin ingin melihat. Benar benar seperti ketagihan" gumamnya


Setelah menonton film Marcel bersama lea pulang menggunakan kereta. Ketika kereta mereka tiba lea menggandeng tangan Marcel untuk masuk kedalam gerbong namun tiba tiba segerombolan penumpang berdesakan untuk masuk kedalam gerbong sehingga genggaman tangan lea terlepas dari Marcel dan lea terdorong masuk kedalam gerbong.


Lea yang panik karena Marcel tertinggal mencoba untuk keluar namun pintu otomatis kereta sudah tertutup.


Marcel yang ditinggalkan hanya diam ditempat sambil menunggu.


Lea mencoba mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Marcel tapi ternuata ponsel Marcel ada padanya.


"Gawat,ponselnya ada padaku. Dia keras kepala pasti tidak akan meminta bantuan". Gumam lea khawatir


Kereta terus berjalan melewati Marcel yang berdiri diam. Lea berharap dalam doanya semoga Marcel baik baik saja. Ketika sampai di stasiun berikutnya lea bergegas turun dari kereta tadi lalu menuju kereta yang berlawanan untuk mengantarkannya kembali ke stasiun awal ketika dia dan Marcel terpisah berharap Marcel masih berada disana.


Ketika kereta berhenti lea segera menghampiri Marcel yang masih menunggu disana.


"Marcel". Ujar lea berlari langsung memeluk Marcel


Lea menghela nafas lega mengetahui Marcel masih menunggunya.


"Cepat sekali". Ucap Marcel tersenyum mengetahui lea memeluknya dan senang karena di khawatirkan oleh lea


Lea melepaskan pelukannya dan menatap Marcel.


"Aku takut sekali"


"Untuk apa cemas? Walaupun kita terpisah,aku akan tetap menunggumu di tempat yang sama"


"Bagaimana kalau aku tersesat?"

__ADS_1


"Mudah bagiku menemukanmu karena kau memakai perfum begitu banyak". Ujar Marcel sedikit bercanda


"Marcel" ujar lea tersipu malu menepuk bahu Marcel karena ketahuan memakai parfum begitu banyak


Lea tersenyum malu lalu kembali memelukĀ  Marcel.


***


Dirumah, Marcel memainkan piano suara pianonya mewakili perasaanya saat ini yang begitu bahagia. Sudah lama dia tidak sebahagia seperti ini ada seseorang yang mengkhawatirkan dan peduli padanya.


"Marcel...kau sudah pulang?Bagaimana kencannya?" Tanya Doni


"Aku tadi pergi menonton film. Ketika di stasiun kami terpisah karena berdesakan sehingga genggaman tanganku terlepas. Sepertinya lea begitu khawatir padaku begitu kita bertemu lagi dia langsung memelukku". Ujar Marcel menceritakan ketika dia terpisah di stasiun kereta


"Lalu di perjalanan kami mampir di penjual manisan namun tidak ada manisan yang dia inginkan. Sepulangnya terus terpikirkan".


"Marcel,kenapa kau mendadak begitu cerewet?" Ujar Doni tersenyum mengetahui Marcel sudah banyak bicara karena selama ini dia hanya bicara seperlunya.


Marcel tersipu malu mendengarnya.


"Tidak apa apa . Itu bagus untukmu. Aku pergi dulu. Kau lanjutkan saja". Ujar Doni hendak pergi namun langkahnya terhenti sebentar dan menoleh ke arah Marcel yang melanjutkan memainkan pianonya. Doni tersenyum melihat Marcel bahagia.


***


"Kau beli di mana manisan ini?" Tanya lea menoleh ke Marcel sambil mengunyah manisan di mulutnya


"Doni yang mencarinya. Aku tidak tahu dia mendapatkannya dimana". Jawab Marcel sambil membaca buku braile dengan tanggannya


Ini terlalu merepotkan Ka Doni". Ujar Lea masih terus mengunyah


"Kau makan saja dan habiskan. Biarkan aku yang membalas budinya". Ujar Marcel


Lea berpikir mencoba untuk membagi dengan Marcel karena tidak mungkin dia menghabiskan. Dia beranjak menghampiri Marcel dan duduk di sampingnya.


"Kau mau mencobanya?" Tanya lea sambil menyodorkan manisan kehadapan Marcel


"Tidak mau". Ujar Marcel geleng kepala enggan memakan manisan itu


"Sudah kena mulutmu. Ayo makan !" Ucap lea sedikit memaksa.


Karena tidak ingin mengecewakan lea mau tak mau Marcel memakan manisan di depannya. Marcel mengernyit karena masam merasakan manisan itu. Lea tertawa melihat ekpresi Marcel.


"Kau berlebihan. Tidak semasam itu. Bukankah kau suka minum jus lemon?".

__ADS_1


Marcel menoleh "Kapan aku menyukai jus lemon?" Ujarnya Marcel


"Marcel, masa kau?" Ujar kea terputus


Lea tersenyum mendengar ucapan Marcel dia teringat ketika makan di restoran ayam ternyata yang mengganti jus lemonnya adalah inisiatif Marcel.


Ponsel lea berdering ada panggilan dari Ibunya.


"Halo". ujar lea


"Kau belum pulang?" tanya Sela


"Aku mengerjakan skripsiku" sahut lea


"Tidak baik pulang larut malam. cepat pulang" perintah Sela


"Baiklah, sebentar lagi aku pulang". jawab lea lalu mengakhiri panggilannya.


Marcel tersenyum mendengarkan percakapan lea dengan ibunya yang begitu akrab.


***


Dikampus lea di panggil Dosen pembimbingnya.


"Kapan kau akan menyerahkan draft skripsimu? saya ingin melihat apakah ada yang perlu direvisi atau tidak". Ujar Dosen pembimbing


"Saya sedang mengerjakannya Pak. Nanti segera saya serahkan ke bapak". jawab lea


"Baiklah,jangan ditunda terlalu lama segera selesaikan dan serahkan kepada saya nanti saya koreksi mana saja yang perlu di perbaiki". ucap Dosen pembimbing.


"Baik pak". Jawan lea


"Ya sudah sekarang kau boleh pergi".


"Terimakasih".


Lea pergi dari ruang dosen. Wajah nampak murung karena dia belum rampung mengerjakan skripsinya.


Ponselnya berdering ternyata Marcel menelponnya. Marcel meneritahukan bahwa dia mampir ke kampus lea. Mood lea seketika berubah senag, dia segera keluar dari gedung kampus berlari menghampiri Marcel yang sudah berdiri di sana lalu memeluknya dengan erat. Lea mengusel ngusel kepalanya dengan manja di dada Marcel mencari ketenangan.


Adegan itu ternyata di perhatika oleh Leon yang berdiri tidak jauh dari sana. Seketika dia mengepalkan tangnya marah karena tidak suka melihat kemesraan mereka.


Doni yang berada di dalam mobil tersenyum melihat tingkah manja lea kepada Marcel namun seketika buyar ketika melihat kearah Leon yang berada disana menatap tidak suka kearah lea dan Marcel.

__ADS_1


***


__ADS_2