
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
Bantuan kalian sangat berarti ya buat kami para Author.
" Ya Aca unya unda Opa, antik aik, tayang Aca " Menceritakan semua pada opanya dan sangat bersemangat.
" Kalau begitu mulai sekarang tidak boleh cengeng, nurut sama Suster supaya Bunda suka sama Aksa dan nanti saat papi pulang ceritakan ya " Oma menjadi kompor pada cucunya.
" Mama Jagan mengajari cucu seperti itu" ucap Opa.
" Emang Opa mau Akasa mendapat mami baru seperti ondel-ondel atau nenek lapor yang suka sama putra kita tidak mau sama cucu kita, dan hanya harta, papa tidak tau betapa cantiknya Si Fre itu ke ibuan " Cerita sang Oma panjang lebar.
' Terserah mama aja, yang penting Jagan maksa lagi " Sambil memgoda cucunya yang hari ini sangat manis bermain.
" Cukup mainnya sekarang mandi besok nunggu Bunda Telepon lalu kita berangkat ucapan Oma kali ini di dengarkan Akas dan dia langsung menuju kamarnya, senjata ampuh mereka adalah Bunda.
"Mama Jagan buat kecanduan kasihan nanti kalau tiba-tiba gadis itu menikah dan Aksa semakin tidak bisa lepas darinya" bukan jawaban dari istrinya malah tawa yang renyah.
" Di kasih tau malah tertawa Mama ini, dengerin kalau suami bicara mah...! " ucapnya.
" Papa dia masih sekolah, tidak mungkin sudah mau menikah seragamnya saja putih abu ucap mama " Menjelaskan pada suaminya.
" Mama ini tidak masak akal apalagi gadis SMA yang susah mapan dan dewasa saja di tolak putramu apalagi ini sumpah ma... " Ucap Papa.
" Papa belum tau saja pesonanya si Fre kalau tau meleleh cara dia memperlakukan Aksa dan bebicara Seperti orang dewasa, awalnya saja mama tertipu, saat bertemu kedua baru mama kaget kalau dia masih sekolah hahaha " Tawa Istrinya.
__ADS_1
" Hais tapi papa tidak yakin kalau putra aroganmu dan keras kepala itu mau jauh dari mantan ular betina itu " Menyebut mantan menantynya.
" Jauh emang pah ini itu ibarat berlian yang masih belum di asah, kalau di asah bisa mengalahkan ribuan berlian lainya " ucap Mamah kekeh.
" Papa ikut saja dech mah, yang penting pesan papah Jagan memaksa Oke " ucao Papah menuju kamarnya.
" Semoga putraku kali ini kena sihir Fre supaya mau ,kalau tidak mau ya harus mau kali ini. " Ucap sang mama.
" Tenang nyonya saya Akan kawal Bunda dan papi sampai SAH "ucap Siti yang baru lewat karena mendengar perkataan majikan yang.
" Oke kita kawal " Ucap Oma.
Di tempat lain Freya sebelum tidur seperti biasa menyiapkan semua bahan menimbang dan meracik dan memberi catatan cara memasukan tepung dll. Supaya besok Subuh sudah langsung di kerjakan tanpa menunggunya.
Karena besok banyak pesanan sudah masuk ribuan pesanan Fre, bukan ratusan lagi setiap harinya. Sekarang bagian pengantaran naik Tosa jadi bisa membawa banyak, kalau mau beli mobil masih belum cukup.
Karena kelelahan Fre tidur lebih awal dari biasanya.
Keesokan harinya Fre bangun sholat subuh dan bergegas mandi dan dia ingat mau bertemu Aksa dia berencana mau membuatkan kue untuk Aksa yang unik dan Brownies buat sang Oma. Sekalian promosi. Jiwa dagang Fre muncul.
" Iya Bibi ini buat anak kecil rencana mau ketemu Aksa, aku buatkan ini sekalian promosi kue ke omanya " Ucapan Fre di anguki okeh mereka.
