
Hallo Semua ini adalah karya ketiga , semoga kalian menyukainya
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
Bantuan kalian sangat berarti ya buat kami para Author.
" Maaf apa ada ucapan tante yang menyinggung nak Fre " Oma ketakutan melihat Fre menagis.
" Unda apa Angis Agan Angis anti ACA ACIH Emen " Ucapan Aksa membuat Freya tersenyum.
" Engak sayang Bunda gak menagis, Nanti mau kasih Bunda permen, Ana dan Oma kaget Fre membiarkan Akasa memanggilnya Bunda.
" Tapi Aksa ikut Oma ya Bunda mau pergi sebentar" Fre sudah tidak kuat menahan air matanya.
" Freya kamu kenapa ada apa kenapa nangis " ucap Ana.
Omanya Aksa bukan Hanya pemilik Restoran tapi pemilik Mall yang dia datangi.
" Silahkan pilih menu yang kalian sukai tidak perlu sungkan ya mau bungkus juga boleh, Akas dudukan saja di situ nak Fre, supaya kamu juga bisa makan " ucap Oma dan kali ini Aksa menurut tidak rewel.
" Mbak Fre boleh kan Siti minta nomer poselnya siapa tau ada perlu tentang Aksa " ucapan Siti membuat Oma tersenyum. Fre mengerikan nomernya di HP Siti.
" Iya gpp mbk, Sudah saya save juga nomer mbk Siti di HP saya.
" Nak Fre Ana silahkan ya makan sepuasnya kalau ke mall ini makan disini saja nanti tante kasih kartu supaya kalau kalian datang tidak usah bayar itung-itung balasan Aksa selalu merepotkan kalian terus " ucap Oma Aksa.
" Waah terimakasih tante, kalau soal makanan saya pasti tidak menolak " ucap Ana sambil mengunyah menu pertama yang datang di hidangkan. Sedangkan Freya hanya tersenyum sambil menyuapi Aksa yang sangat lahap ketika Fre menyuapinya.
__ADS_1
" Waah Den Aksa makannya pintar Di suapin Bunda cantik " Goda suster bukan hanya Aksa yang tersipu ternyata juga Freya.
Setelah ini bagaimana Aku, anak ini nempel terus kayak prangko aku tidak tega saat dia nangis seperti tadi apa aku tudurkan dulu setelah makan. Batin Fre.
" Pinternya Aksa habis mamamnya " Ucapan Freya membuat Akasa tepuk tangan.
" Fre ajak pulang saja dari pada kamu sendirian di rumah kalau malam " Ana mendapatkan plototan dari Freya.
" Maaf Freya efek kenyang jadi Ember " Ana langsung diam.
" Maaf ya nak Fre nanti kalian naik apa Apa tante antar kalian pulangnya" tanya Oma.
" Kita naik motor Oma terimakasih tawaranya " jawaban Fre.
" Ooh oke kalau begitu " ucap Oma ternyata Aksa abis makan minum susu lalu tertidur di sofa di sebelah Fre duduk.
" Tante saya pamit ya, Akas juga sudah tidur saya mau lanjut ada perlu dan Teman saya mau nonton " ucap Fre.
" Silahkan dan ini kartunya " sambil memberikan dia kartu yang di beri oleh Oma Aksa.
" Ini berlaku di semua tempat atau di sini saja tante " pertanyaan Ana, mendapat cubitan oleh Fre.
" Gpp semua tempat nak kalian tinggal tunjukan saja saat pembayaran " ucap Oma.
Setelah Fre pergi Oma bengong, mengingat kedekatan Fre dan Aksa, dan Oma tidak percaya kalau Fre masih kelas 3 sma baru umur 17 tahun. Tapi jiwa ke ibuan sabar dan cekatan.
" Nyonya kok malah melamun " tanya Siti.
" Masih Sma, rencana mau aku jodohkan sama si Duda menyebalkan itu eeh baru umur 17 tahun haha " tawa Oma.
