
Kenapa kalian melihatku sepeti itu, aku punya calon yang suka bilang seperti itu " Ucapan Sadam membuat keduanya tersenyum.
" Lex, aku sudah menceritakan semua masalaluku pada Freya, aku tidak mau menyimpan sesuatu yang tidak di sukai oleh Freya " ucap Sdam.
" Benar itu Tuan "
" Kami berdua pamit Tuan " Setelah kepergian mereka berdua Sadam masuk ke kamarnya dan kembali melihat isi video yang di kirimkan oleh kedua sahabat sekaligus asistennya.
Kamu tidak akan aku biarkan lolos, tunggu saja harinya kamu akan hancur di tanganku, berani beraninya bermain dengan ku Sadam Abian Ragata! Dengan muka sangat mengerikan.
" Tok tok tok... " Pintu Kamar Sadam Ada yang mengetuk.
Sadam mencuci mukanya terlebih dulu baru membuka pintu kamarnya.
" Ada apa Bi "
" Ada tamu Tuan, saya di perintahkan oleh nyonya "
" Tamu bagaimana ada yang tau kalau rumah ini aku buka"
" Saya kurang tau Tuan ada dua orang tamunya "
" Oke bilang sama, mama Aku ganti baju dulu ya Bi" Ucap Sadam masuk ke kamar menganti bajunya.
Sadam menuju ruang tamu, di sana ramai banget.
" Hallo bro, aku tau kamu di sini, dari IGnya Marisa tadi "
" Kalian aku kira siapa! kapan kalian balik dari LA " Tanya Sadam.
" Kalau aku sudah 6 bulan lalu, kalau Jerry 1 bulan an iyan kan Jer "
" Kata Marisa kamu mau menikah lagi apa benar! kapan? " ucap keduanya.
" Dasar adik gak punya Ahlak " ucap Sadam pada Marisa.
" Kan berita bahagia Abang, jadi ya harus di beritakan supaya berkah " jawab Sang Adik.
" Heem "
" Kak Jerry.... " Ternyata Freya mengenal Jerry.
" Hai princess Aurora kenapa ada di sini " tanya Jerry heran, karena setahu Jerry Freya hanya punya kedua orang tua.
" Bagaimana kabar bunda dan ayah, besok aku rencana mau berkunjung aku bawakan oleh-oleh " Cerocos Jerry tanpa melihat Freya sudah menangis.
__ADS_1
" Duduk dulu Bun " Sadam Mendudukkan Freya yang menangis mengingat kedua orang tuanya.
" Kenapa kamu menangis Princess"
" Diamlah kamu bego, Kedua orang tua Freya sudah meninggal setahun yang lalu " ucapan Sadam membuat Jerry kaget.
Sosok orang tua, yang sangat baik padanya , tetangga paling baik, saat rumah Freya masih Di kota B.
" Maafkan kedua orang tuaku kalau mereka ada salah sama kakak ya " ucap Freya.
Tanpa diduga Jerry memeluk Freya, semua orang melihat expresi sadam sangat mengerikan membuat semua tertawa.
" Kamu tidak usah khawatir lagi, setelah lulus ikutlah kakak ke LA lanjutkan mimpi kamu Princess " Ucapan Jerry membuat Sadam murka.
" Maksud kamu apa mau membawa Freya ke LA hah " Sadam mencengkram kerah baju Jerry, Jerry yang tidak tau ada hubungan Antara Sadam dan Freya Bingung.
" Sadam lepaskan Jerry, dia tidak tau Jagan mengandalkan Emosi " Teriakan Sang mama, membuat tangan Sadam melepaskan kerah baju Jerry.
" Aku mau mengajak Freya kenapa kamu yang marah, seperti suami yang cemburu istrinya mau di bawa pergi saja " ucap Jerry.
" Aku menganggap Freya seperti adikku dari Bunda dan ayah , menolongku dari kematian, dan beliau menitipkan Freya padaku, apa aku salah, salahku dimana? " tanya Jerry.
" Salahnya, Abang aku tuh bingung kalau Freya kamu ajak pergi, dia tidak jadi menikah jadi duda Abadi " ucapan Marisa membuat Jerry dan sahabatnya melotot.
