
Setelah pulang dari acara ulang tahun gisel, Marcel dan Lea beranjak pulang. Mereka berjalan berdampingan di trotoar menuju jalan raya.
"Aku tidak menyangka kau akan hadir di ulang tahun gisel. Katamu di hari ini ada janji untuk menonton konser apakah kau mebatalkannya demi hadir di acar ini?" Tanya Lea
"Hmm". Jawab Marcel membenarkan
"Kau sangat menyukai gisel. Aku jadi sedikit cemburu hehehe.." ucap lea bercanda
"Aku juga sangat menyukainya. Dia gadis yang manis dan polos". Ucap lea
Dari sebrang jalan berhenti sebuah mobil dan membunyikan klakson. Ternyata mobil itu adalah jemputan Marcel. Marcel yang mengetahui tanda itu segera ingin menghampirinya namun langkahnya di hentikan lea.
"Tunggu !" Cegah lea "Bolehkah aku bertanya kepadamu?" Tanya lea
"Sebagai gantinya kau boleh bertanya satu pertanyaan padaku". Ucap lea bernegosiasi
Marcel menoleh ke arah lea .
"Apa kau sudah memiliki kekasih?" Tanya lea to the poin
Marcel terkejut menghentikan langkahnya ketika mendengar pertanyaan lea. Ada rona bahagia namun dia mampu menyembunyikannya.
"Mengapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Marcel
"Aah, lupakan pertanyaanku tadi. Lalu kakak yang sering mengatarmu itu teman atau saudaramu?" Tanya Lea mengalihkan pertanyaan pertamanya
"Doni ?" Sahut Marcel
"Aah, namanya Doni" ucap lea
"Dia temanku". Jelas Marcel
"Ooh. Jadi apa ada pertanyaan buatku?" Tanya lea memperbolehkan bertanya
Marcel terdiam memikirkan pertanyaan apa yang akan ditanyakan.Akhirnya dia memutuskan untuk menundanya.
"Sekarang tidak ada. Anggaplah hutang". Ucap Marcel dan berlalu pergi menghampiri Doni.
__ADS_1
***
Ke esok harinya di kampus lea bertemu dengan Vani.
"Sepertinya dia tidak memiliki pacar". Ujar lea bahagia sambil tersenyum senyum
"Siapa yang tidak memiliki pacar?" Tanya Vani curiga sahabatnya sedang jatuh cinta
Lea masih terus tersenyum senyum sampai tidak sadar lutut kaki terbentur kaki meja.
" Sebahagia itu kau ketika tahu dia tidak memiliki pacar". Ujar Vani ketika melihat lea tersenyum senyum seperti orang kurang waras
"Lagi pula aku bahagia bukan karena ini" ucap lea sambil mengusap ngusap lututnya
"Jadi karena apa?" Tanya Vani
Lea membenarkan posisi duduknya agar lebih nyaman untuk bercerita.
"Kemarin aku bertanya padanya, Apa ada yang ingin di tanyakan padaku? Ucap lea bercerita pembicaraannya dengan Marcel
Dia berkata. "Tidak ada". Ucap lea mengulang perkataan Marcel
"Hoyo, anak ini ada kemajuan". Ucap lea senang sambil bertepuk tangan ketika mengetahui perkembangan Marcel yang mau sering berinteraksi dengannya.
Vani yang melihat tingkah konyol lea menyikut tangannya
"Sedang apa?" Ucap Vani
"Lebih baik kau mengisi form magang, besok harus di tanda tangani pihak sekolah tempay kau magang" ucap vani mengingatkat
Lea tidak menggubrisnya dia fokus dengan ponsel dan berbicar sendiri
"Aku benarkan dia tidak punya pacar?" Ucap lea sambil menunjuk nunjuk foto Marcel yang di curi
"Kau berhutang kepadaku" ujar lea lagi
"Berhutang, hahaha" ucap lea berbicara sendiri menunjuk nunjuk ponselnya
__ADS_1
Sehabis bertemu dan bercerita dengan Vani, lea tanpa sengaja bertemu dengan Leon. Mereka pun berjalan ketempat yang tidak terlalu ramai dan mulai berbicara.
"Ada apa kau ingin menemuiku?" Tanya Lea
"Aku minta maaf untuk tempo hari". Ucap leon menundukan kepalanya
"Kenapa harus minta maaf, kau tidak punya salah kepadaku". Ujar lea
"Apa?" Tanya Leon terkejut mengangkat kepalanya dan beranjak berdiri
"Baiklah kuberitahu intinya aku mengatakannnya sekali sebaiknya kau keluarkan seluruh otakmu untuk mendengarkanku". Ucap lea tegas sambil menolak pinggang
"Pertama kau selalu membantuku selama di sini. Setiap hari kita habisi waktu bersama di kampus ini. Aku pernah mengira kalau kita sepasang kekasih
Tapi sekarang aku tahu aku tidak benar benar menyukaimu aku hanya terbiasa denganmu". Ujar Lea
"Aku mengira kau menyukaiku kalau tidak mengapa kau begitu baik padaku".
Leon melangkah mendekati lea dan mengengam tangannya.
"Sebenarnya aku memang menyukaimu lea. Sadar aku merasa kehilanganmu ketika kau menjaga jarak denganku.
Apakah tidak ada kesempat untuk kita dekat seperti dulu lagi?" Ucap leon dengan sendu sambil menggengam tangan lea
Lea terkejut mendengar pernyatan leon. Dia tidak mengira leon juga menyukainya. Namun kini hatinya sudah diisi oleh orang lain.
"Aku tidak tahu harus jawab apa leon". Ujar lea bimbang "Namun untuk dekat seperti dulu sepertinya tidak bisa kau perlu menjaga hati sesorang". Ucap lea untuk tidak mendekatinya.Lea tidak ingin menyakiti orang lain
"Kau mengira aku berpacaran dengan Mira? Kejadian itu dia yang sengaja menciumku di depanmu". Jelas leon yang mengira jika lea salah paham tentang kejadian ketika leon berciuman dengan Mira
"Entahlah leon.sebaiknya kita berteman saja".ucap lea bimbang
"Baiklah jika itu maumu tapi kau janji jangan menjauhiku". Ujar leon
"Baiklah". Sahut lea
"Aku akan berusah membuatmu menyukaiku kembali lea". Gumam leon di dalam hati
__ADS_1
***