JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 40.Mencari Pelaku Kebakaran Rumah Freya.


__ADS_3

Aksa langsung melompat ke pangkuan papinya dan gati dia yang memeluk Bunda nya.


" Papi Gecel cana, atu au peyuk undaku, angan angis ya unda, becok Acha acih pemen anyak " Ucapan Aksa membuat semua tertawa.


" Iya ini papi geser supaya Aksa saja yang peluk Bunda " Jawab Sadam, pindah duduk di dekat Adiknya.


" Kamu tuh usil banget, tidak pernah mau melihat abang nya senang saja dech " Mengacak-acak rambut Marisa.


" Ais berantakan ini bang, mengalah kenapa sama anaknya "


" Hahaha kamu ini dek! , bikin Abang malu saja " Tawa Sadam karena di goda terus sama Adiknya.


Sedangkan Freya sedikit terhibur karena ulah Aksa , yang terus saja bicara dengan kata-kata cadelnya dan ucapannya yang seolah bisa melindungi Freya , membuat Freya sangat senang dan bahagia masuk dalam keluarga Sadam.


Sampai juga mereka di bandara dan Aksa ikut keluarganya pulang ke rumah begitu juga keluarga Ana, Sedangkan Ana dan Freya langsung menuju rumah Freya yang kebakaran.


Sampai di sana Api sudah padam, banyak polisi warga setempat. yang masih di sana untuk membantu merapikan bekas kebakaran.


Freya berlari setelah keluar dari dalam mobil milik Sadam.


Semua terpana dengan kedatangan Sadam orang yang sangat di segani di dunia bisnis .


" Selamat Malam Tuan Sadam Abian Ragata " Ucap Salah satu komandan yang menangani masalah kebakaran karena di duga karena kesengajaan, semua di periksa tidak ada masalah.


" Apakah sudah ada titik terang mengenai kebakaran ini Pak "tanya Sadam.


" Kami masih menyelidiki Tuan, menurut dari warga sekitar juga, kami akan cocokan mereka bersedia menjadi saksi " ucap Komandan.


Setelah Freya datang polisi bertanya pada Freya.


" Selamat Malam Nona Freya apa ada yang hilang dari semua barang yang Anda miliki, karena warga dan pegawai anda yang mengamankannya " Ucap Komandan.


" Terima Kasih pak semua barang saya masih utuh saya yang harus berterima kasih pada semua warga dan bapak polisi " ucap Freya.


" Sebentar nona, sepertinya saya tidak asing dengan nona Freya dan nona ini Saya lupa dimana " ucap Komandan yang satunya.


"Besok pagi saya ingin Nona Freya datang ke kantor , dan warga yang menjadi saksi kebakaran dan ada yang melihat mobil berhenti lama di depan jalan raya cukup lama " ucapan Komandan membuat Sadam melirik Alek dan David.


" Kami dan Team mohon pamit nona Freya dan Tuan Sadam " Setelah semua aparat kepolisian pergi Sadam mengajak Freya Ana dan warga untuk masuk ke rumah Freya yang bagian belakang.

__ADS_1


" Bapak Saya minta tolong semua barang di masukan kedalam dan di kunci ya, Besok ada tukang saya yang akan datang kesini bagi warga yang tidak ada pekerjaan bisa ikut membantu nanti kalian ada dapat upah seperti tukang lainya " ucapan Sadam membuat semua warga senang, dan Sadam menyuruh Alex dan David membagikan sedikit uang untuk warga dan meminta mereka berjaga malam ini di rumah Freya.


" Bunda dan Nona Ana tidur di rumahku ya malam ini, besok aku yang urus semuanya"


" Aku bisa kok tidur di kamar yang masih bisa di tempati "


" Disini tidak aman Bun, polisi saja masih belum menemukan pelakunya, masih bahaya " ucap Sadam.


" Fre kali ini, aku setuju dengan Tuan Sadam, masih bahaya kita belum tau motif kebakaran ini " Ana membenarkan Sadam.


" Aku gak mau merepotkan Tante dan Om kalau tinggal di sana".


