JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
61. Penganggu.


__ADS_3

MAAF YA LAMA TIDAK UP, SEBISANYA SAYA USAHAKAN UPDATETERUS. KALI INI UPDATE SEDIKIT PANAS MUMPUNG BELUM PUASA, KALAU PUASA TAKUT, MEMBUAT BATAL PUASA PEMBACANYA.


MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.


TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.


BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terimaksih.


SELAMAT MEMBACA.


"Eheem " Deheman Sadam membuyarkan mereka.


" Apa aku membayar kalian hanya untuk ngerumpi, tidak mengerjakan tugas kalian heem, sampai dalam rumah tidak ada orang, aku harus mencari cari kalian " Sadam gemas mendengar pembicaran mereka, sebenarnya tidak ada yang salah dengan pembicaraan mereka tapi! itulah Sadam tidak mengakui.


" Maaf tuan ada yang bisa kami bantu, atau tuan butuh sesuatu " ucap Dari salah satu mereka.


" Naik lah setelah bibi siapkan makanan buat istriku dan bawa ke atas" ucap Sadam tegas.


"Bibi tolong suruh asisten lain bersihin kamar ya...sekarang! ya Bibi.


" Cepat ya bibi masaknya, Jagan sampai Freya kelaparan " karena melihat asistenya bengong.


" Harus lapor nyonya Besar ini, mereka habis malam pertama. juga.


pasti nyonya Besar senang sekali, ayo kalian bantu supaya cepat" sambil menghubungi sang nyonya besar.


Mereka naik ke kamar Sadam, tapi tidak menemukan Freya, mungkin sedang mandi.


Mereka membersihkan dengan cepat supaya tidak kena marah


"Tuan muda sudah selesai mebersihkan kamar apa ada lagi yang perlu saya bantu Tuan Muda" tanya sang Art.


" Kalau masakan sudah selesai,Bibi antar sarapan ke kamar ya "


"Siap Tuan Muda kalau begitu saya permisi dulu "


' Iya Makasih Bibi " Sepeninggal Artnya Sadam mencari istrinya yang ternyata sudah tidak ada di tempat tidur nya.


"Sayang kenapa gak mangil dan nunggu aku, memangnya sudah gak sakit hmmm" tanya Sadam.


" Malu ada orang lain masuk kamar, aku buru buru ke kamar mandi " Jawab Freya.


" Ayo sarapan udah jam 12 ini. aku saja laper banget"


" Sudah sembuh hemm " Sambil mengoda Freya.


" Apaan mas ya...masih mas cuma...aku paksa, buat jalan"jawab Freya.


" Ooh Aku kira udah gak sakit, kan bisa di ulang, mumpung libur aku yank" Goda Sadam.

__ADS_1


"Gak mau lagi sakit tau mas remuk semua badanku. ulahmu mas, aku bilang sudah. kamu terusin.


nyebelin kamu tuh mas " jawab Freya.


"Sakit tapi enak kan yank, buktinya kamu mend**ah, gitu yank"


" Mas!..cukup mas gak usah di terusin, muka "Freya sudah seperti tomat, 🔴🍎. menahan malu, akibat godaan suaminya.


" Cepat mas keluar kayanya ada bibi antar makan, aku mau mandi " Sambil mendorong suaminya keluar kamar mandi.


Setelah selesai mandi Freya menghampiri suaminya.


" Ayo makan, laper tau. sini aku suapin yank, Hari ini aku akan memanjakan istriku tercinta.


duduk sini jangan jauh jauh " ucap Sadam mendudukan istrinya.


"Mas Aksa dimana?" tanya Freya.


" Makan dulu sayang baru nyari Aksa oke" Sadam terus menyuapi Freya.


" Mas Besok aku boleh ke Toko kan, sama Aksa ya ".


"Berarti sudah gak sakit kan yank, kalau besok sudah mau ke toko" " " " Uhuk uhuk. uhuk...." Freya tersedak, dengan pertanyaan Sadam.


