
Lea merapihkan penampilan sebelum memasuki ruang rawat ibunya. Dia tidak ingin ibunya mengetahu kondisinya yang sedang sedih.
"Ibu, bibi aku kembali" ucap Lea pura pura ceria
Sela dan Sarah serempak menoleh kerah kedatangan Lea. Mereka tersenyum menyambut kedatangan Lea.
"Kau sudah kembali? Bagaimana keadaan Marcel? Tanya Sela
"Dia baik baik saja bu" sahut Lea menghampiri ibunya yang duduk di ranjang pasien
"Kau sudah makan lea?" Tanya Sarah
"Sudah bi" sahut lea.
Lea menatap ibunya " Ibu, bagaimana kalau kita pindah rumah? Kita kembali kerumah kakek di kampung?" Tanya lea ragu ragu
"Kenapa kamu ingin pindah rumah?" Tanya Sela menyelidik
"Tidak apa apa bu, aku hanya ingin susana baru saja. Aku dengan Marcel sudah selesai"
Sela dan Sarah terkejut mengetahuinya
"Kenapa?" Tanya mereka serempak
"Jangan bertanya alasanya. Kita jangan terus bergantung dengan tuan Adam. Sudah cukup kita menerima bantuannya yang cukup banyak. Sekarang tuan Adam sedang sakit kita jangan menambah beban lagi untuknya. Begitu ibu pulih kita pindah ke kampung halaman kakek. Aku akan bekerja di sana. Aku sudah mendapatkan pekerjaan di sana" ujar Lea
"Baiklah, jika itu sudah keputusanmu. Kita akan pindah kerumah kakekmu" jawab ibu di angguki oleh Sarah
***
__ADS_1
Marcel sedang duduk di samping ranjang Adam sambil memegang daun ligistrum yang tersimpan di bukunya. Daun itu mengingatkannya tentang lea. Doni masuk keruangan pasien menghampiri Marcel yang sedang duduk.
"Marcel, Lea mengembalikan biaya yang di berikan oleh ayahmu untuk pengobatan ibunya. Dia pergi meninggalkan kota ini" ucap Doni
"Apa?!" Marcel tercengang "Kau tahu kemana dia akan pergi?" Tanya Marcel gelisah
Doni menggelengkan kepala " Aku tidak tahu. Aku tadi mendapat kabar dari sekertaris ayahmu, lea menitipkan barang yang ternyata isinya uanga yang selama ini ayahmu berikan untuk membiayai ibunya.
Lea mengajak Vani makan bersama di restoran. Dia berniat memberitahukan tentang kepindahannya.
"Vani, terimakasih telah menjaga ku selama ini. Aku akan pindah ke tempat kakek ku" ucap Lea
" Kenapa?" Tanya Vani sedikit terkejut
"Aku sudah menjual rumah, untuk mengganti biaya yang selama ini tuan Adam berikan meski itu masih kurang. Tuan Adam sedang jatuh sakit, aku tidak ingin terus bergantung padanya. Selama ini sudah banyak dia membantu pengobatan ibuku" ucap Lea memberitahukan alasan kepindahannya
Vani menganggukan kepala memahami ucapan sahabatnya. Meski lea terlihat baik baik saja tapi dia yakin bahwa sahabatnya itu sedih. Hubungannya deng Marcel berakhir begitu saja. Mungkin dengan kepindahannya dia bisa melupakan tentang Marcel.
Lea mengangguk "Terimakasih Vani, kau teman yang dapat di andalkan" ucap Lea tersenyum
"Bersulang" mengangkat minuman
"Bersulang" jawab Vani ikut mengangkat gelas
Tring
Vani dan Lea menikmati minumannya.
***
__ADS_1
Di rumah, Marcel menumpahkan ke gelisahannya dengan bermain piano.
Jari Jemariny bermain dengan lincah
memainkan pianonya tanpa berhenti, sudah lebih dari tiga jam dia tidak beranjak sedikitpun. Doni yang sedang berada di sanapun sedikit khawatir. Dia tahu bahwa Marcel sedang gelisah apa lagi hubungannya dengan lea sudah kandas.
"Marcel berhenti !" Ucap Doni ingin agar Marcel menyudahi memainkan piano
Marcelpun menghentikan memainkan piano. Raut kesedihan terlihat jelas di wajahhnya.
"Kau telah memainkan lagu yang sama selama tiga jam. Apa yang kau lakukan?" Tanya Doni berjalan menghampiri Marcel
"Lea tidak tahu, bahwa lagu favoritnya adalah moonlight. Sebenarnya adalah Pierrot Lunaire oleh Debussy. Itu tentang badut yang di mabuk cinta yang di ejek karena depresinya"
"Berhenti memberitahu informasi yang tidak berguna itu. Jika kau benar sedih dengan kepergiannya, aku akan mengantarmu untuk mencari keberadaannya" ucap Doni
Keesok harinya Doni mencoba menghampiri rumah lea. Lea nampak terlihat akan keluar sambil membawa barang bawaanya. Doni berlari menghampirinya.
"Lea, kau benar akan pindah?" tanya Doni
"Ka Doni, aku tahu mengapa kau ada di sini. Tapi tolong jangan buang tenagamu lagi" ucap lea dengan wajah datar. dia sudah malas berurusan dengan orang orang yang berhubungan dengan Marcel. Lalu dia berjalan hendak meninggalkam Doni tapi doni mengikutinya
"Sebenarnya, Marcel ingin segera menemuimu tempo hari, Tapi ayahnya tiba tiba harus di operasi, jadi dia menginap di rumah sakit. Tapi setelah operasi selesai, dia bilang kepadaku ingin segera menemuimu. Setelah itu dia merasa sangat sedih. Dia sudah membuat keputusan _"
"Itu adalah urusannya" Lea menyela lalu menoleh kerah Doni "itu tidak ada hubunganya denganku lagi" ucap Lea menegaskan
"Setiap orang mencari keuntungan dan menghindari kerugian. Begitu pula diriku. Sebelum ini, aku telah berusaha yang terbaik untuk mencintainya. Aku benar benar melakukan yang terbaik. jadi sekarang, tong biarkan aku pergi. Tolong sampaikan pada tuan Adam, aku mengucapkan terimakasih atas bantuannya selama ini. Maaf aku tidak bisa menjenguknya" ucap Lea menyesal.
Tak lama taxi yang di pesan Lea datang."Taxiku sudah datang, aku akan pergi sekarang" ucap Lea berjalan memghampiri taxi lalu memasukinya.
__ADS_1
Doni hanya terdiam, dia tidak bisa mencegah Lea mengurungkan niatnya untuk pindah.
Lea menghela nafas, Dia melihat ke arah jalan, sepanjang perjalanan dari rumah bunga prifet berguguran.