
Duduk sini aku kasih tau, dan aku butuh kamu Bun saat aku seperti ini " Ucap Sadam memeluk Freya sangat Erat seperti ada beban berat yang ia tangung.
" Cerita Pi, supaya beban kamu gak berat " Ucap Freya sambil mengelus punggung Sadam.
" Maksih ya Bun! "
" Ya ... " jawab Freya.
" Sekarang cerita lah, Aku kepo! ucap Freya genit ke Sadam.
" Hmm dasar bocil suka banget kepo urusan orang dewasa " Balas Sadam.
" Maminya Aksa bikin ulah lagi Bun! , aku bingung harus bagaimana, saat aku menceraikan dia aku sudah memberikan perusahaan yang ada di sana, sekarang dia mau ke Indonesia,asuh Aksa "
Ucapan Sadam membuat Freya kaget, ternyata seberat ini masalah Sadam.
" Aku sedang berusaha Bun! mempertahankan Aksa, aku berencana menemuinya, untuk meminta, apapun akan aku berikan padanya Asal jangan Aksa "
" Aku tidak setuju kamu bertemu wanita itu pi " Sadam melihat Freya.
" Kenapa? "
" Karena wanita itu memanfaatkan kamu, Aksa menjadi alatnya, kamu cuma di manfaatkan pi "
" Aku lagi buntu Bun tidak bisa berfikir " Ucap Sadam dan dia berbaring di pangkuan Freya.
Freya membiarkan Sadam, mencari ketenangan dalam pangkuan Freya.
" Jagan gegabah pi, misalkan aku ikut boleh pi bertemu mantan istrimu itu " Pertanyaan Freya membuat Sadam bangun dari pangkuan Freya.
" Jagan Bun! dia terlalu bahaya buat kamu aku tidak mau dia menyakiti kamu " Ucap Sadam.
" Kalau begitu Jagan bertemu dengannya " Ucap Freya sinis.
" Huuft oke baik lah Bunda! " Ucap Sadam sambil menarik nafas panjang.
" Bun! kalau dia bertanya bilang kalau kamu istri aku ya" Ucap Sadam.
" Oke "
__ADS_1
" Sudah selesai sekarang papi balik kamar papi sendiri aku mau istirahat " ucap Freya mengusir Sadam.
" Aku di usir ini, tega banget Bun! , aku masih ingin disini Bun, masih ingin cerita tentang hidup aku " Sadam menceritakan semua kisah hidupnya pada Freya dan Freya sampai tertidur di sofa, mendengarkan Sadam cerita seperti dongeng bagi Freya.
Sadam mengangkat tubuh Freya ke tempat tidur lalu menyelimuti Freya.
Setelah itu Sadam kembali ke kamarnya dan dia menghubungi sang papa dan mama menceritakan semuanya, dan mereka mendukung Freya.
Sadam bersyukur memiliki keluarga siap membantunya.
Setelah kejadian kebakaran Freya itu Freya tidak di izinkan oleh Sadam untuk pulang kerumahnya, dan kemanapun ada yang mengantarkan dan menjaga Freya.
Semingu berlalu Freya tinggal di rumah baru bersama Ana, kadang Aksa juga datang.
Keluarga Sadam kaget karena, rumah yang di tempat'i Freya adalah rumah untuk istrinya Sadam nanti, kalau Freya tinggal di sana Artinya Freya adalah calon istri Dari Putranya, kabar itu membuat semua keluarga bahagia karena Sadam memilih gadis yang tepat untuk dijadikan istri ataupun Bunda untuk Aksa.
Kabar buruk yang di Terima mereka juga, membuat mereka sedikit khawatir tapi karena ada kabar bahagia beban mereka sedikit berkurang.
Mama ayo kita ke rumah Bang Abi dan kita kasih tau saja ke Freya, supaya Bang Abi semakin kuat nak Asuh Aksa tidak bisa di brebut lagi oleh perempuan jahat itu" Ucap Marisa.
" Iya Ma kita harus bertindak, bantu bang Abi, kasihan kalau harus memikirkan sediri " ucap Alesia.
" Semua setuju nanti kita kesana, siap siap semuanya ya" ucap Sang Oma.
