
Dirumah Adam keluar dari kamarnya memanggil istrinya.
"Sayang !" Ujar Adam memanggil istrinya
"Siska !" Panggilny lagi namun tidak ada sahutan
Adam terus memenggil istrinya sambil terus berjalan kearah tangga ketika akan menuruni tangga dia terpeleset jatuh karena lantainya licin. Badan Adam menggelinding turun. Sementara Siska melihat ketika Adam jatuh dari tangga dan membiarkannya tanpa ada niat menolongnya. Kondisi Adam pingsan akibat jatuh dari tangga.
Leon yang baru masuk kedalam rumah terkejut melihat ayah tirinya tergeletak tak sadarkan diri di bawah tangga. Dia bergegas menghampinya.
"Ayah..Ayah !" Sambil menepuk pipinya untuk memastikan apakah ayahnya baik baik . Lalu dia menoleh ketas tangga mendapati ibunya berdiri disana tanpa berbuat apa apa. Lalu dia menghubungi Doni untuk membawa ayahnya kerumah sakit.
"Doni, tolong segera datang ke sini. Ayah pingsan". Ujar Leon khawatir
Adampun di bawa kerumah sakit oleh Doni dan juga Leon. Di sana leon cemas menunggu kabar dari dokter yang menanganinya. Dia berpikir apa yang sudah dilakukan ibunya sampai membiarkan ayah tirinya dibiarkan begitu saja ketika jatuh. Tak lama dokter keluar dari ruangan dimana ayahnya ditempatkan. Leon bangkit dari duduknya lalu menghampiri dokter seakan ingin segera mengetahui kondisi ayahnya.
"Dia mengalami pendarahan otak karena luka eksternal saat datang ke UGD. Tapi oprasinya berjalan baik". Ujar dokter menjelaskan kondisi pasien
Leon menghela nafas lega karena tidak terjadi hal serius pada ayah tirinya.
"Terimakasih".ucapnya lega
"Apa aktivitas kesehariannya masih bisa dilakukan?" Tanya leon cemas
"Kita perlu mengamati setelah dia bangun dari anastesinya dan sadar kembali sehingga. Untuk saat ini kita tidak bisa memastikannya".
Leon paham dengan penjelasan dari dokter. Datang seorang perawat memotong pembicaraan mereka.
"Kurasa ayahmu mencarimu". Ujar perawat
"Permisi" ujarnya
Lalu leon bergegas masuk keruangan ayah tirinya yang dirawat.
Adam terbaring disana.kepalanya dililit perban sehabis operasi. Kondisinya belum stabil.
__ADS_1
"Ayah". Ujar leon sedih melihat kondisi ayahnya lalu menyentuh tangan Adam
Dalam keadaan lemah Adam bergumam memanggil nama seseorang.
"Ya,ayah". Sahut Leon mendekat ke Adam ingin mendengar siapa yang Adam panggil
"Marcel". Racau Adam memanggil nama anaknya
"Marcel". Racau Adam lagi memanggil nama anaknya.
Leon kecewa ketika tahu nama yang dipanggil ayahnya bukan nama dirinya melainkan nama kakak tirinya yang dia benci. Seketika dia melepaskan pegangan tangannya di tangan Adam. Lalu dia keluar dari ruangan itu dan bertemu ibunya namun dia abaikan.
Siska berpikir ada apa dengan leon yang mengabaikannya. Dirumah leon melempar semua foto kebersamaan dengan Ayah tirinya hingga hancur. Dia marah dan kecewa, selama ini dia berpikir ayahnya menganggap dirinya anaknya tetapi tetap saja ayahnya memikirkan saudara tirinya. Leon membakar semua foto kenangannya bersama ayah tirinya.
***
Hari ini leon berpenampilan rapih layaknya seorang CEO. Dia akan menggantikan ayahnya memimpin dikantornya. Di ikuti beberapa orang dibelakanngnya.Leon memasuki ruang rapat untuk melakukan meting antara pimpinan lainnya.
Leon duduk di depan para pimpianan lainnya dengan wajah serius memandang satu persatu mereka di sana.
"Apa Presdir Adam sakit?" Tanya salah satu petinggi
"Tidak, dia sedang liburan untu bersantai dan pemulihan. Meski setelah kembalinya dia, dia ingin mundur dari pekerjaannya. Jika dari kalian ada yang ingin di sampaikan padanya. Kalian bisa memberitahuku". Jawab leon
"Tapi masih ada hak yang perlu secara langsung dilaporkan padanya". Sela petinggi lain
Mendengar perkataan petinggi itu, leon tersenyum kurang suka.
"Kenapa?Apa kamu takut kalau aku akan mengurangi atau menambahkannya di tengah? Kamu tidak mempercayaiku?" sarkah leon tidak suka
"Bukan itu". Ujar petinggi dibuat bungkam tidak bisa menjawab ucapan leon
Leon bangkit dari duduknya membuka kancing jasnya dan menopangkan tangan di meja.
"Kalau kamu di pihak Ayahku dan tidak bisa bekerja dibawahku,kamu bisa pergi sekarang". Ujar leon tegas mempersilahkan bagi yang tidak ingin bekerja sama dengannya untuk memundurkan diri
__ADS_1
Para petinggi terdiam mendengar ucapan leon tidak ada yang berbicara. Leon mengamati semuanya.
"Aku menganggapnya tidak ada". Ujarnya lalu kembali duduk di kursinya. "Bisakah kita memulai rapatnya?" Tanya leon tegas.
***
Dirumah sakit Adam mulai siuman. Dia membuka matanya perlahan, samar samar terlihat seseorang didepannya.
"Ayah" panggil leon memperhatikan ayahnya yang mulai siuman.
Adam mengerjapkan matanya memperjelas penglihatnnya.
"Aku bertemu dokter,dan dia mengatakan hasilnya bagus. Tinggallah di sini untuk beberapa hari dan lalu pulang kerumah dan menjalankan rawat jalan biasa"
"Untuk sekarang,minum obat ayah dan berhati hatilah agar tidak memperburuk kondisi"
"Baiklah" Sahut Adam
"Leon" panggil Adam
"Ya, ayah"
"Bisakah kau menghubungi Marcel?"
Wajah leon seketika sedikit berubah tapi dia kembali tersenyum untuk menutupinya.
"Ah...tentu. Saat ayah ambruk,aku menghubunginya"
"Kamu melakukannya?
"Ya. Sepertinya dia sibuk. Aku yakin dia akan segera datang. Aku akan menghubungi dia lagi" ujar Leon sambil menyentuh tangan Adam untuk menenangkannya
"Baiklah" sahut Adam
Leon memalingkan wajahnya dan mengepalkan tangan dia merasa kecewa dan marah ketika Adam mencari Marcel tapi bukan dirinya padahal dia yang selalu ada di sekitarnya.
__ADS_1