" Parah kamu Bro! Aurora masih sekolah belum lulus, dia juga punya impian, apa kamu memaksa, Princess apa kamu di paksa, atau kamu punya hutang sama Duda ini heem bilang sama kakak tidak usah takut " Ucap Jerry sambil memegang tangan Jerry.
" Kakak jahat banget, aku mencari alamat kakak dan kata orang kakak pergi ke Luar Negri " ucap Freya.
" Maaf princes aku mau buat kejutan tapi aku yang terkejut besok kita pergi ke makam Oke " Ucap Jerry menghapus air mata Freya, Jagan di tanya Sadam seperti apa.
" Singkirkan tangan kamu Jerry... " Teriak Sadam.
Semua menertawakan Sadam, Jerry semakin mengerjai sahabatnya yang sudah cemburu buta.
" Apa! macam-macam aku bawa pergi adikku, sekarang kamu harus memanggilku kakak seperti Aurora memanggilku kakak.
" Tidak, apaan "
" Ogah "
" Princess mau ikut kakak ke LA jalan-jalan di sana banyak bule ganteng ganteng "
Sadam sudah tidak bisa mengontrol emosinya Berdiri lalu pergi dari ruang keluarga.
Semuanya tertawa terbahak-bahak, menertawakan Sadam.
__ADS_1
" Gara-gara kalian aku harus membujuknya " upah Freya.
" Biarkan saja, Katanya mau Antar kakak ke makam bunda dan ayah " tanya Jerry.
" Minggu depan Saja kak sekarang aku tidak bisa, nanti saja tanya sahabat kamu apa sebabnya kalau sudah tidak ngambek! aku tinggal dulu ya, membujuk bayi besar ku " ucapan Freya.
" Awas dek nanti kamu di terkam sama singa kelaparan " nasehat Jerry.
Freya mencari Sadam yang tengah merajuk akibat di goda semua sahabatnya.
Enak saja, main mau bawa pergi Freya, siapa dia, kenapa juga mau di peluk-peluk sich bun, sama aku saja jaga jarak terus Sadam terus aku pergi juga tidak di kejar mengerutu tidak jelas, dia tidak Sadar kalau Freya sudah ada di depan kamarnya yang tidak terkunci.
Freya yang mendengar Sadam terus marah dan mengomel hanya tertawa.
" Pi kalau kamu tetap marah aku pergi dengan kak Jerry ya, aku hitung sampai 3 gak keluar aku tinggal " Acaman Freya manjur, Sadam keluar langsung menarik tangan Freya di masukkan ke kamarnya.
" Hei lepas mau apa, Papi... " Jagan Aneh-aneh ya, Acaman Freya tidak di hiraukan Sadam yang masih tersulut rasa cemburunya pada Jerry.
Langsung membungkam Freya dengan Bibirnya.
Sedangkan Freya tidak bisa berbuat apapun dalam kendali Sadam yang masih di pengaruhi Emosi.
Setelah kehabisan nafas baru di lepaskan oleh Sadam.
" Itu hukuman buat Bunda nakal sama orang lain, main peluk-peluk laki-laki lain di depan papi " peringatan Sadam.
" Kak Jerry hanya mengoda papi, kaka Jerry itu seperti kakak dari aku kecil .
" Aku tidak mau tau, pokoknya Jagan buat papi cemburu seperti tadi "
" Ooh papi cemburu pada kak Jerry"
" Bukan! salah bicara tidak suka saja, mami dekat pria lain " Sadam masih saja gengsi dan menyangkal.
" Terserah papi, artinya papi tidak sayang sama aku, masa aku sama cowok lain tidak cemburu " Sadam melotot dengan ucapan Freya.
" Sayang aduch kamu selalu memojokkan papi terus"
" Sayang papi mau pergi dulu ya, awas Jagan dekat-dekat sama kutukupret Jerry " Ancam Sadam.
" Tergantung " jawab Freya.
" Jagan mancing-mancing sayang , atau kamu mau aku terkam sebelum menikah, supaya kamu tidak melirik, atau di lirik pria lain " Ancaman Sadam membuat Freya mati gaya.
" Awas ya papi Jagan macam- macam " Ancam Freya balik pada Sadam.
__ADS_1