Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
MENDENGARKAN SIARAN RADIO


__ADS_3

"Hai mom !" Sapa leon


"Kemarin aku bertemu dengan si buta. Dia bersama seorang gadis ". Ujar leon lalu duduk disebelah ibunya


"Dimana kau bertemu dengannya?" Tanya Siska meletakan kembali majalah yang dibacanya lalu fokus dengan ucapan anaknya


"Gadis itu temanku, dia bekerja bersama ayah untuk mendekati Marcel maksudnya untuk menjadi temannya. Kau tahu sendiri bu, dia tidak dekat dengan orang lain".


"Apa ayah berencana menjodohkan gadis itu dengan Marcel?" Ujar leon menerka nerka


"Tidak...tidak". Ujar leon menggeleng gelengkan kepalanya "Itu tidak boleh terjadi". Gumam leon


Siska yang melihat tingkah aneh anaknya heran ada apa dengan anaknya.


"Kau kenapa leon?" Tanyanya


"Jangan berpikir yang macam macam. Kau fokus saja belajar dan mengambil hati ayahmu agar dia bisa mempercayakan perusahaan kepadamu nantinya". Ucap Siska


"Ini kesempatan untukmu karena Marcel dalam keadaan buta dia tidak mungkin bisa memimpin perusahaan". Jelas siska membayangkan putranya bisa memimpin perusahan Louis company


"Aku akan melakukan apapun demi tujuanku tercapai". Gumam siska


"Baik". Sahut leon singkat


"Aku akan melakukan apapun untuk membuat lea jauh darimu Marcel". Gumam Leon


***


"Marcel, ini data orang yang kau minta untuk diselidiki" ujar Doni menyerahkan map berisi data orang yang di selidiki


"Mereka hanya orang biasa. Suaminya seorang dokter sementara istrinya pegawai kantoran sebagai karyawan biasa. Tidak ada yang istimewa" ujar Doni menjelaskan pekerjaan orang itu


"Hanya saja istrinya tidak akan bisa hamil karena kesehatannya".


Marcel mendengarkan penjelasan doni. Dia masih kurang puas atas penjelasan yang di berikan Doni.


"Apa tidak ada catatan kejahatan yang dilakukannya atau hal buruk lainnya?" Tanya Marcel khawatir


"Apa maksudmu?" Tanya Doni


"Mereka yang akan mengadopsi gisel apakah punya catatan kejahatan?"jelas Marcel menanyakan apakah calon orang tua angkat gisel memiliki catatan kejahatan


"Ahh...". Sahut Doni baru paham akan maksud Marcel


"Kau sangat memperhatikan anak itu. Mereka tidak memiliki catatan kejahatan apa pun. Apakah kau...?" Ucap Doni bahwa mereka tidak memiliki catatan kejahatan.pikir Doni Marcel hanya mengkhawatirkannya namun tidak mengakuinya


Sudahlah...!" Ujar Marcel memotong ucapan Doni

__ADS_1


"Terimakasih". Lalu meninggalkan Doni


Keesok harinya Marcel dan Lea ke panti menemui pengurus panti dan Gisel untuk menemu orang yang akan mengadopsi gisel.


"Seharusnya aku yang kesana,tapi karena kalian ingin menemaninya dia akan merasa lebih tenang".


"Bibi May, tenang saja kami akan selalu menemaninya". Ujar lea sambil rangkul Gisel


"Setelah selesai,kami akan mengantarkannya kembali kesini".


"Baik,maaf merepotkan kalian,hati hati dijalan".ujar pengurus panti


"Gisel,ayo berangkat !" Ajak lea lalu dianggukan oleh gisel.


"Ayo !" Ajak lea kepada gisel dan Marcel. Merekapun pergi beriringan menuju tempat yang dijanjikan menemui calon orang tua angkat gisel.


Disebuah restoran, Marcel dan lea duduk disana berdampingan dengan gisel dan sepasang suami istri di hadapan mereka.


Gisel terus menggenggam tangan lea tidak ingin lepas. Gisel masih gugup untuk bertemu calon orang tua angkatnya.


Wanita paruh baya calon orang tua angkat gisel terus memperhatikan gisel. Wanita itu terus mengamati gisel dengan saksama. Sementara sang suami hanya diam memperhatiakan istrinya mencoba berinteraksi dengan calon anak adopsinya.


"Gisel, dijalan dingin? Bagaiman jika kita memesan susu hangat untukmu" Tanya wanita itu mencoba berinteraksi dengan gisel


Gisel gugup bercampur rasa takut ketika wanita didepannya mencoba mengajak berbicara. Dia mencengkram tangan lea lalu lea memahami kekhawatiran yang dirasakan gisel. Begitupun Marcel juga menyadarinya.Lea merengkuh tubuh lea untuk menenangkannya.


