JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 30.Kepergian Freya.


__ADS_3

Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.


Bantu semangati Author ya


Like


Komen


Favorit


Vote


Rate


Semoga mereka mau mengerti penjelasan kita Tuan dan Nona Freya mau membuka hati untuk Tuan " Ucap Alex.


" Oke..! Ikutlah aku mau ke Sonya, menyelesaikan masalah dengan Sonya.


Supaya tidak ada beban lagi nanti saat aku bersama Freya.


Mereka sampai di rumah Sonya dan Sonya sangat bahagia, karena pas Sadam datang , banyak keluarga Sonya sedang berkumpul karena ada acara keluarga.


Apalagi orang tua Sonya sangat bangga putrinya berpacaran dengan Sadam sang penguasa Bisnis.


Orang Tua Sonya yang gila kekuasaannya, bercerita panjang lebar Tentang siapa Sadam calon mantunya.


Sedangkan Sadam Dan Alex susah resah, mau menyangkal tapi tidak enak, kalau di teruskan semakin salah, Apalagi ancaman papa.


Bagaimana ini, aku harus bagaimana kenapa menjadi begini harusnya kau tanya, Sonya dulu tadi, haiss, satu belum selesai ada masalah lain, gila ini huft. batin Sadam.


"Tuan bagaimana ini " Tanya Alex.


" Kita pamit, pulang saja aku gak nyaman dengan keluarga Sonya " Setelah drama pamitan mereka pergi meninggalkan rumah Sonya.


Sadam termenung di dalam mobilnya dia merasa ada yang hilang perasan nya .


Aku bingung sekarang aach semua membuat kepalaku pusing ke Aksa saja .


"Lex ke Aksa saja"


" Siap "


Mereka sampai rumah dan mencari Aksa, Karena Tidak Ada , Lantas ke kamar Aksa, ternyata benar Aksa di kamarnya dan terdengar dia sedang berbicara dengan orang di sebrang telepon.


📞Unda au ergi mana, au ingalin aca ergi.


📞Tidak sayang bunda hanya ada keperluan di luar kota Aksa nurut sama oma dan mbk siti ya.


📞Ya Unda.


📞Mb Siti tiap Aksa ya, mungkin seminggu ini HP mati mbk kalau mau main ke rumah main saja, ada bibi di rumah, kalau Aksa mau kue ada Kakak Ana " ucap Freya.


📞 Iya mbk Freya.

__ADS_1


📞Hati-hati


📞Terimakasih mbk Siti.


📞 Dada Sayang Bunda pasti merindukan mu.


📞Aca Uga agan ama ama ya unda.


📞 Siap.


📞 Ada Unda.


📞Assalamualaikum.


📞Waalaikumsalam.


Bunyi telepon di tutup.


"Dia pergi Lex! apa yang harus aku lakukan sekarang Lex! huft! " Sadam mengambil nafas panjang.


" Biarkan saja nona Freya memikirkannya tuan, Jagan di kejar dulu, karena seorang wanita butuh waktu, apalagi nona Freya, menurut nona Freya.. semua yang terjadi di hidupnya tidak mudah tuan!... PR Anda adalah Nona Sonya Tuan yang harus anda bereskan " Alexe mengingatkan Lagi.


" Iya kamu benar Lex "


" Kamu bermalam di sini atau pulang " Tany Sadam pada Asistennya, kadang sering tidur di rumah utama.


" Saya pulang tuan, ada Janji dengan nona Ana "


" Betul Tuan"


" Apa Aku boleh ikut Lex, ada yang ingin aku tanyakan padanya " Ucap Sadam.


"Saya tanya Nona Ana dulu tuan, apakah dia mau bertemu Anda atau tidak"


Alex menghubungi Ana, untuk menanyakan apakah Sadam boleh bertemu, dengan nya Atau tidak, karena Alex menghargai keputusan Ana.


"Maaf Tuan Ana tidak ingin bertemu dengan Anda saat ini, dia belum bisa bertemu dengan Anda " Ucapan Alex membuat Dada Sadam sangat nyeri seperti ini rasanya di tolak.


" Baiklah Lex aku mengerti, temuilah semoga dia mau mengerti tentang ini semua, aku mau mandi dulu " Ucap Sadam.


