JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 36.Seperti Keluarga Cemara.


__ADS_3

Pasangan yang pas Mama dan papa setuju dech, mama tidak jadi pulang besok, nambah satu hari lagi mau jalan-jalan dulu iya kan pa!! " anggukan oleh Papa.


Karena mama dapat WA bahwa mereka di suruh tambah libur satu hari.


" Kenapa mah "


" Tenang saja mama tidak akan menganggu kalian kok,mama dan papa ada acara sendiri " Mama mencari Alibi.


" Ya sudah Sadam kamu kembali ke kamar kamu, kalian belum SAH"


" Iya tante, Aksa! kamu tidur sama papi atau sama Bunda? "


" Ama papi dan unda ibuk beltiga" ucapan Aksa membuat Freya malu.


" Belum bisa sayang kan papi dan unda belum menikah, tunggu bundamu mau ya " ucap Mamah.


" Oma Menikah icu apa? "


" Jelasin tuh ma, cucumu bertanya " Sindir papa.


" Tanya sama bunda dan papi ya, oma ngantuk " Mama langsung kabur dan di ikuti semuanya tinggal.


" Mama gimana sih kok malah pergi, tangung jawab mama! " panggil Freya.


"Unda apa itu menicah" Aksa bertanya pada sang Bunda.


" Tanya sama papi sayang Bunda belum pernah, kalau papi Sudah " Ucapan Freya membuatnya sadar.


" Aksa Tidur ya bunda kecapekan an, besok saja papi jelaskan, dan sebenarnya papi jelaskan juga tidak akan paham kamu nak masih kecil "


"Papi ubuk cini cama Acha unda ya, obok beltiga " ucap Aksa.


" Ya sudah, tapi langsung tidur, tidak boleh rewel ya berdoa terus tidur " ucap Sadam.


" Kalau Aksa sudah tidur, papi langsung balik kamar, kamu juga istirahat ya " Ucap Sadam pada Freya.


" Selamat malam ucapannya sambil melihat Freya.


Freya sudah sangat mengantuk, dia tidak protes, karena Aksa ada yang menidurkannya, kalau tidak ada papinya pasti Aksa rewel.


Alex kirim linknya, Aku cek saja WA nya.


Banyak banget yang WA, ngapain sih Salsa WA banyak banget, biarkan saja tidak usah di buka.

__ADS_1


Ini Linknya, mereka pintar banget ambil fotonya, untung wajah Freya tidak terlihat, kasihan kalau sampai mereka melihat.


Setelah Melihat WA ternyata Sadam, juga kelelahan tertidur di kamar Freya mereka tidur bertiga. Tanpa mereka sadari, Aksa yang awalnya di tengah pindah di depan Freya. karena sesak terhimpit papinya.


Yang menjadi guling Sadam adalah Freya bukan Aksa lagi. Sadam sangat nyaman dengan Gulingnya tanpa Sadar Freya menerima pelukan dia kira adalah ayahnya.


Sampai pagi mereka belum bangun padahal jam menunjukan pukul 7.


Aksa yang mendengar kegaduhan di luar dia membuka pintu ternyata yang datang rombongan keluarga nya.


" Di mana Bunda sayang "


" Unda cama api masih bobok agan ramai anti eka Angin bicik cemua" Aksa mengomeli semua seperti gaya Sadam.


" Iya Onti tidak berisik beritahu di mana Bunda dan papi kalian tidur bersama kan? " cecar Marisa dan mendapatkan jawaban Agukan dari Aksa.


Semua mengikuti Aksa dan mereka sungguh kaget apalagi Ana.


melihat Sadam memeluk Freya sangat erat begitupun Freya dia bersembunyi di dada bidang Sadam.


" Padahal semalam, saya sudah menyuruh nak Sadam pindah , mereka sepertinya minta di nikahkan " omel mama Sari.


" Kali ini papa setuju mah, ini sudah tidak benar kalau di biakan" ucap papa Sadam.


" Freya...! Freya Aurora Saquina " Teriakan Ana membuat Freya terbangun, dan dia kaget tidur dalam pelukan Sadam.


Kenapa dia, padahal aku bermimpi ayah yang sedang memelukku bagaiman ini. pasti mereka berfikir yang tidak tidak tentang aku dan papinya Aksa, kenapa meluknya erat sekali dan kenapa pelukan yang sangat nyaman, wois ini tidak boleh, aku harus tetap membentengi hatiku takut nanti seperti mbk Mala adik angkat Bunda batin Fre terus berperang.


