Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
PERTEMUAN KE DUA


__ADS_3

Di kamar saat ini lea sedang memikirkan tawaran pekerjaan yang di berikan oleh Pak Adam melalui Vani kemarin.


Sambil memegang kartu nama itu,Akhirnya lea memutuskan untuk datang ke alamat kantor yang tertera di kartu nama.


Siang itu,cuaca nampak cerah. Dengan menggunakan baju santai tapi sopan Lea memasuki gedung tinggi menuju kantor dari kartu nama itu yang bernama PT Louis Company yang berada di lantai 10.


Di depan lift ada pria yang sedang menunggu.


"Cacat saat di usia muda "pikirnya sambil memanyunkan bibirnya dan melihat tongkat yang dipegang pria itu


' panggilan dari Doni ' nada dering telphone itu


"Aku akan naik sendiri,Kolom pertama bagian dalam di sebelah kiri baris kedua dari atas " kata pria itu memastikan


Pintu lift terbuka Lea pun memasukinya dan menekan tombol angka 10 untuk menuju lantai tersebut.


Marcel menyudahi panggilannya dan memutar badannya menghadap lift.Pandangan Marcel bertemu denga lea.Lea terkesima melihat sosok di depannya.


"Hah,itu dia" terkejut merasa pernah bertemu pikir Lea


Marcel diam sejenak kemudian melangkah masuk kedalam lift dibantu dengan tongkatnya.


"Dia buta " pikirnya sambil memperhatikan Marcel


Mereka saling terdiam,lea menoleh ke arah marcel dan semakin memperhatikannya


"Matanya bagus" masih terus memperhatika pria di sampingnya.


Kebetulan di dalam lift hanya ada mereka berdua. Karena prihatin, lea pun mencoba menawarkan bantuan.


"Ehm...apakah anda memerlukan bantuan ?" Kata Lea menawarkan bantuan


"Tidak,terimakasih " jelas Marcel menolaknya dengan sopan


Lea menyudahi pembicaraannya. Marcel menggerakan tangannya meraih dan meraba tombol lift. Meraba dari arah kanan atas lalu kearah kiri baris kedua dari atas tepat di no 10.


Gerakan Marcel saat menekan tombol lift diperhatikan oleh Lea karena tombol yang sudah di tekannya kembali mati, otomatis lift nantinya tidak akan berhenti di lantai 10.


Lea memaklumi karena kondisi pria di sampingnya dalam keadaan buta. Dengan gerakan pelan seakan takut ketahuan dengan perlahan tangannya mencoba menekan kembali tombol 10.


Geraka Lea terasa oleh pria di sampingnya. Marcel sedikit melirik ke arah gadis itu begitupun dengan Lea,mereka saling melirik sesat dengan gerak cepat lea menekan kembali tombol itu.


"Huh !" hela Lea dengan lega


"Rasanya seperti pencuri " gumamnya sambil menoleh kembali ke pria itu

__ADS_1


Terdengar suara nada pesan dari handphone Lea. Kemudian lea mengambilnya dan membuka pesan itu


"Dimana kamu sekarang Lea? Satu jam lagi pembelajar Dosen Pak Romi akan di  mulai ?" Isi pesan itu


"Hah " suara hela Lea


Mendegar itu sontak saja Marcel menoleh kembali. Suasana berubah menjadi canggung.


Sambil menutup mulutnya Lea melihat papan informasi lantai lift berjalan 3,4,5 dengan gerak cepat lea menekan tombol lift angka 7 dan tak lama lift berhenti di lantai 7.


Lea keluar dari dalam lift dan menoleh pada pria itu yang masih berada di lift. Pintu lift tertutup secara perlahan namun pandangan lea tidak berhenti ke pria itu.


"Aku benar benar tidak ingin pergi,rasanya tadi canggung sekali " sesalnya


"Nanti naik lift selanjutnya,aku harus menemui Pak Adam saat ini " pikir Lea


***


Saat ini Marcel ada di ruangan Adam. Ketika sampai di lantai 10 di sambut oleh Doni asisten sekaligus kepercayaan Adam. Adam ingin berbicar dengan Marcel prihal pengobatan untuk matanya.


"Ada apa memanggilku kesini ?"tanya Marcel dingin


"Ayah merindukanmu Marcel apa salah?"jawab Adam pelan


Marcel hanya diam tidak menjawab perkataan ayahnya.


"Duniaku sudah hilang saat anda mencampakan ibuku dan memilih wanita itu. Ibuku membawaku pergi dan terjadilah kecelakaan itu "kata Marcel denga raut wajah marah dan kecewa


"Maafkan Ayah Marcel,ayah tahu ayah salah." kata Adam memohon


Marcel hanya terdiam mendengar penyesalan Ayahnya. Dia mengingat saat Ayahnya berkhianat kepada ibunya dan menikahi wanita itu yang tak lain adalah teman ibunya sendiri.


