
MOHON MAAF LAMA TIDAK UPDATE.
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
SELAMAT MEMBACA.
Siti yang melihat tatapan Guru Freya penuh selidik dan Siti menangkap, Seperti ada rasa pada pada Guru Freya saat melihat Freya.
Sedangkan jauh di Toko Minuman Sadam melihat istrinya di dekati sudah sangat murka, tapi dia menahan takut istrinya semakin marah padanya.
" Maaf Pak Andre saya permisi ya, Mba Siti ayo pergi " Freya menghindar karena dia melihat Sadam dari jauh tatapan penuh cemburu, bisa-bisa dia melabrak guru nya, ketahuan kalau dia sudah menikah nanti lebih baik dia menghindar.
" Guru nona ganjen juga ya, muridnya saja mau di pdkt, gak tau apa singa nya sudah siap menerkam " ucapan Siti membuat Freya tertawa.
" Oh mbk Siti juga tau ternyata, mangkanya aku ajak pergi, mba tolong temani Aksa ya, aku mau ikut Tuanmu itu yang sudah geram tunjuk Freya.
" Siap Non "
" Nanti minuman kalian biar di bawakan Pandu, kabari kalau guru ganjen itu sudah pergi " pesan Freya pada Siti.
" Pandu..! kalau sudah selesai bawakan sekalian minuman Aksa dan mbk Siti ya, sekalian temani mereka, kalau aku di sana nanti takut ada yang murka dan lepas kendali " Sendirian Freya membuat Sadam gemas pada istrinya.
" Hehe gak lah yank "
" Sadar ternyata Bos kamu Pandu " ucap Freya.
" Saya tinggal dulu Tuan dan Nona saya ke Siti " ucap Pandu.
__ADS_1
" Iya Pandu titip ini ya buat Aksa takut lapar nanti " ucap Freya.
Freya menemani Sadam, Sadam cerita panjang lebar pada istrinya mengenai perusahaan cafe dan hotelnya.
" Sayang kamu mau bulan madu kemana, akan aku siapkan " tanya Sadam.
" Kalau Bukan madunya di ganti liburan apa boleh pi, jadi Aksa masih bisa ikut " ucapan Freya membuat Sadam Sadar kalau istrinya memang belum siap.
" Oke sayang, apapun asalkan kamu bahagia, setelah kamu ujian kan, besok kamu fokus tidak usah memikirkan apapun ya oke " ucap Sadam.
" Masih ya suami aku... atas pengertiannya dan sekarang aku lega tidak terbebani lagi takut dosa! " ucap Freya.
" Iya istriku tercinta, asal kamu bahagia aku selalu pengertian, tapi itu susah kalau kamu dekat cowok rasanya susah di kendalikan " ucap Freya.
" Haha belajar papi, aku janji akan menjaga jarak yang namanya pria,tapi....! mereka yang selalu mendekat pi! gimana dong! " Ucapan Freya ada benarnya juga.
" Heem, pokoknya sayang berusaha menjauh saja, mereka juga akan bosen kalau di tolak terus " jawab Sadam.
" Oke dech papi sayang " Goda Freya.
" Pi... Guru aku sudah pergi kata mbk Siti aku kesana ya, Aksa kecarian dari tadi "
Karena Sadam akan menjadi Suami Bodyguard untuk Freya.
"Haiii Kakak Abi, sedang apa di sini, aku kangen banget sama kakak "
" Kakak Baik! kamu bagaimana lama tidak bertemu " jawab Abi.
" Aku baik kak "
" Salam buat ayah ibu ya " ucap Abi Datar.
" Keponakanku lagi mainan di sini ya kak " Tanya Seina.
" Iya"
" Apa boleh aku ketemu kak dengan Aksa " ucap Seina.
Hubungan kedua keluarga tidak baik sejak perceraian antara Sadam dan Helen, karena perselingkuhan Helen dengan sahabat Sadam sendiri, Sadam sempat meragukan Aksa saat itu, tapi papah dan mamah gerak cepat dengan melakukan tes DNA. karena Sadam sempat membenci Aksa.
__ADS_1
" Maaf untuk itu Seina, kakak masih belum bisa "
" Aku paham kak, semua salah mbk Helen, oh ya kak mbk Helen akn datang sebaik nya kakak lebih hati-hati, karena dia bukan mbk Helen yang dulu, cuma itu pesan aku kak aku tidak mau kakak dan Aksa terluka lagi " ucap Seina.
" Iya, kakak sudah tau dek, maafkan kalau kakak melarang kamu bertemu Aksa "
" Iya gak apa kak " jawab Seina lesu.
" Tunggu ini Aksa kalau mau kenalan boleh tapi sebentar saja" ucapan Freya membuat Sadam kaget, dan dia tidak bisa berkutik dengan istri kecilnya itu.
" Terimakasih anda siapa? " Tanya Seina.
" Aksa kenalan, ini auntie Seina sayang ayo ucap salam " Freya mengajarkan Aksa.
" Hallo Auntie, namaku Aksa " Sambil mencium tangan Seina.
" Ganteng banget, kamu sayang , kak boleh peluk Aksa kan? " tanya Seina takut.
" Boleh, peluk saja, asal Aksa nyaman " ucap Freya sebelum Sadam menjawab di dahului Freya.
" Seina dia bundanya Aksa, dia sangat baik dan penyayang " ucap Sadam sangat bangga.
" Iya kakak kelihatan banget, syukurlah Aksa memiliki ibu sambung seperti mbk masih muda tapi ke ibuan, pesan saja hati-hati ya seminggu lagi mbk Helen datang, kemanapun minta di kawal " ucapan Seina penuh peringatan.
" Terimakasih kamu juga baik, kalau mau ketemu Aksa bilang saja, aku percaya kamu orang baik " mereka berpelukan, Seina merasa nyaman dengan Freya. Mereka bertukar nomer telepon.
Setelah semuanya selesai, belanja dll mereka pulang kerumahnya tapi Sadam tidak hentinya bicara, memberikan Freya penjelasan seperti apa Helen.
" Iya papi, aku paham, Jagan ngomel terus seperti mak-mak BERDASTER dong " Ucapan Freya membuat Pandu dan Siti tertawa, Aksa yang tidak tau juga ikut tertawa.
" Diam kaliam...! aku potong gaji kalian " ancam Sadam.
" Papi kenyataan, jagan marahin mereka, kalau papi tidak mau bayar aku yang bayar mereka " Sadam terdiam seribu bahasa.
Haduh Bos sekarang kamu tidak bisa semena-mena punya istri galak sekali tegas cantik, aku rasanya ingin tertawa ternyata benar kata David dan Alex batin Pandu.
" Apa kamu sedang menertawakan aku " Sindir Sadam pada Pandu ya g senyum-senyum.
" Tidak bos Fokus mengemudi, mana berani menertawakan si Bos " jawab Pandu Alasan saja.
__ADS_1
Setelah mereka masuk Aksa yang sekarang sudah pintar tidak perlu drama ka