Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
AYAHKU SAKIT


__ADS_3

Marcel sedang merapihkan tata letak barang barangnya sesekali dia tersenyum mengingat ketika dia sempat melamar lea secara mendadak tanpa persiapan apapun. Terdengar langkah kaki menghampirinya lalu dia menoleh.


"Doni, kau di sini" tebak nya sambil melirik


"Aku di sini hanya untuk memberitahukan


Ayahmu jatuh dari tangga dan sudah menjalani operasi karena mengalami gegar otak ringan. Dan ayahmu juga harus melakukan transplantasi hati tapi dia tidak dapat menemukan donor yang cocok sejauh ini. Kau harus bersiap. Dia telah menandatangani persetujuan formulir untuk donasi kornea. Kau harus mengerti sekarang ini untuk dirimu. Tidak apa apa jika kau tidak ingin kembali. Tapi tolong jangan menolaknya" ucap Doni ragu ragu


"Apa yang kau katakan? " menoleh "apa yang dia lakukan? Kau memberitahukan tentang pemeriksaan kesehatanku? Ucap Marcel dengan penekanan


"Aku tidak mengatakan apa apa. Ini keputusannya sendiri" elak Doni "kau memutuskan sendiri,aku harus pergi" ujar Doni sedikit katakutan lalu pergi meninggalkan Marcel.


Doni tahu bagaimana prangai Marcel jika sedang marah. Dia akan melemparkan barang yang diraihnya. 


Marcel menghebuskan nafas mengontrol amarahnya kecewa karena Doni membocorkan catatan kesehatannya kepada ayahnya.

__ADS_1


***


Lea berjalan memasuki rumah, dia merasa heran melihat kondisi didalam gelap gulita tidak ada lampu yang menyala sementara dia bisa melihat ada Marcel yang sedang berdiri disana.


"Marcel,mengapa kau tidak menyalakan lampunya?" Tanya lea  berjalan kerah saklar lalu menyalakan lampu kemudian memghampiri Marcel.


"Lea" ucapnya terhenti


"Ya" sahut lea memperhatikan Marcel nampak ragu ragu ingin berkata


Marcel menghela nafas "ayahku sakit. Kau tahu itukan?"


"Dia tampaknya dalam kondisi kritis sekarang" ucap Marcel mengkhawatirkan kondisi ayahnya


Lea meraih tangan Marcel dan menggenggamnya mencoba menyalurkan ketenangan agar Marcel tidak teralu cemas.

__ADS_1


"Doni memberitahukanku hari ini ayahku telah menandatangani persetujuan formulir untuk donasi kornea. Aku benar benar tidak mengerti mengapa dia menandatangani hal ini"


Lea nampak mengernyitkan dahi "jadi...matamu bisa di sembuhkan?"


"Meskipun aku sudah melewatkan waktu terbaik untuk pengobatan,tapi ada harapan untuk sembuh"


"Melewatkan!" Ucap lea mengkerutkan dahi karena bingung


"Kanapa kau tidak...?" Ujar lea terpotong


"Kenapa tidak melakukan pengobatan  dahulu?" Ucap Marcel lalu melepaskan genggaman lea berjalan kearah piano


"Itu karena aku teralu larut dalam kesedihan karena kehilangan ibuku rasa kecewa dan dendamku aku memanfaatkan kecacatanku untuk mengingatkan dia tentang apa yang telah dia lakukan. Saat dia ingin melakukan pengobatanku itu semata mata hanya untuk martabat dia atau untuk menebus ibuku. Bagaimana aku bisa memenuhi keinginannya"


Lea sedih sampai meneteskan air mata mendengar alasan Marcel tidak melakukan pengobatan sejak pertama kali mengalami kebutaan. Tentu dia tahu penyebabnya karena sebelumnya Adam sudah menceritakannnya ketika dia menerima pekerjaan ini. Meski sudah mendapat restu dari Adam untuk hubungannya namun dia belum berani menceritakan soal perjanjiannya dengan Adam ketika memulai pekerjaan ini untuk mendekati Marcel. Dia takut Marcel berpikir bahwa dia mendekatinya karena uang. Mungkin awalnya iya tapi setelah dia mengenalnya dia malah jatuh cinta pada tuan buta ini yang notabennya sebagai anak bos nya.

__ADS_1


Lea berjalan memghampiri lalu memeluk Marcel dari belakang mencoba memberi ketenangan.


"Tidak apa apa. Jika kau tidak bisa melupakannya biarkan saja. Kau tidak harus merelakan semuanya. Maafkan saja ! Mengapa menyimpan dendam terhadap diri sendiri? Ibumu tidak akan menyalahkanmu dalam hal ini. Dia pasti berharap kau dapat melihat keindahan dunia ini lagi. Jadi tidak perlu di takuti lagi. Jika kau ingi kembali. Aku akan pergi bersamamu dan mengunjunginya"


__ADS_2