" Tapi tidak jaminan nyonya mau yang muda tua, yang penting meyayangi Aksa, cari yang tua tapi suka sama papinya aja kan kasihan Aksa " ucapan Siti ada benarnya juga.
" Kamu pinter juga Siti " ucap sang nyonya.
"Sit ayo pulang kamu gendong Aksa mumpung tidur " Karena kalau bangun tidak mau selain sama Oma opo dan papinya dan sekarang Ada Freya yang Aksa mau.
Senja sudah mucul pertanya sangat Surya sudah kembali kepraduanya Freya juga sudah selesai belanja dan menonton mereka pulang ke rumah Freya.
" Fre aku pulang ya, ini pesannya mama kan, ada rutinan di rumah tlpnan terus tadi jangan sampai magrib sampai rumah kuenya di tunggu ucapnya " cerita Ana.
__ADS_1
Bibi memasukan pesanan mama Freya yang pesan 200 biji minta campur.
" Ana ini dari aku ya, dan ini resep baru semoga mama suka " ucap Fre.
" Wah pasti senang mama, apalagi kelihatan lezat " ucap Ana.
" Sana cepat pulang hati-hati ya salam buat mama" ucap Freya.
" Bibi ini buat Bibi berdua maaf ya seharian aku tinggal tidak membantu" ucap Freya sambil memberikan bingkisan yang dia beli di
Mall tadi.
" Tidak apa Non, non kan masih muda masih ingin jalan-jalan dan makasih bingkisanya ya " ucap Bibi.
Sangat senang ikut Fre setiap hari dapat uang jajan sisa dan masih sering di beri bingkisan.
" Ayah Bunda kalian di sana yang tenang líhat Fre baik baik saja, tapi hari ini Fre kangen banget sama Bunda dan ayah, Bunda kue Fre lumayan Bun, banyak yang pesan tabungan Fre setiap hari bertambah walau tidak banyak.
Ayah ralat dong doanya buat Fre, ini ada anak orang nempel terus sama Fre, tapi Fre juga kasihan dia tidak punya Bunda.
Setelah memandangi Foto Bunda dan Ayahnya Fre tertidur lelap.
Pagi datang seperti biasa Bibi yang membantu Fre sudah datang menyiapkan semua bahan untuk di olah, sedangkan Fre bagian mencampur semua adonan Bibi bagian membuat kue dan memasak dan Oven. Simbok pembantu Fre juga sudah kembali dari kampung setelah mendapatkan kabar bahwa sang majikan sudah berpulang dan dia sangat menyesal setelah satu bulan baru tau kalau sang majikan sudah tidak ada.
Fre yang merasa sebatang kara, setelah simbok kembali dia merasa sangat senang dan bahagia karena Simbok yang merawat Fre mulai dari bayi kalau sang bunda sedang sibuk.
" Mbok Fre mau siap-siap sekolah Jagan lupa ajak Bibi sarapan ya mbok nanti " ucap Fre menuju kamarnya untuk mandi dan ganti baju.
Saat berangkat ke sekolah seperti biasa Fre menaiki motor kesayangannya, saat melewati jalanan sedikit sepi Fre melihat ada mobil di gedor-gedor seperti preman Atau rampok.
Waah mereka mau rampok di pagi buta cari mampus mereka ucap Fre, yang menghubungi Ana, untung masih pagi masih ada waktu buat kesekolah.
" Hei kalian mau apa? mau rampok masih pagi " Teriakan Fre membuat ketiga orang berhenti membuka mobil paksa.
" Mau apa kamu menganggu saja sana pergi kesekolah Jagan ikut campur " ucap sang rampok.
" kalian yang pergi atau kalian mau di tangkap polisi " Ancam Fre yang tidak takut dengan mereka.
Apakah yang akan terjadi pada Freya saat menolong orang.
__ADS_1