"Sepertinya dia canggung". Ujar lea sambil menoleh ke wanita itu. "Bagaimana kalau kita pesan saja dulu?".


Sementara lea mencoba menenangkannya. "Gisel,apa ada yang mau kau makan?" Bagaimana kalau pesan jus stroberi?" Tawar Lea. Dibalas anggukan oleh Gisel.Sementar Marcel terus mendengar percakapan gisel dan Lea.


***


Pertemuan antara gisel dan calon orang tua angkatnyapun telah usai. Sekarang mereka bertiga sedang berda di dalam bis menuju panti. Bis terus melaju membawa mereka.Gisel terlelap tidur menyender ke bahu lea.


Sementara lea dan Marcel terdiam belum ada yang mau membuka pembicaraan. Lalu dia mengeluarkan handphone dan hadshetnya lalu mengetuk benda itu di tangan Marcel.


"Kau mau mendengarkan siaran radio?" Tawar lea menyodorkan hadset ke tangan Marcel.


Marcel menoleh lalu mengambil hadshet yang di tawarkan lea.


"Bisa kau atur ke saluran 107, 7 FM. biasanya jam segini sedang menyiarkan acara lagu sepulang kerja" ujar Marcel sambil menyentuh jam tangnnya


Lea terkejut ternyata Marcel juga suka mendengarkan radio.


"Kenapa?" Tanya Marcel heran lea tidak menggapi ucapannya tadi


"Aah, tak ku sangka kau juga mendengarkan siaran. Bahkan kau mendengarkan saluran yang merakyat".

__ADS_1


Ujar lea sambil memindahkan saluran radio yang di inginkan Marcel


"Shhut". Cegah Marcel menaruh telunjuk di bibirnya agar lea tidak terlalu keras bicaranya. Lea yang menyadari langsung memelankan suaranya.


Lalu Marcel memasangkan hadshet di telinganya


"Jadi, mengapa kau menyukai mendengar radio?"


"Karena tak perlu kutonton".jawab Marcel singkat


Lea diam paham maksud perkataan Marcel.


"Apa kau tahu kenapa aku suka mendengarkan siaran?"


Marcel menoleh ingin tahu alasan lea menyukai mendengarkan radio.


"Aku tak suka matahari terbenam". Ujar lea aneh


"Melihat matahari sedikit demi sedikit terbenam". Lea menghela nafas "Satu hari telah berlalu, padahal pekerjaanku belum selesai. Pasang hadshet pejamkan mata dan dengarkan radio lalu membuka mata langit sudah gelap malam sudah tiba". Ujar lea bahagia ketika menyambut malam


"Bodoh !" Ujar Marcel


Marcel tertawa mendengar ucapan lea yang menurutnya aneh. Kebanyakan orang menyukai matahari terbenam karena keindahannya bahkan orang rela menyempatkan untuk menyaksikan moment itu. Tapi gadis disampingnya malah tidak menyukainya hanya karena hari telah usai dan pekerjaanya tidak bisa diselesaikan alasan yang klise baginya.


Lea yang melihat Marcel tertawa terkesima karena baru kali ini melihatnya tertawa.


"Wah...apa barusan kau tertawa?" Tanya lea antusias


Marcel canggung ketika lea menyadari dia tertawa lalu merubah wajahnya kembali datar.


"Tidak". Sangkal Marcel


"Jelas jelas tadi kau tertawa. Kuberitahu bahwa penglihatanku sangat bagus". Ujar lea terus menatap kearah Marcel. Lalu dia menoleh ke arah gisel takut pembicaraannya mengganggu tidurnya.


Lea mendekat kearah Marcel sehingga jarak wajahnya dan Marcel hanya beberpa centi.


"Jadi,apakah lusa kau mau ikut aku dan gisel menaiki kincir angin?"


"Tidak mau?" Sahut Marcel menolak


Lea memanyunkan bibirnya membentuk huruf O berfikir biasanya jawaban Marcel adalah bertolak belaka.


"Berarti kau akan datang". Ujar lea pasti


"Kau.....". Sambil menoleh kearah lea


"Hati hati jarak kita sangat dekat hanya beberpa centi saja". Lea memperingatkan akan posisinya yang hanya beberpa centi saja

__ADS_1


Lalu Marcel memalingkan wajahnya menatap lurus. Lea tertawa karena berhasil menjahili Marcel dan melanjutkan mendengarkan siaran.


***


__ADS_2