
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terima Kasih.
SELAMAT MEMBACA.
" Nenek Kakek " Suara memanggil mereka.
" Freya..... "
" Kamu datang nak.... " mereka saling berpelukan melepas rindu.
Sedangkan yang lainya, ikut terharu melihat pertemuan mereka.
" Kamu sangat mirip dengan ayah kamu nak, kamu memanggil ayah atau papa sayang pada Fredy " Tanya kakek.
Sedangkan Freya hanya bisa menangis sesenggukan dia menangis karena sangat bahagia, akhirnya dia bisa bertemu dengan kakek dan neneknya.
" Dia memanggil ayah pada ayah mertua kakek " jawaban Sadam membuat kakek dan nenek kaget.
" Ayah mertua..? Jagan bilang kamu suami Freya cucuku! "
" Iya kakek Sasongko aku suami Freya cucu kakek "
" Kamu pasti memaksa cucuku iyakan, usia kamu terpaut jauh sama cucuku pasti aku yakin kamu memaksa atau menjebaknya"
" Bukan hanya aku, kek yang suka sama anak kecil tapi juga putra bungsu kakek juga suka anak kecil kek" ucapan Sadam mendapatkan plototan dari Sandi.
" Maksudnya apa? apa Sandi juga suka anak kecil seperti mu nak? " tanya Nenek.
" Tanya sendiri nek "
" Cucu kakek!! jawab jujur apa dia memaksamu waktu menikah! " Sadam sudah panas dingin kalau Freya sampai menjawab jujur pada kakek dan neneknya apa yang dia lakukan pada Freya sampai mau menikah dengan nya.
" Rasakan kamu mangkanya mulut Jagan ember " ejek Sandi. kepada Sadam yang sedari tadi mengejeknya dan sekarang ganti dia yang puas mengejek Sadam.
Mereka menunggu jawaban Freya, Freya semakin suka menggoda Sadam , melihat Ekspresi Sadam yang gelisah Freya semakin mengulur waktu untuk menjawab nya.
" Sayang cepat jawab pertanyaan kakek tidak usah takut nak ada nenek, nenek jamin aman! " Sambil memeluk cucunya memberi rasa aman.
Ana yang sudah tau menahan tawanya, dia tau sahabatnya sedang mengerjai suaminya, dia hanya diam, dan membisikan sesuatu ke Sandi.
" Sayang mas Minta maaf yang, tolong Jagan bilang jujur ya, mas mohon " Bisik Sadam pada Freya, memohon pada Freya.
__ADS_1
" Ooh jadi Mas Ajarin aku buat bohong begitu " Jawab Freya Santai.
" Huuuuft sekali ini yank plis.... pliss"
" Nenek dan kakek tidak usah cemas dan khawatir ya"
" Kamu tidak di bisiki ancaman kan sayang cucu kakek ".
" Tidak kek! kita saling cinta, aku menemukan sosok ayah padanya sejak kehilangan ayah dan bunda aku butuh sosok yang bisa buat aku bersandar dan panutan" Sadam Sangat lega ternyata istrinya menutup i semuanya.
" Makasih sayang ilove u " bisikan Sadam pada Freya.
" Sandi apa benar kamu juga cinta dengan anak di bawah umur nak? "
" Maaf Oma saya sudah 19 tahun bukan di bawah umur " Ana keceplosan karena di bilang di bawah umur.
Semua melongo karena ulah Ana. hanya Freya yang tertawa, menertawakan sahabatnya yang sangat konyol dan membuka dirinya sendiri di depan camer nya.
"Haaah''
Semuanya kaget karena Ana mengakuinya sendiri tanpa di minta.
" Jadi kamu calon istri Putraku temanya Freya...?" tanya Nenek Ana hanya menunduk karena malu.
Sekarang Ana tidak akan bisa menolak permintaan kedua orangtuanya.
" Bantuin jawab donk, aku keceplosan tadi, habisnya aku di katai anak di bawah umur " mencebikkan bibirnya dan tangannya mencubit Sandi, membuat Sandi semakin gemas.
" Ya Pa dan mama dia calon istriku sahabat Freya" jawab Sandi membenarkan.
" Kapan kalian akan menikah seperti Freya dan Sadam pertanyaan Nenek membuat Ana kaget "
" Iya menikah Ana calon mantu mama yang cantik dan imut, kapan kalian menikah kasihan Sandi menduda terus sudah waktunya dia menikah lagi " ucapan mama membuat Ana gelisah tapi tidak bisa berbuat apapun.
" Kalau Sandi terserah Ana ma! Sandi menunggu Ana siap tidak mau memaksakan " berusaha meredam keinginannya.
" Kalau mama ingin kalian secepat nya menikah, supaya kalau mama dan papa di panggil yang di atas, mama susah tenang kamu ada yang menjaga Nak! " ucapan mama membuat Ana terharu, siap gak siap dia harus siap, seperti dulu dia memaksa Freya untuk menerima Sadam.
" Kalau Ana belum bisa jawab, Ana harus bicara dulu pada keluarga Ana, membicarakan ini beri Ana waktu " Ana berusaha mengulur waktu.
" Oke kami setuju nak" Mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
Ke esok anda harinya Haikal mendatangi kedua orang tuanya untuk meminta surat kuasa perusahan inti yang di kelola asisten sang Ayah.
Karena sifat tamak dan serakah yang di miliki Haikal.
__ADS_1
" Pak Mana surat yang aku minta pa..! aku butuh secepatnya ".
" Kalau masuk rumah itu salam sama orang tua, datang datang langsung bicara tidak sopan kamu" marah sang Ayah.
" Mau buat apa Ayah dan mama sudah tua tidak buruh harta"
" Kami masih butuh, untuk beramal ketika kami sudah tiada nanti "
" Halah... "
" Itu tidak penting.....! "
" Berikan pada aku Yah, atau aku akan ambil paksa semuanya "
" Haikal jaga ucapanmu mama tidak pernah mengajarkan kamu dari kecil tidak sopan pada orang tua, kenapa kamu jadi seperti ini nak " menagis sejadi-jadinya melihat sang putra.
" Sudahlah mama tidak usah ikut campur, suruh Ayah berikan surat kuasa, atau aku ambil dengan paksa" ancam Haikal.
" Maksud kamu apa semua harta sudah kamu ambil , bagian abangmu dan Sandi pun kamu ambil nak apa masih kurang.... " teriak sang Ayah.
" Aku beri waktu 3 hari Ayah siapakan semuanya atau Ayah akan menyesal kehilangan orang kepercayaan Ayah"
" Aku tidak main main Ayah " Setelah berkata demikian dia meninggal kan kediaman orang tuanya.
" Ayah berikan saja yach Mama takut akan terjadi pertumbuhan darah lagi yach " tangisan mama semakin kencang.
Sang ayah termenung, memikirkan apa yang akan dia perbuat nantinya. kalau semuanya terjadi.
" Ayah hub Sandi, kita harus bagaimana yach menghadapai Haikal, pasti dia akan mengajak kakaknya " ucap mama.
" Iya ma, sabar ya ayah akan hub Sandi nanti, masih ada waktu kan 3 hari "
" Hahaha sebentar lagi aku akan semakin kaya raya, melebihi siapapun hahaha"
Haikal semakin menjadi jadi, dia sudah siap menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya untuk mendapatkan harta.
Kalian akan tau, nanti ya tunggu saja permainan ku Sadam......... kamu akan habis hahahaha. istrimu akan aku miliki hahahaha.
"Kalian cepat lakukan yang aku perintahkan".
Kita lanjutkan nanti ya.
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
__ADS_1