
MOHON MAAF KEMARIN TIDAK UPDATE.
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
SELAMAT MEMBACA.
Tidak sayang, Bunda hanya milik Akasa ya, Jagan nangis oke " ucap Freya.
" Rasain kamu bang, rebutan sama Anak ya " Goda Darma.
" Makasih kak sudah mau hadir" ucap Freya.
" Selamat ya, semoga kamu bahagia, kakak juga ikut bahagia" ucap Darma yang berusaha lapang dada melepaskan Freya.
" Makasih ya kakak Atas do'anya, doa sebaliknya buat kak Darma "ucap Freya.
Setelah acara semuanya selesai tamu undangan sudah pulang, tinggal keluarga inti, dan keluarga Darma.
" Freya marilah" ucap mama Darma.
" Jadi kamu Anak mas Fredy , aku tidak tau, mulai sekarang berhati-hati nak, saudara tante dan ipar tante berbahaya buat kamu nak! kamu tau kan mamanya Leon kakak tante kalau suaminya kakak dari suami tante, mereka berdua gila harta! tante kasihan sama Leon, harus jadi boneka kedua orang tuanya " Cerita mama Darma.
__ADS_1
" Iya tante, saya juga tidak habis pikir mau di buat apa harta banyak kalau meninggal tidak membawa apapun, hanya kain kafan, kedua orang tuaku untung tidak serakah mereka meninggal tanpa bertemu denganku " ucap Freya" ucapan Freya membuat semuanya diam.
" Yang ikhlas sayang, semuanya sudah ada suratan takdir masing-masing, kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya " ucap Mamah.
" Makasih mah "
" Masa pengantin baru, menangis, bunda dan ayah kamu pasti bahagia sayang, sekarang saatnya kamu berbahagia ya bersama keluarga kecil kamu" Nasehat Om Sandiaga.
" Makasih Om Sandi, aku bersyukur masih ada keluarga dari Ayah yang bisa menjadi Wali tadi " Langsung memeluk Om Sandi, Freya tidak tau kalau di atas tangga ada yang terbakar cemburu.
Enaknya kamu sayang, main peluk peluk, aku di sini di anggurin seperti ini gak kasihan apa kamu sayang, aku juga butuh kamu peluk, di tawarin makan atau apalah, di cuekin, cuma Aksa saja yang di urusin sangat menyebalkan sekali huuft ucap Sadam.
" Kak Freya aku tadi lihat bang Sadam sepertinya sedang mencari kamu, apa sudah kesini tadi, katanya minta makan " Ucap Alesia sekarang memanggil kakak pada Freya.
" Maja sekali sich, aku masih ingin mengobrol dengan semuanya, biarkan nanti kalau lapar pasti turun " Ucap Freya kesal.
" Sayang sama suami tidak boleh begitu, belajar jadi istri yang baik ya nak, seperti bundamu " ucap Mama Sari menasehati Freya.
" Maaf ma! Freya khilaf pada bayi besar itu, kalau sudah manja, lebih dari Aksa, Mamah maaf ya! " Minta maaf pada mamah Sadam.
" Biarkan saja, masih ada orang banyak mau, di kamar, enak saja, kamu di sini saja Freya kalau dia kelaparan pasti turun, matikan saja HP kamu, pasti dia bingung " ucap Papah.
" Papah, kalau sama anaknya pasti seperti Tom end Jerry.
" Nanti malam kan bisa mah, masih siang loh, kalau mau istirahat bisa,masih ada tamu, gak sopan mah " Ucap Papah.
" Iya mah, Freya juga masih menunggu kak Jerry, dia datang telat kesini tadi masih ada acara" ucap Freya.
" Oke sayang setelah ini cepat temui suami kamu ya, mama tidak mau Kamu durhaka pada suami kamu, ucap mama Sari.
Ternyata mama Sari menikah dengan papa, karena papa duda beranak satu yaitu Ana, ternyata Mama Ana sudah meninggal waktu Ana masih bayi, Freya merasa selama ini dia yang paling menderita ternyata sahabatnya lah yang paling kehilangan.
" Ana maafkan Aku ya, aku kira akulah orang paling menderita saat di tinggal pergi kedua orang tuaku ternyata kamu lebih dari aku, kamu tidak mengenal sosok ibu kamu Ana " ucap Freya sambil memeluk Sahabatnya.
__ADS_1
" Aku tidak apa, aku bersyukur aku punya mama Sari yang menyayangi aku tulus seperti putri kandungnya, dari pada ibu yang melahirkan aku, dia tidak pernah perduli denganku saat aku dilahirkan " ucap Ana.
" Jadi ibuku cuma satu, cuma mama Sari saja, tidak ada yang lain Freya, Jagan pernah sebut perempuan itu ada karena bagiku, dia hanya rahim bayaran " Ucap Ana tegas.
" Iya Beb aku juga sekarang akan menjadi bunda kandung buat Aksa " Ucapan Freya membuat Ana Bahagia berkat cerita mamanya Freya mau ikhlas.
" Aku akan mendoakan kamu selalu bahagia ya, Freya, tapi..! setelah ini aku pulang ya, kamu sudah istri orang, tidur sudah ada yang nemani loh, mau urus toko kue kamu " Ucapan Ana, membuat Freya sangat malu sekali.
" Terimakasih Ana, aku titip Toko kue dan Izin sekolah ya, tiga hari bolos " ucap Freya.
" Tenanglah sudah di atur Om kamu dan juga Kak Darma " jawab Ana.
" Oke terimakasih kalau begitu, aku lega.
" Nah itu mama dan papa, mau ajak aku pulang Fre " Ana menjuk kedua orang tuanya yang sedang berpamitan.
" Sayang mama papa dan Ana pulang dulu ya, kamu belajar terus menjadi ibu dan istri yang baik mama yakin pasti bisa " Semangat mama Sari.
Setelah itu keluarga papi Sadam yang berpamitan pulang, yang tersisa hanya pandu dan Bik Siti karena mereka akan tinggal di rumah ini bersama kita.
" Sayang mamah papah dan semuanya pulang ya, mamah pasti kesepian karena Aksa ikut kalian di sini, atau Aksa ikut oma dulu supaya Bunda dan papi kamu bisa bulan madu" gada Oma.
" Iich mama nanti, tanya Freya, bingung jawabnya " ucap Freya pada mertuanya.
" Kakak ipar kita berdua juga pamit ya, Bang Jagan di paksa kalau tidak mau ya, kasihan masih SMA " Celetuk Marisa.
" Beda sama kamu yang susah bangkotan pengalaman, aku tidak rela mantuku kamu sakiti, Aksa, nanti pesan Opa, ikut tidur Bunda Dan Papi ya "membuat Sadam melotot pada sang papa.
" Apaansih pah, kenapa bicara seperti itu pada Aksa " Sadam meradang, bisa puasa lagi batinnya.
" Siap Opa, Aksa akan jagain Bunda, tidak akan mengizinkan papi menyakiti Bunda lagi " Ucapan Aksa membuat Sadam garuk garuk kepala.
" Om juga pamit ya sayang doa terbaik buat kalian, Khusus buat kamu Abi! Freya masih Ada Om nya Jagan pernah membuatnya menangis atau kamu menyakitinya, maka Om akan membawanya pergi dari kamu! ini Serius! " Ancaman Om Sandi.
__ADS_1
" InsyaAllah Om saya akan menjadi papi dan Suami yang baik pada mereka berdua" Jawab Sadam sedikit grogi mendengar Ancaman, Freya akan di bawa pergi.