
Sampai di depan Pintu mereka mendengar suara gaduh dari dalam rumah Salsa. seperti suara pertengkaran.
Freya dan Sadam diam, karena mau masuk juga gak enak menunggu di depan pintu, sampai nama Sadam di sebut dalam pertengkaran.
" Ketok pintunya, kenapa kok nama kamu di sebut dalam pertengkaran mereka hayo ada apa? "
" Ngak tau juga Bun!, Sebentar aku ketok pintunya "
" Tok Tok Tok... " Dari dalam keluar ibunya Salsa.
" Nak Abi kesini sudah dari tadi atau barusan datang " tanya Ibu Salsa.
" Dari dalam, nah kan ibu lihat Mas Abi pasti kesini tidak mungkin tidak kesini, ibua saja yang souzon terus " Salsa terus bicara tanpa melihat Abi datang sama siapa.
" Ayo nak Abi masuk!" Mereka tidak tau kalau ada Freya.
" Ayo Bun kita masuk, sudah di ambil tadi oleh-olehnya " tanya Abi pada Freya.
" Sudah ini " Menunjukan bingkisan yang di belinya tadi sebelum ke rumah Salsa.
" Bunda terbaik pokoknya, makin sayang saja papi "
" Ish Jagan gombal dech pi " Omel Freya padahal dalam hati bahagia.
" Nak Abi ibu kira sendiria...n ! ternyata Sama Bunda nya Aksa ya silahkan Duduk"
" Bunda nya Aksa yang ingin mampir kesini Bu " ucap Sadam.
"Ini tadi Bunda nya Aksa beli buat putri Salsa Bu, entah apa saya tidak ikut masuk " Ucap Sadam sambil menyerahkan bingkisan.
" Terimakasih ya, harusnya tidak usah repot repot "
" Tidak apa Tante, anak kecil pasti suka kalau dapat oleh oleh dan mendapatkan perhatian, Karena Aksa juga begitu " ucap Freya di usianya yang masih belia tapi seperti orang sudah dewasa.
Tanpa Sadar tangan Freya sudah di genggam oleh Sadam, dan Freya sangat nyaman.
" Pi..! malu di lihat ibunya Salsa dari tadi "
" Biarkan seperti ini Bun, kita saling menguatkan ya, dan aku ingin lepas dari semua ini " Ucap Sadam.
Salsa keluar sangat marah dan muka merah , Saat Sadam datang dia langsung mandi mempercantik dirinya, untuk menarik hati Sadam saat dia keluar melihat Sadam bersama wanita yang di lihatnya di hotel.
__ADS_1
" Ehemm Mas ini minuman yang aku kira datang sendiri ternyata sama Dia " Tunjuk Salsa pada Freya.
" Iya aku sama Bunda nya Aksa, Bunda nya Aksa yang ingin kesini karena tidak tega melihat putri menangis tadi, setelah urusan selesai dia minta di antar kesini " Ucap Sadam.
" Ooh begitu, putri sudah tidak apa? kecewa saja karena sekarang papanya sudah tidak perduli lagi sama dia, lebih mementingkan wanita yang belum tentu baik, dari sikapnya saja seperti bocah " sindir Salsa.
" Maksud anda apa ya, menyindir saya , bukanya Anda wanita yang tidak baik mengajari anak,demi kepentingan anda sendiri, harusnya mb yang introspeksi ya, Jagan mencari kejelekan orang lain" Balas Freya pada Salsa.
" Hais , maksud kamu apa? aku memanfaatkan anakku " Teriak Salsa.
" Haha mbk mbk! aku tau kok, wanita seperti mbk pasti menghalalkan segala cara, untung papi gak gampang tergoda, karena papi gak suka sama janda" ucapan Freya membuat Salsa marah dan menampar Freya, tapi bukan Freya kalau tidak bisa melawan.
Freya memelintir tangan Salsa yang ingin menamparnya.
" Mb kira aku wanita lemah ya, Jagan salah, aku akan jadi buas kalau kepunyaan ku di usik orang seperti mbk " Ucapan Freya membuat Sadam Senang.
" Lepas, ABi tolongin aku Bi " Minta Salsa.