"Ya masih sakit, cuma aku mau ke Toko aja mas kamu kerja aku sendirian di rumah bosan tau"


" Ya sudah aku cuti juga kalau begitu. hmmm" sambil memeluk Freya.


" Sayang loh yank badanmu kok panas, kamu sakit hmm"


" Aku telpon Dokter dulu ya yank. bentar. kamu tiduran dulu " ucap Sadam.


" Jagan dech mas minum obat saja ada di laci ya "


" Aku gk mau kamu kenapa-napa sayang "


" Aku palingan kecapekan saja mas, udah ya"


' Kenapa tidak bisa di hub semua, dan adikku juga "


"Mas aku gpp jangan marah marah kalau gak bisa juga gpp, ambilkan obat penurun panas aja di laci "


"Gak yank Aku gak mau terjadi apa apa sama istriku tercinta cup cup" sambil mengecup kening dan memeluk Freya.


" Mas ambilkan obat, terusan temanin aku istirahat pasti juga sembuh oke " minta Freya.


" Oke sayang"


Setelah Freya meminum obatnya, dan mereka terlelap.

__ADS_1


Dua jam kemudian, kediaman Sadam sangat ramai karena seluruh keluarganya berkumpul tidak lupa om Sandiaga pun ikut Datang.


Dari siapa lagi kalau bukan Ana.


" Oma Papi dan Unda kenyapa idak urun urun Akcha kangen ini ama unda " omel Aksa.


" Aksa Ounti bilang apa kemarin, Papi sama Bunda sedang proses buat Adik Aksa jadi harus sabar Oke kalau Aksa rewel nanti tidak jadi adiknya " ucapan Ana membuat Sandi melotot, ternyata Ana lebih bar bar dari ponakannya kalau bicara, tanpa di saring dulu.


" Ana sayang, lihat om Sandi sampai geleng-geleng lihat kamu".


" Maaf Om keceplosan "


" Gpp aku suka, dari pada pura pura, aku suka yang apa adanya" ucapan Sandi membuat Ana senang.


" Terus kalian kapan ini menikahnya, keburu Freya hamil loh" Ucap Marisa.


" Kakak apan sich "


" Bang Sandi Buruan di halalkan keburu ada yang nikung"


" Kalau aku siap kapan saja, sekarang juga siap kok " Sambil melirik Ana.


" Aksa kemana kok gak Ada" teriak semuanya.


" Waah Jagan bilang dia naik ke Atas "


" Ayo kita lihat "


Mereka menuju kamar Sadam dan Freya.


" Papi Unda Buka Pintunya..... Unda.... Papi.... " Sambil mengebor gedor pintu kamar.


" Mas Aksa... "


" Mas.....! " teriak Freya.


" Apa sich yank teriak teriak"


" Aksa dari tadi pangil dan gebrak pintu,kamu buka, keburu yang lainnya datang, dobrak kamar gimana? "


" Dasar penganggu" omel Sadam.


" Awas ngatain anak aku penganggu, tidur di luar nanti malam" Ancam Freya.


" Oke aku buka sayang, Jagan cemberut ya" Sadam bangkit dari tidurannya dan melangkah menuju pintu.


" Papi..... ama sekali buka intunya, sampai akit ini tanyan aku ketok ali adi huffy" marah putranya. Langsung menyerobot masuk tampa permisi pada papinya.


"Dasar anak siapa sich huftt " Sadam tidak rela Anaknya menguasai istrinya.

__ADS_1


"Dasar Bocil menganggu saja, huuft padahal sudah di amankan kok masih tetap saja, sekarang giliran papi yang manja sama Bunda Week " sambil terus mengoda sang putra alhasil sang putra menagis cukup kencang.karena ulah sang papi yang dia pikir mau mengambil sang bunda darinya,tapi Sadam tetap tidak mau mengalah sama putranya, di nempel terus sama Freya, kelakuan nya itu membuat sang putra semakin kencang menagis.


Tunggu kelanjutan ceritanya ya, semoga masih setia menunggu cerita selanjutnya. Masih banyak cerita seru.


__ADS_2