" Oke Tuan, saya permisi "


" Silahkan "


Setelah kepergian Alex, Sadam menuju kamarnya dan dia sangat gelisah apa yang harus dia lakukan.


Tiga hari kepergian Freya, membuat Sadam seperti orang tidak bersemangat begitu pula dengan Aksa dia pendiam dan tidak banyak bicara, makan pun kurang berselera.


" Aksa Mau pergi dengan Papi ke tempat Bunda makan kue 🍰 " Pertanyaan Papinya membuat Aksa berbinar dan senang.


" Au atu au papi, aca hoye aem Uwe Uwe unda " Sambil berjoget ala Freya.


" Siapa yang mengajari kamu joget begitu sayang "

__ADS_1


"Unda ama Akak "


" Serius Bunda yang mengajari kamu berjoget seperti itu!... "


" Iyus Papi ini ogetnya " Sadam tertawa terbahak-bahak mengundang keluarganya datang. Karena Aksa semakin menjadi-jadi menunjukan gayanya.


Mereka semua ikut tertawa melihat cucu dan keponakan mereka semakin menggoyangkan badan dan pinggulnya.


" Ini Aunti sawer ya " Marisa memberikan Aksa uang seratus ribuan ke tangan Aksa dan Aksa terus bergoyang apalagi Marisa memberikan lagu yang di putar seperti Freya, mb Siti yang memberitahu mereka.


Kamu sudah mengambil hati anakku kedua orang tua serta adik-adikku, Maafkan aku Freya, cepatlah kembali " Sadam menarik Nafas panjang.


" Aksa ayo katanya ke tempat Bunda, ayo panggil mbk Siti bawa perlengkapan ya, Papi tunggu di mobil ya Semua aku pergi dulu ya " Pamit Sadam.


Saat Sadam melangkah, Marisa bernyanyi cukup keras. sambil meniru goyangan Aksa.


"Kalau sudah tiada baru terasa....bahwa... kehadirannya begitu berharga....! Asek asek jos " Semua tertawa mendengar Marisa menyindir sang Abang dengan lagu dan goyangan.


Sedangkan yang di sindir hanya senyum dan tetap melangkah masuk ke mobilnya.


Mereka bertiga menuju rumah Freya Saat di jalan Sadam berhenti ke restorannya memesan banyak makanan saat di sana dan untuk semua pegawai Freya.


Sadam menyuruh salah satu untuk mengirimnya ke rumah Freya.


Sampai juga di kediaman Freya Sadam sangat terkejut ternyata sang Asisten ada di sana dan ikut Ana membuat kue juga.


" Ehem ternyata kamu disini sampai telepon aku di abaikan " Deheman Sadam Membuat Alex kaget dan sungkan.


" Maaf Tuan saya tidak mendengar HP saya di tas, tangan saya sangat kotor " Alasan Alex.


" Di mana Si tampan, aku rindu sama dia " Tanya Ana.


"Tertidur di mobil, masih sama Siti aku ambi dulu di mobil " Segera mengambil Aksa dari mobilnya dan menidurkannya di Sofa ruang Tengah.


Satu jam kemudian ternyata Sadam juga ikut tertidur di sofa, wajahnya seperti orang kurang tidur dan kelelahan.


" Kasihan kamu Bos tiga hari ini tidak bisa tidur dan gelisah "akhirnya Alex menceritakan semua pada Ana, tentang Si bos karena dia kasihan.


" Dasar Duda, mau cari perawan, Perawan takut sama Duda, kabur sekarang huft " Keluh Ana.


Ana merekam suara dengkuran Sadam dan Aksa yang tidur di Sofa dan dia sengaja mengirimkannya pada Freya yang sedang berlibur dengan mama dan papa Ana.


Sedangkan Orang yang menerima Video hanya tersenyum simpul," "Kasihan kamu Aksa, maafkan Bunda ya, Bunda masih ingin sendiri " Ucap Freya sambil melihat Video di hpnya.


Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UPnya setiap Hari. Degan cara:


Like.


Vote


komentar


Terimakasih 🙏💕.

__ADS_1


__ADS_2