" Abi., Abi...!! cepat bangun, lepaskan Freya! " Teriak mama.


" Kenapa sich kemanapun aku pergi kalian selalu ikut, aku sedang mimpi bersama Freya dan putraku pun kalian ikut huuft, Sama-sama pergi, aku hanya bisa dalam mimpi memeluknya, kalau nyata di tendang aku" Ucapan Sadam membuat semua tertawa.


" Mereka pikir dunia milik berdua ini, lihatlah di kira mereka sedang mimpi piiiff " Teriak Alex yang gemas pada Bos dan Freya kalau di nyata mereka ibarat Tom end Jerry.


Freya yang pura-pura masih tidur, bangun pukul, dia tidak bisa lepas dari delapan Sadam.


"'Abian....!!Abang Abia.... !! Bangun! Alex cepat ambil air ya, siram saja abang aku ini " Di larang sama Mama, kasihan Freya.


" Freya nak, ayo bangun sudah Siang, Freya " Freya pura-pura menggeliat seolah Bangun tidur.


" Kalian...! "teriak Freya. Mereka lengkap, aku pasti tidak bisa mengelak lagi sekarang, terpojok ini gumam Freya.


" Bangun lepaskan ini, di sini banyak orang bisik Freya pada Sadam.

__ADS_1


" Tidur lagi Bunda, papi masih ngantuk, Aksa juga masih tidur " Ucapan Sadam membuat semua tersenyum, mereka sudah punya panggilan kesayangan.


" Lepaskan tangannya aku akan bangun, Aksa sudah bangun, aku tidak bisa bergerak" Freya berusaha lepas tapi Tidak Bisa pelukan Sadam sangat Erat pada Freya.


" Sumpah ya Abang..! Teriak Alesia pada Abangnya.


" Ana tolong bantu pindahkan tangan dan kakinya ini berat " Ana malah tertawa,


" Kemana Aja baru ketahuan bilang berat, semalam ngapain aja masih ngantuk " Mereka melihat Sadam telanjang Dada bulu-buku halusnya membuat wanita mana yang tidak terpesona.


Ada tangan mungkin yang ikut membangunkan, dia sedikit marah karena papinya menyakiti bundanya sampai sang Bunda terhimpit tidak bisa bergerak.


Dan Aksa mulai bertindak dia memegang tangan sang papi, lalu hap dia mengigit tangan sang papi sangat kuat.


" Aaargh"


" Arggght sakit..! " Teriak Sadam semua terkejut dengan ulah Aksa.


" Papi atiti Unda pacaran cerangan Acha hap "


" Ampun sayang papi sudah lepas Bunda nak" Saat Sadam Sadar ternyata banyak orang di sana .


Mampus,ini beneran terjadi, tapi skenario tidak seperti ini, kenapa papa ada, bukanya Papa ada Di Paris. batin Sadam.


" Sudah bangun kamu, sejak kapan jadi laki-laki pengecut seperti ini " "Plak plak " Suara tamparan menggema.


" Kalau kamu laki-laki nikahi Freya dalam minggu ini " Ancam papanya Sadam.


" Huft iya pa, setelah pulang dari sini " Ucap Sadam.


Sedangkan Freya tidak kuat menampung badannya dan terjatuh pingsan.


" Freya....! "semua panik apalagi Sadam, langsung membaringkan Freya, Alesa yang seorang dokter langsung memeriksa.


" Ana Apakah Freya punya trauma atau semacamnya" Pertanyaan Alesia membuat semuanya kaget.


Hanya anggukan yang di berikan Ana, karena dia menangis melihat.


Freya.


" Aku sudah bilang pada kamu Tuan Sadam Jagan memaksa Freya, tapi ini lah sekarang yang terjadi, aku tidak bisa cerita tentang masalah ini, hanya Freya yang berhak " Ucapan Ana membuat semua semakin Bingung.


" Oke kami paham, sekarang biarkan Freya istirahat dan kamu Abi kembali ke kamarmu biarkan Ana yang menemani Freya " Ucapan Papa Sadam tegas dan semua tidak ada yang berani membantah.

__ADS_1


__ADS_2