Jatuh Cinta Pada Tuan Buta

Jatuh Cinta Pada Tuan Buta
MINTA PENJELASAN


__ADS_3

Leon keluar dari rumah Marcel dan berpapasan dengan kedatangan lea kesana. Lea terteguk melihat Leon keluar dari sana.


"Sedang apa kau di sini leon?" Tanya lea


"Aah...kau belum tahu. Aku adalah saudara tiri Marcel" sahut leon


Lea kembali di buat terkejut mengetahui fakta bahwa leon adalah saudara tiri Marcel.


Antara yakin dan ragu ingin memasuki rumah Marcel. Rencanya ingin mengambil barang barangnya sekaligus izin untuk tidak bertemu karena dia ingin fokus merawat ibunya. Lea mencoba memencet bel rumah dan tak lama pintu di buka oleh Marcel.


"Sudah cukup leon !" Teriak Marcel yang berpikir leon kembali lagi


"Ini aku" ujar lea sedikit terkejut ketika Marcel salah mengira orang


Marcel mengerutkan dahi ketika dia salah, mengira yang datang leon lagi lalu membiarkan lea masuk kedalam rumah.


Menghela nafas "Kau tidak cerita kalau leon adalah saudara tirimu"


"Dia bukan siapa siapa bagiku. Dia hanya anak dari istri baru ayahku" ucap Marcel datar


Lalu lea membalikan badan bergegas masuk kedalam tanpa ingin tahu lebih banyak tentang hubungan Marcel dengan Leon. Yang terpenting saat ini bergegas merapihkan barangnya dan pergi menemui ibunya di rumah sakit.

__ADS_1


Lea mengambil buku bukunya dan beberapa pakaian yang di simpan di sana dimasukan kedalam tas, karena beberapa waktu dia sempat tinggal di sana untuk mengurusi kebutuhan Marcel.


Marcel masuk kedalam kamar memdengar lea tergesa gesa memasukan barang miliknya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Marcel


"Marcel, sampaikan maafku kepada keluargamu. Aku tidak bisa datang" sesal lea tidak bisa menemui keluarga Marcel


"Mau kemana kau?" Cecar Marcel menghampiri lea yang masih merapihkan barang barangnya


"Ibuku masuk rumah sakit" sahut lea


Lea tercengang, Marcel sudah mengetahui tentang pekerjaannya. Ada perasaan bersalah karena sudah membohonginya. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya. "Marcel berhenti bersikap tidak masuk akal" bentak lea melepasakan tangan lalu menutup tasnya


Marcel mencekal kembali tangan lea untuk menahannya "Aku ingin penjelasan darimu sekarang !" Ucapnya memaksa


"Aku harus pulang. Ibuku membutuhkan aku" lirih Lea


"Kau harus menjelaskannya sekarang juga !" Ucap Marcel memaksa


Lea menghela nafas lalu menatap Marcel yang bersiakap keras kepala

__ADS_1


"Aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Nanti setelah urusanku selesai aku akan menjelaskannya"


Karena Marah mendapat penolakan dari lea dia melemparkan gelas kearah foto yang terpajang dimeja. Ternyata itu adalah foto dirinya dan lea ketika lea wisuda. Lea terkejut mendapati foto kenangan mereka pecah berserakan di lantai lalu bergegas ingin keluar tidak ingin memperpanjang pertengkaran ini namun Marcel menarik tangannya untuk menahan dirinya pergi


"Tinggal dan jelaskan sekarang!" Ujar Marcel memaksa "Kecuali jika kau tidak ingin kembali" lalu memghempaskan tangan lea


Lea membalikan badan menahan kekesalan yang dibuat oleh Marcel. Mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskannya agar tidak terbawa emosi lalu menghadap kembali ke arah Marcel.


"Marcel, jika kau masih bersedia. Tolong tunggu aku untuk menjelasakannya dan kita bicarakan rencana mendaftarkan pernikahan kita. Kita akan mendaftarakannya bersama sama"


"Aku hanya orang buta. Aku tidak butuh belas kasihanmu"


Mendapati diri Marcel yang keras kepala tidak mencoba memahami kondisinya saat ini yang sedang terburu buru lea hanya bisa menghela nafas pasrah.


"Aku akan sangat lelah jika kau berprilaku seperti ini" ujarnya datar hendak pergi namun langkahnya terhenti ketika melihat fotonya yang terjatuh dia memungutnya dan menyimpannya lalu pergi meninggalkan Marcel


Marcel menghempaskan dirinya di kasur tertunduk sedih mengetahui lea lebih memilih pergi meninggalkannya.


Di dalam mobil lea mencoba mengirim pesan kepada Doni.


"Doni untuk sementara waktu aku tidak bisa mengurusi Marcel karena ibuku akan melakukan operasi dan aku harus fokus megurusinya. Lea"  pesan lea kirim ke Doni

__ADS_1


__ADS_2