
Iya ayo " Tanpa sadar Freya diam saja saat Sadam menggenggam tangannya.
" Maaf tadi takut ada mobil lewat jalannya sedikit ramai kalau malam di tempat ini " ucap Sadam.
" Iya terimakasih "
" Pak pesan 2 ya di makan di sini " Sadam mencari tempat duduk untuknya dan Freya, sambil menikmati dinginnya kota malang berdua dengan Freya.
" Silahkan nak, apa kalian sedang berbulan madu, pas dengan cuaca yang dingin kan " Godaan si bapak membuat Freya merah pipinya.
" Masih belum pak, Doakan ya " Ucapan Sadam.
" Apan sich "
" Kan bilang apa adanya Bunda "
" Hais itu hanya untuk Aksa"
" Terus aku manggilnya apa dong, kata Aksa aku di suruh panggil Bunda, dan kamu panggil aku papi " Ucapan Sadam mendapatkan cubitan yang sangat menyakitkan.
Mereka asik sambil menyuap makanan di depannya, Sadam terus mengeluarkan jurus menggombal yang dipelajarinya dari Alex, karena bocil paling suka mendengar gombalan.
Saat mereka asik Ada yang memanggil.
" Tuan Sadam "
" Abi sedang berlibur tidak mampir ke rumah saya Rea pasti senang, kalau tau kamu datang ke sini " ucapan Wanita di depan membuat Sadam kaget.
" Maaf aku tidak mampir, karena banyak keperluan , apalagi sudah malam " sambil melirik Freya yang mulai kedinginan.
" Ooh iya, bisa tidur di rumah saya, terbuka untuk anda dan keluarga, ini pasti adik Kamu kan Abi, karena kalian sangat mirip, kamu pasti Alesa kan, perkenalkan aku Salsa teman dekat Abi waktu kuliah " Sambil menjulurkan tangannya pada Salsa.
" Heem iya " Sambil membalas uluran tangan Salsa.
" Ikut saja sana " Usir Freya.
" Maaf ya Salsa aku harus balik ke hotel, salam saja buat Rea.
" Oke Abi "
Salsa sangat senang, Abi, pasti lama disini aku harus memberitahukan pada Rea tentang ini.
" Freya dia memang begitu, Sifat Salsa, apalagi sejak suaminya meninggal, mereka berdua teman aku dulu waktu kuliah " Sadam berusaha menjelaskan.
" Itu bukan urusanku mau dia siapa, mau janda atau apa bukan urusanku" Terlihat kesal wajah Freya.
__ADS_1
" Bunda... tunggu " Goda Sadam pada Freya, hatinya nyes di panggil Bunda lagi.
" Aku mau ketemu pangeran Tampanku aku sangat merindukannya" Ucap Freya sambil berjalan tergesa-gesa menuju hotel.
" Gak rindu juga sama papi, papi rindu tau, sampai nyusul kesini " godaan Sadam pada Freya dan terus mengimbangi langkah kaki Freya yang terburu-buru.
" Kamu tidak membelikan sesuatu Buat tante Sari besok pagi mereka pulang kan! " Ucapan Sadam membuat Freya langsung berhenti mendadak, dan otomatis Sadam menubruknya.
" Aduh sakit tau "
" Kamu yang mengerem mendadak, ya pasti menubruk dong, gpp yang nabrak Duren kan! " goda Sadam.
" Heem di mana beli oleh-oleh nya, aku mau kesana?" ucap Freya pada Sadam.
" Sebentar " Ternyata Sadam meminta supir hotel untuk mengantar mereka berdua ketempat Grosir oleh-oleh.
" Ayo ikut aku, pasti kamu Suka " Sadam menggandeng tangan Freya, dan ternyata ada yang memfoto mereka yang tidak sadar memakai pakaian yang mirip.
Setelah mereka menaiki mobil,dan menuju tempat di mana lokasinya berada.
" Pak nanti di tinggal saja, kalau sudah selesai saya hubungi" Ucap Sadam.
