
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terimaksih.
SELAMAT MEMBACA.
" Aaaaarrrrrgggg "
Haikal terken tendangan dari Freya, karena terlalu sombong sehingga dia lengah, di manfaatkan oleh Freya.
" Kamu Hebat cantik".. melihat asisten terluka.
" Sialan kalian semua, kamu....!! aku pasti akan mendapatkan mu, tunggu saja, aku suka gayamu gadis cantik" Setelah itu dia menyuruh anak buah nya pergi kalau di teruskan pasti dia yang kalah, karena anak buahnya sudah babak belur.
" Cepat kita tinggalkan tempat ini.... cepat! "
Sebelum memasuki mobil.
" Tunggu pembalasan ku Sadam" Sambil berteriak Emosi.
Freya pergi dari area parkir dia marah pada suaminya, karena dia sudah melarang untuk keluar eeh malah kabur jadi dia tidak tau alasan sebenarnya.mereka.
" Ana.... dan kalian semua bawa ke RS kalau luka kalian parah, aku mau ada perlu dengan om Sandi " Freya mengabaikan Sadam yang babak belur ulah Haikal tadi.
" Sayang tunggu, kamu mau jadi istri durhaka , kamu tidak lihat aku terluka" Emosi Sadam.
" Bukan aku yang durhaka, tapi kamu tidak bisa menghargai istrimu Tuan Sadam Abian Ragata " sambil menuju mobil Ana yang di dalam ada Sandi.
Semuanya yang melihat hanya menghela nafas sesak karena melihat Freya marah.
" Tuan bersabarlah, karena semua juga kesalahan tuan sendiri tidak mendengar kan kami, malah kabur lewat jendela" Ucap David.
" Mangkanya belajar kendalikan emosi kalau tidak di tolong Freya pasti sudah masuk RS tadi Tuan Sadam, pintaran Om Sandi nurut diam di mobil, aku heran ya sama orang tua Bandel banget! " Setelah menghina Sadam Ana masuk ke rumah untuk membantu yang lainya mengobati lukanya.
" Om ada yang ingin aku tanyakan tentang orang yang mengaku Haikal"
" Apa yang kamu fikirkan benar sayang dia Om kamu"
" Dia sangat jahat ya Om, apakah dia penyebab ayah pergi dari rumah? Kakek "
" Bukan hanya itu Freya, Dia penyebab kedua orang tuamu kecelakan juga " Ucapan Sandi membuat Freya sangat sakit Hati.
__ADS_1
" Aku sudah tidak tahan Om, ingin menjebloskan orang itu ke jeruji besi, kalau membunuh tidak dosa dan hukuman sudah aku habisi dengan tanganku sendiri " Ucap Freya.
" Kapan aku bertemu dengan kakek sasongko Om, aku sudah ingin bertanya apa dia merindukan ayah selama ayah pergi "
" Sabarlah ya, pasti ada waktunya, Om akan atur, tapi sabar"
" Freya Jagan marah pada suami kamu kasihan dia terluka, tujuannya baik mana ada suami membiarkan cantiknya yang lemah lembut terluka, dia kan tidak tau kalau kamu jago bela diri " nasehat Om Sandi membuat Freya sedikit melunak.
" Iya Om"
" Ya sudah ayo masuk, Om mau melihat keadaan Ana yang terluka.
Setelah kejadian itu, Sadam mendapatkan maaf dari Freya tapi tetap dia tidak akan membiarkan Freya sendiri kemanapun, karena mengingat ancaman Haikal.
" Aku cuma ingin tau apa sebenarnya motif mereka mas tapi kamu menggagalkan semuanya.
" Iya sayang maaf"
Freya pergi ke taman dan tidak sengaja bertemu dengan kakek dan neneknya, sangat jelas wajahnya persis seperti ayahnya, dan ini versi tua.
" Kenapa kamu melihat kami dari tadi nak? Apa kamu mengenal kami? heem " tanya kakek.