"Kalau tidak ada hal penting lagi,aku pergi." Sambil berdiri kemudian meninggalkan ruangan itu.


Adam terdiam menyesali kesalahannya dulu. Hanya memandangi punggung Marcel saat meninggalkan ruangan kantornya.


Sesungguhnya Adam sangat menyayangi anaknya. Dulu keluarganya begitu harmonis sampai ketika istrinya memperkenalkan temannya bernama Mona kepada Adam.


Karena sering bertemu dan berinteraksi soal pekerjaan bersama istrinya dan dirinya kemudian tumbuh rasa di antar Adam dan Mona. Itulah awal keretakan rumah tangganya.


Ketika istrinya mengetahui hubungan Adam dan Mona.Istrinya pergi dan membawa Marcel bersama.


Dalam kondisi tidak stabil marah dan kecewa akhirnya terjadilah kecelakaan yang merenggut istrinya dan membuat Marcel kehilangan penglihatannya akibat benturan.


***

__ADS_1


Sesaat setelah Marcel pergi, terdengar suara telphone di sampinga Adam.


"Halo Pak, ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan bapak namanya Azalea dan menerima kartu nama bapak ! " jelas sekertaris Adam


"Ya...biarkan dia masuk " jawab Adam membiarkan lea untuk masuk.


Tak lama terdengar ketukan pintu


"Ya...masuk !"


Lea memasuki ruangan tersebut dan memyapa dan memperkenalkan diri.


"Selamat siang Pak Adam, saya Azalea yang menerima kartu nama bapak melalui teman saya vani " Sapa Lea penuh hormat


"Silahkan duduk !" Perintah Adam halus


Sesaat suasana hening Adam dan Lea terdiam. Kemudian Adam memulai pembicaraan.


" Azalea, kamu tentu sudah tahu maksud saya menitipkan kartu nama itu pada temanmu " jelas Adam to the poin


"Saya ingin kamu menjadi teman anak saya Marcel selama ini dia selalu sendiri sikapnya tertutup dan dingin."


Lea yang mendengarkan penjelasan Adam merasa bingung.Niatnya ingin bekerja malah di suruh menjadi teman dari anak Adam.


"Kamu pasti bingung ya ?maksud saya kamu bekerja hanya untuk menjadi teman Marcel. Saya terkesan saat kamu berinteraksi dengan anak anak panti Bunda Kasih " jelas Adam


Lea tekejut mendengar penuturan Adam mengetahui dirinya sering datang kepanti asuhan itu.


"Saya bingung pak,saya pikir bapak menawarkan pekerjaan untuk bekerja di kantor ini tetapi bukan " Kata lea masih bingung


"Kamu mahasiswa pisikolog kan? Pasti sedikit paham untuk memahami sikap orang lain, saya menawarkan untuk kamu sering berinteraksi dengan anak saya,lebih bagus jika kamu mampu membuat anakku kembali tersenyum "


"Kenapa meminta tolong saya untuk berinteraksi dengan anak bapak yang notabennya saya masih seorang mahasiswa belum lulus sementara di luar sana masih banyak orang pisikolog yang lebih berpengalaman ?" Tanya Lea ingin mengetahui alasannya


"Saya sudah sering membuat janji dengan ahli psikiater terkenal di sini tapi anak itu tidak pernah datang menemui dokternya, mungkin jika kamu mau menerima pekerjaan ini,kamu bisa menjadi temannya sekaligus merubah sikapnya "jelas Adam berpendapat


"Bagaimana jika saya tidak berhasil merubah anak bapak ?" Tanya lea memastikan konsukensinya


"Itu tidak masalah,yang terpenting mencoba dulu.Tapi firasat saya kamu mampu melakukannya" Jelas Adam yakin


Lea mendengarkan dengan saksama penjelasan Adam.Dia berfikir tidak ada salahnya mencoba menerima pekerjaan ini.


"Baiklah,saya akan mencobanya "jawab Lea pasti


"Baik karena kamu sudah menerima pekerjaan ini. Mulai minggu depan kamu mulai bekerja. Saya akan mengirim kamu magang di sekolah luar biasa tempat anak saya mengajar. Kamu butuh tempat magang untuk nilai kuliah kamu. Maaf sebelumnya saya mencari tahu tentang kamu" jelas Adam menyesal

__ADS_1


"Baik pak tidak apa malah mempermudahkan saya mencari tempat magang "kata lea tidak mempermasalahkan


"Untuk lebih jelasnya dosen kamu yanga kan memberitahukannya " kata Adam


__ADS_2