" Eeh gak usah kasihan bolak-balik, ini buat bapak tunggu di tempat makan saja ya, siapa tau nanti kita butuh bantuan bapak " Menyerahkan dia lembar uang merah pada supir hotel "
" Terimakasih Nona saya tunggu di sana " Dalam hati sang bapak, rejeki nomplok ini baik banget istri Tuan Sadam sudah cantik lagi.
" Ais lebay dech "
" Ayo masuk, oleh-oleh sudah menunggu loh " Sebelum Freya mengomel lagi.
" Nak Abi, kok ada di sini " Tanya seorang ibu pada Sadam dan Sadam Salim, menghormati orang tua di depannya.
" Ibu sedang beli oleh-oleh juga, sama siapa!" Tanya Sadam.
" Sendiri nak, kamu sama siapa, kenapa tidak mampir kerumah "
" Maaf Bu, tidak sempat bawa keluarga kesini " ucap Sadam.
" Bun... Bunda " Panggil Sadam pada Freya.
Sama siapasih, malah panggil aku bunda segala malu banget aku batin Freya.
" Bunda sini dong sebentar " Panggil Sadam lagi, terpaksa Freya mendekat pada ibu di depannya.
" Ya ada apa" karena tidak mau mempermalukan Sadam.
__ADS_1
" Kenalkan Bu, ini Bundanya Aksa, dan ini Ibunya Salsa " Ucapan Sadam membuat Freya kaget, Freya merasa senang saat Di depan ibunya Salsa memperkenalkan sebagai Bundanya Aksa.
" Ooh ini Bundanya Aksa cantik dan masih muda ya " puji ibu di depanya entah tulus atau tidak.
" Pasti sangat cantik luar dalam,penyang dia juga Owner kue di Jakarta " Ucapan Sadam membuat Freya kaget.
" Aminkan Bunda " Sindir Sadam dan Freya mengikuti Sadam bilang Amin.
" Aku belanja dulu keburu malam keburu Aksa bobo " Freya pamit untuk belanja oleh-oleh pada mereka.
" Ya sudah ibu pamit, di tunggu Supir mau ada acara luar kota " Sampai ketemu lagi " Pamit ibunya Salsa.
Setelah ibunya Salsa pergi Sadam ikut Freya pergi berbelanja.
" Bunda! ini pasti enak sahabat kamu doyan makan isinya banyak " Ucap Sadam langsung mengambil beberapa bungkus.
" Ais banyak banget Bagasinya penuh " Ucap Freya.
" Satu toko ini saja muat kok Bun" Jawab Sadam.
" Naik apa emangnya "
" Naik JET , tadi aku kesini, besok mereka pulang naik itu, jadi belilah yang banyak nanti aku bayar ini semua, sekalian semua pegawai kamu juga, pas kita pulang tidak membawa oleh-oleh lagi ".
" Oke aku setuju awas komplain aku belinya banyak banget " ucap Freya.
" Siap Bunda sebanyak apapun papi sanggup bayar Oke " Karena di remehkan Freya tidak Sanggup bayar.
Setelah selesai belanja mereka kembali ke hotel semua belanjaan di bawa ke JET besok kedua orang tua Ana tinggal pulang.
" Bun! kita makan dulu ya, nanti tidak usah makan " Ucap Sadam.
" Aku gak lapar mau ke kamar mb Siti saja kamu makan sendiri " ucap Freya.
" Kamu mau aku di keroyok mereka dan kamu rela Bun! lihatlah mereka semua " Sadam memelas pada Freya, tapi memang benar Freya melihat banyak wanita yang melihat Sadam penuh Damba.
" Iya gak usah tarik-tarik, aku temani makan " Freya terpaksa duduk dengan Sadam yang menunggu makanan pesannya "
" Masih Bunda cantik "
" Buruan Jagan banyak bicara makannya "
" Siap" Sadam dengan lahap memakan semua pesanannya, sedangkan Freya hanya minum saja.
" Kenapa gak mau saja sama, mbk Salsa kan pas sama-sama punya anak " ucapan Freya membuat Sadam marah dan setelah makan langsung berdiri.
__ADS_1
" Kembalilah ke kamarmu, aku juga mau istirahat " dengan nada ketus pada Freya.
Apa aku salah bicara tadi ya, kok seperti marah sekali dia, mulut ku ini menyakitkan sekali sich. batin Freya.