" Yang mau kamu tinggal di rumah orang tua aku siapa sich Bun, Bunda fikir aku numpang terus, kamu tuh lupa Aku ini siapa masa rumah apartemen aku tidak punya miskin banget aku Bun! " Kedua asisten Sadam tertawa.


" Maaf aku gak tau, aku kira tinggal di rumah sana"


" Lex antar kita ke rumah yang dekat dengan sekolah mereka saja " Ucapan Sadam membuat Alex dan David kaget.


" Maaf Tuan apa anda yakin dengan keputusan Anda membuka rumah itu untuk nona Freya " Freya dan Ana penasaran.


" Ya Aku yakin, Freya pemiliknya nanti " Setelah berucap Dia menuju mobilnya.


" Maksudnya apa Asisten Alex " Tanya Freya.


" Saya tidak akan mau kalau kamu tidak menjelaskan " Freya bukan gadis yang gampang.


" Nona Ana apa sudah di bawa peralatan sekolahnya kita akan Berangkat " Ana yang di bantu David membawa peralatan sekolah dan keperluannya dia dan Freya nanti.


" Sudah beres terima kasih David " ucapan Ana membuat Alex iri pada David.


" Sama-sama Nona mari berangkat ,nona Freya Tuan yang akan menjelaskan nanti "


Freya mengikuti langkah kaki mereka dan di mobil, Freya melihat Sadam tidak seperti biasanya yang lemah lembut, dia berubah garang dan emosi, setelah menerima telepon.


Selama perjalanan Sadam hanya berdiam diri.


" Lex tetaplah jaga Freya dan keluargaku, aku dan David akan pergi,kerjakan apa yang aku perintahkan " Ucapan Dingin penuh ketegasan.


" Ingatkan pandu dan Siti selalu mengawasi Aksa selama aku pergi " Pesan Sadam. Sadam menarik nafas sangat panjang.

__ADS_1


" Bun! Tinggallah di rumah itu, angan itu rumahmu sendiri, kalau kesepian Sepulang sekolah Aksa akan di antar ke rumah dan nona Ana silahkan kalau mau menemani, Jagan pernah pulang ke rumahmu sebelum polisi bilang aman selama aku pergi " ucapan Sadam kali ini Freya hanya mengangguk.


Mereka sampai juga di rumah mewah yang di jaga ketat oleh banyak penjaga, dan ternyata banyak sekali pembantu nya.


Rumah Sadam lebih mewah dari pada rumah utama.


" Selamat Datang Tuan Abian Dan Nyonya " Freya sangat kaget sambutan mereka.


" Layani mereka, hormati mereka seperti yang kalian lakukan padaku, siapkan kamar untuk mereka semua "


" Siap Tuan Abian " ucap Mereka serempak.


Ana di ajak David keliling rumah yang mewah ini.


" Bunda ikutlah denganku ada yang ingin aku bicarakan berdua "


" Iya "


" Masuklah ini kamar untuk bunda istirahat, kamar utama ada di sebelah, nanti kalau kita sudah menikah " Goda Sadam, sudah beda ekspresi wajahnya.


" Apa ada masalah, katanya harus saling terbuka, cerita sekarang aku mau dengar " ucap Freya.


" Baiklah tapi kamu berjanji setelah kamu tau, apapun itu kamu tetap harus percaya sama aku ya Bun! " Ucap Sadam.


" Ya tergantung dong, apa dulu, kalau papi selingkuh tak termaafkan " Ancam Freya.


" Mana berani aku selingkuh takut diplintir, gak punya keturunan lagi nanti " goda Sadam.


" Ais papi mesum "


" Duduk sini aku kasih tau, dan aku butuh kamu Bun saat aku seperti ini " Ucap Sadam memeluk Freya sangat Erat seperti ada beban berat yang ia tangung.


" Cerita Pi, supaya beban kamu gak berat " Ucap Freya sambil mengelus punggung Sadam.


" Maksih ya Bun! "


" Ya ... " jawab Freya.


Apa masalah Sadam ya......

__ADS_1


Yang punya Vote hari senin bantu vote ya Makasih.


"


__ADS_2