" Mintalah pada Bunda nya Aksa, karena kamu yang pertama menghinannya tadi " ucap Sadam.
" Sakit Abi, kamu cewek bar bar lepaskan sakit, aku berteriak supaya orang kesini menghajar kamu " teriak Salsa.
" Nak tolong lepaskan putri ibu, maafkanlah dia nak " permohonan sang ibu membuat Freya melepaskan plintiranya pada Salsa.
" Bu saya dan Bunda Aksa izin pamit pulang, salam buat putri sampai kapanpun saya tidak akan melupakan Putri, iya kan Bun! "
" Iya Bu, saya dan papinya Aksa tidak masalah kalau soal putri mau manggil papa, tapi tidak! dengan anak ibu " sambil menunjuk Salsa.
" BunSay ayao ke hotel kasihan Aksa mencari kita dari kemarin " Sadam pamit dan menggandeng tangan Freya di ajak masuk mobil dan menuju hotel.
" Bun! kamu sangat menakutkan kalau sedang marah seperti tadi, papi ikut ngeri tau gak! " ucap Sadam pada Freya.
" Awas saja papi berani aneh aneh aku plintir " Ancam Freya.
" Takut... " goda Sadam pada Freya.
" Papi beneran mau mencoba, mau minta tangan atau kaki " Freya menunjuk tubuh Sadam.
" Bunda sudah Jagan bercanda, papi lagi fokus nyetir " ucap Sadam.
Mereka sampai hotel sudah di sambut oleh Aksa dan lainya.
__ADS_1
" Loh kok pada nunggu di sini, ada apa " Tanya Freya.
" Fre kita harus pulang, ada berita buruk " ucapan Ana membuat Freya pemasaran.
" Ada apa Ana katakan " Freya khawatir.
" semua pakaian kamu sudah aku bereskan kita langsung pulang, semua sudah di atur Alex " ucap Ana lagi.
" Ada apa nona Ana, jelaskan " bentak Sadam.
" Anu ituu, Rumah Freya kebakaran " Ucapan Ana membuat Freya Shock dan saat Freya mau jatuh, di tangkap oleh Sadam.
" Astaghfirullah " teriak Sadam.
" Semuanya kita Pulang " Sadam langsung membopong Freya ke mobil.
Semua mengikuti Sadam. Sedangkan Alex yang ada di Jakarta sudah mengurus semua tentang rumah Freya.
" Sadam bagaimana rumah Freya" tanya papanya.
" Alhamdulillah Pa barang-barang Freya Aman pa dan pegawai Freya baik-baik Saja "
" Alhamdulillah "ucap mereka.
" Ma pa semuanya setelah ini Kalian pulang, aku akan menemani Freya, ada Alex juga di sana dan Ana " ucap Sadam.
" Oke kasih kabar papa dan butuh bantuan kabari kita "
Freya Sadar dari pingsannya dalam pangkuan Sadam.
" Bun! kamu sudah sadar, tenanglah " Ucap Sadam sambil mengelus kepala Freya penuh sayang, semua yang melihat ikut senang terlebih Ana.
" Pi bagaimana aku bisa tenang, rumah itu adalah peninggalan kedua orang tuaku, semua barang-barang mereka ada di sana " Tangisan Freya.
" Tenanglah semua barang-barang kamu aman sudah di amankan David orang suruhanku dan di bantu Alex cuma maaf rumahmu tidak bisa di selamatkan yang depan, setelah ini kita langsung kesana ya " Ucapan Sadam membuat Freya tenang dan Freya nyaman dalam dekapan Sadam, sampai dia lupa banyak pasang mata melihatnya.
" Unda Acha Au peyuk uga agan papi teyus I peyuk " ucapan Aksa membuat semua tertawa.
"Iya Aksa kamu , Jagan mau kalah ya Sama papi kamu tuh lihat " ucapan Marisa.
Aksa langsung melompat ke pangkuan papinya dan gati dia yang memeluk Bunda nya.
__ADS_1
" Papi Gecel cana, atu au peyuk undaku, angan angis ya unda, becok Acha acih pemen anyak " Ucapan Aksa membuat semua tertawa.