" Kamu sangat cantik nak " nenek memimpali.
" Tii.. tidak... saya cuma ingin punya nenek dan kakek, kata Ayah mereka sudah tidak ada sejak saya kecil, jadi saya iri kalau melihat teman atau melihat nya" Freya berkata sambil menangis karena dia tidak bisa menahan air matanya.
" Sini nenek peluk ya, supaya kamu merasakan seperti teman kamu punya nenek dan kakek " sambil mengelus kepala aku.
" Makasih ya nenek kakek aku senang bertemu kalian, aku doakan kalian panjang umur" sambil memeluk keduanya.
" Bunda kenapa tidak mengajak Aksa bepelukan " komplain Aksa.
" Kenalkan ini putraku nek namanya Aksa " ucap Freya.
" Kamu masih muda sudah punya anak? .. " kaget Nenek.
" perkenalkan Saya teman Freya nek, Aksa dia anak sambung Freya, nikah sama Duda " goda Ana.
" Ooo ya mangkanya kakek kaget kok sudah besar putranya hahhaaa "
" Fre ayo kita pergi Jagan terlalu lama " peringatan Ana.
" Nak nenek mau tanya siapa Ayah kamu...? " Karena Dari tadi nenek melihat Freya melihat putranya dalam diri Freya.
__ADS_1
Setelah jauh Freya menjawab Ayah ku bernama Fredy Nek.
" Apa Fre ..... Di ... "
" Kek ini bukan kebetulan kan Kek tanya sang Nenek sambil menangis karena Freya sudah tidak ada mau bertanya lebih lanjut ".
" Nek tenanglah kita nanti ketempat Sandi bertanya masalah ini " kakek menghibur.
Sesampainya di rumah Sandi mereka langsung me cecar Sandi dengan pertanyaan.
" Sandi papa yakin kamu tau sesuatu kamu merahasiakannya dari papa iya kan! "
" Rahasia apa pa! aku tidak paham arah pembicaraan papa dan mama dari tadi "
" Aku tau kamu berbohong Sandi, kamu tau di mana Anak Abang kamu kan! " terus menatap putra bungsunya.
" Kalau aku tau papa mau apa? dan kenapa? "
" Mama ingin bertemu sebelum mama meninggal mama ingin minta maaf pada mereka Sandi! " mama terisak menahan tangisnya dan dia berharap Freya yang mereka temui adalah cucunya.
" Mama bicara apa mama, mama harus menemani sampai aku menikah lagi ma, Jagan bicara seperti itu! "
" Benar kata mama kamu nak Papa ingin bertemu dengan cucuku " Sebelum kami meninggal, Memberikan semua hak Fredy padanya"
" Pa, aku minta tolong kalau papa bertemu dengannya Jagan sekalipun membahas harta karena aku yakin mereka tidak mau itu"
" Tapi itu hak Fredy, papa tidak mau , hak Fredy di ambil mereka mereka sudah dapat banyak masih serakah nak! " sampai meneteskan air matanya.
"Yang papa dan mama temui di taman benar dialah cucu papa dan mama Freya, tapi aku minta tolong Jagan sampai kedua nya tau pa " permintaan Sandi.
" Huhuhu jadi benar, aku merasakannya wajahnya saja begitu mirip dengan Fredy, saat aku memeluknya tadi " tangisnya pecah.
" Papa ingin bertemu dengannya lagi, papa ingin memeluknya, dia berkata ingin bertemu dengan kakek dan nenek seperti temanya Sandi " mereka berdua menangis.
" Iya pasti kalian akan bertemu lagi, tunggu waktunya ya" menenangkan kedua orang tua.
" Dia sangat cantik , dia sudah menikah Sandi, dengan Duda punya anak, apakah suaminya baik nak! apakah mereka menyanyi Freya cucuku? " pertanyaan nenek Freya.
" Kamu hubungi saja San "
" Nenek kakek " Terdengar suara memanggil mereka.
Kita lanjutkan nanti ya.
__ADS_1
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.