Mereka bersiap-siap berangkat ke tempat Freya karena WA sudah Di rumah ada yang membalas WA karena Freya hari ini sedang membuat kue karena sudah janji Sama Aksa.
" Ana aku ingin pulang ke rumah kangen banget sama rumah Ana " Ucap Freya sambil cemberut.
" Kamu tidak dengar kata Tuan Sadam, kamu tidak boleh kesana, karena di sana belum aman dan membahayakan buat kamu, juga buat orang lain, sampai polisi bilang aman Freya, percaya sama tuan Sadam " Ucap Ana yang sudah tau sebenarnya apa yang di rencanakan Sadam pada rumah Freya.
Karena Ana ikut Andil dalam rencana Sadam Alex dan David.
" Oke baiklah daripada dia marah menyeramkan tau! coba kalau dia senyum terus ganteng tampan mengemaskan kan bagus tidak seperti om om galak dan dingin " Ana yang senyum-senyum melihat celotehan Freya dari tadi, Freya tidak tau kalau Sadam sudah datang dan Ada di belakangnya.
" Eheem ooh jadi aku tampan, tidak tua lagi heemm" goda Sadam pada Freya, Freya memelototi Ana.
" Freya eemm aku mau ke depan mau bertemu Alex dulu ya seminggu gak ketemu " Ana samb tersenyum bahagia mengerjai Freya.
" Ini sudah senyum sudah tampan dan ganteng belum BunSay " Goda Sadam.
__ADS_1
Ucapan Sadam membuat Freya salah tingkah apalagi Sadam memanggilnya sebutan Bunda Sayang.
" Apaan sich, kapan datang tidak ada kabar seminggu ini, apakah kamu menemui perempuan itu? " tanya Freya.
" Hais tanya satu satu, dong BunSay, waah ini sepertinya enak ini kuenya " Sambil menyomot kue buatan Freya.
" Cuci tangan dulu jorok banget ini pakai garbu ambilnya " Memberikan Sadam Garbu.
" Sadam tidak menerima Garbu, tapi membuka mulutnya minta di suapin Freya "
" Manja makan Sendiri " ucap Freya.
" Maunya di suapin Bun! kangen Bunda plus kangen kuenya " ucap Sadam.
" Buka mulutnya setelah ini bantuin buat kue kan sudah bisa "
"Aciap BunSay " Jawab Sadam, sambil di suapin kue oleh Freya, dan ternyata banyak pasang mata yang melihat keromatisan mereka.
Tiba-tiba di kagetkan oleh ucapan Aksa membuat Freya menghentikan siapanya pada Sadam.
" Atu uga au di ucapin unda cepekti papi " langsung merebut kue di depan Sadam, dan menyuruh Sadam Pindah.
" Ganggu saja, papi lagi kangen sama Bunda Aksa! ucapan Sadam membuat Freya melotot, malu karena banyak orang, dengan ucapan Sadam.
" Sudah tidak usah berebut kesini Bunda suapin dua-duanya " ucap Freya yang risih keduanya beradu mulut.
" Sabar ya nak, punya dua bayi " ucapan mama membuat semua tertawa.
" Kalian ada acara apa pada kesini, ganggu saja " ucapan Sadam membuat mama maju dan menjewer Sadam.
" Aduch mama! main jewer sakit mah, Emang benar ".
" Kakak ipar bikin yang banyak ya, kita kangen kue buatan kakak ipar " ucapan Alesia membuat Freya malu pipi Freya merah.
" Iya kalian kedepan sana, Jagan gangu kita mau buat kue" Sadam memakai celemek yang di berikan Freya tadi.
" Oke dech kita kedepan Aksa ayo kedepan naik ayunan sama onti dan kakak Ana " ucap Marisa yang anaknya sudah besar 6 SD dan SMP. Sedangkan Alesa anaknya kembar Sekolah kelas 3 SD .
Setelah selesai membuat kue Freya menemani mereka duduk di taman di belakang rumah yang teduh karena banyak pohon buah dan bungga.
__ADS_1
"Freya Mama mau minta tolong bisa, kali ini mama sangat berharap hanya kamu yang bisa membantu Abian " Ucap mama.