" Ooh mau memikat hati calon mertua ya " Tiba-tiba ada suara Ana di balik pintu.
" Kamu ini bicara sembarangan, woi masih sekolah woi " Jawab Fre.
" Tuh ada Mama papa dan saudara aku mau pesan kue buat acara mereka giih ke depan ini biar aku yang nerusin bikin hiasan " Ucap Ana yang sudah bisa membantu karena sering ikut belajar.
" Hallo sayang ini ada pelanggan baru "ucap Mama, dan Fre datang dengan nampan isi Bronis dan minuman.
" Iya ma terimakasih, ini cemilan kebetulan resep baru ma, ayo semua di nikmati " ucap Fre.
Mama Ana sangat suka dia pun ikut menesan apalagi saudaranya yang mau ada Acara pesan sampai banyak, fre dalam hati Waah harus nambah pegawai ini .
Setelah mereka pergi hanya tinggal Ana yang masih di sana membantu Fre.
" Setelah pekerjaan mereka selesai Fre memberitahu Mbk Siti kapan mereka berangkat ke Mall yang mereka tuju.
__ADS_1
Mereka berangkat kali ini mengunakan Grap karena pesanan banyak motor mereka di pakai pengantar karena Sudah menemukan pengantar baru.
" Sesampai ya di Mall Fre mencari keberadaan Aksa tapi belum juga ketemu karena Fre datang terlalu cepat, mereka memutuskan untuk berkeliling dulu sampai Aksa datang.
" Kita seperti mau kencan saja ya Fre, padahal bertemu bocil " ucapqn Ana Ada benarnya ternyata Aksa ngangenin bicaranya yang cadel selalu bikin gemes kalau Ana mikirnya pasti makan di resto mewah makannya enak semua.
" Ana ayo kita kembali pasti mereka sudah datang kasihan kalau menunggu kita" ucap Fre yang mendahului Ana.
" Huft yang mau ketemu pujaan hati, nanti kalau bapaknya datang pasti bapaknya yang jadi pujaan huft " Omel Ana yang sedang asik melihat baju tapi tidak jadi karena Fre mengajak ke tempat Akasa.
Sampai di sana di kagetkan denganteriakan Anak Kecil yang muncul tiba-tiba.
" Unda.... Akak Atu Angen " suara cadel Aksa langsung lari ke dalam pelukan Bunda nya.
Membuat Oma Mbk Siti dan perempuan yang duduk di sebelah Oma tersenyum manis di sebelah Oma.
" Ate ni Unda Aca, Aca Tak Ohong tan " Ucap Aksa memperkenalkan Tantenya pada Bunda dan kakaknya.
" Wah Calon Bunda Aksa cantik sekali, perkenalkan saya tantenya Aksa Marisa Adik dari papinya Aksa.
" Salam kenal dari kami, maaf saya bukan calon bundanya, cuma Bunda buat bohongan buat Aksa "ucap Fre membuat Marisa bingung.
" Sudah tamunya suruh duduk nanti mama jelaskan, Sasa Jagan lihat mereka seperti itu mereka takut " ucap Mamanya.
" Aku tuh udah seneng si Duda punya calon yang bening dan imut, eeh malah bohongan kecewa akunya mah " omel Marisa.
" Kita berdua saja mbk semoga jadi kenyataan " ucapan Ana membuat Fre melotot ke Ana.
" Tapi ke Empat orang di sana malah bilang Amin.
" Sudah Jagan goda Fre terus pipinya sudah seperti tomat, segera pesan makan " ucap Mama.
" Kalian semester berapa kuliahnya atau mungkin sudah kerja " pertanyaan Marisa membuat mereka tertawa.
" Kita masih sekolah Mbk, belum keduanya masih rencana tapi Fre sudah punya usaha " ucapan Ana membuat Marisa melonggo.
" Sekolah....!!! " ucapnya lantang.
__ADS_1