
Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.
Bantu semangati Author ya
Like
Komen
Favorit
Vote
Rate
SELAMAT MEMBACA.
Setelah selesai membuat kue Freya menemani mereka duduk di taman di belakang rumah yang teduh karena banyak pohon buah dan bunga.
Dan Mama Sadam ikut duduk di samping Freya.
"Freya Mama mau minta tolong bisa? , kali ini mama sangat berharap hanya kamu yang bisa membantu Abian " Ucap mama setengah terisak.
" Kalau Freya bisa pasti Akan membantu tante! Jagan menangis Tan aku paling tidak bisa melihat seorang ibu menangis! karena Freya juga ikut menangis.
"Mama tidak mau kehilangan Aksa nak, mama sangat menyayangi Aksa, dari bayi mama yang merawatnya dan sekarang wanita itu datang akan mengambil Aksa " ucap Mama sembari mengusap Air matanya.
" Apa yang bisa aku bantu Tan, supaya Aksa tidak di ambil Maminya Aksa! " Freya juga tidak rela kalau Aksa jatuh ke tangan wanita jahat.
" Menikahlah dengan Abi nak " Ucapan Oma Aksa membuat Kaget Freya.
" Apakah kamu mau nak, tolong Terimalah Abian menjadi suamimu " ucapan Oma Aksa membuat Freya sedikit kaget.
" Saya pikirkan dulu ya Tan " Ucapan Freya membuat mama sedikit takut Freya menolak Abi.
" Freya akan ke makam Bunda dan Ayah dulu besok Freya kasih jawaban ke Tante " ucapan Freya membuat Oma Lega, wajah Freya tidak seperti biasanya.
" Oke Tante, paham nak, semoga jawaban kamu membantu tante dan Sadam.
" Amin " Marisa dan Semuanya yang mengaminkan.
" Karena kita tidak mau perempuan itu atau perempuan lain yang menjadi kakak ipar kita atau bunda Aksa " ucap Alesia.
" Iya besok ya jawabannya " ucap Freya.
__ADS_1
" Kali ini aku mendukung mereka Beb, aku percaya Tuan Sadam bisa melindungi kamu dari orang yang berniat jahat pada kamu, saat ini pun mereka masih meng usut kebakaran itu sampai tau siapa dalang di balik kebakaran Rumah kamu " Ucap Ana.
" Aku cuma punya satu orang yang aku curigai pasti dia Ana " ucap Freya.
" Jagan Dulu berasumsi, nanti kamu yang takut sendiri, percayalah di sini aman dari dia, turuti saja apa yang Tuan Sadam Bilang kemanapun kamu pergi harus di kawal " Ucapan Ana menyadarkan Freya.
" Kamu ingat kan kata pak Polisi, masih belum aman tunggu 2 minggu lagi kita ke rumah kamu Oke "
" Berarti jawabannya nunggu dia minggu lagi dong kakak ipar kalau, tidak ke rumah dan ke makan dulu " ucapan Marisa.
" Nunggu tahun depan pas aku lulus SMA gimana? Freya menaik turunkan alisnya menggoda Marisa yang cemberut.
" Ehem harusnya Tuan Sadam yang melamar Freya, membawa cincin dan seserahan pasti diterima sama Freya " Sindir Ana.
" Tuan Sadam bukanya tidak mau, nona Ana dia sangat menghargai nona Freya jadi dia tidak mungkin melamar dadakan, nnati takut di tolak lagi " yang menjawab David.
" Apa jadi Bang Sadam sudah pernah melamar Freya tapi Di tolak.. hahahaha Sadam Abian Ragata di tolak bocil " Marisa dan Alesia tertawa.
" Ada apa sich kalian berisik sekali Aksa baru saja tidur, di ReM tawanya perempuan! " Omel Sadam pada kedua Adiknya.
" Bang ingat gak dulu, abang bilang kalau Abang itu gak bakalan di tolak Wanita manapun, dan Kalau sampai di tolak wanita atau Bocil Abang akan memberikan kita berdua mobil yang paling mahal " Ucapan Kedua Adiknya membuat Sadam garuk-garuk mau bilang tidak Ada saksi mata.
" Heem kalian mau merampok Abang kamu " Ucap Sadam.
" Aku tidak menolak kok, juga tidak menerima jadi kalian juga belum menag " Ucapan Freya yang seolah membelanya membuat Sadam bahagia dan langsung mencium bibir Freya di depan Semuanya.
" Dasar anak nakal, main cium saja, lihatlah betapa malunya Freya " Sambil menjewer Sadam.
" Gimana Beb manis kan bibir Tuan Sadam " goda Ana.
Freya sangking malunya, pergi dari mereka, dan langsung menuju kamar Aksa.
" Sebentar ya aku susul Freya, pasti marah banget " Sambil berlari mengejar Freya.
" Bun! Bunda! .... Maaf ya, aku minta maaf, kelepasan terlalu bahagia tadi di belain sama kamu Sayang " Rayu Sadam pada Freya.
" Heem " jawab Freya.
" Bun! Jagan marah ya, beneran, aku gak tau kalau deket Bunda, seperti Ada magnetnya " ucap Sadam.
" Alasan saja , gombal " ucap Freya.
"Serius aku Bun! " Ucap Sadam lagi.
__ADS_1
" Sudah keluar aku mau tidur sama Aksa " Freya mengusir Sadam.
" Ya, aku di usir, teganya kamu! Bun, Aku juga mau di peyuk Unda cayang" Sadam menirukan Gaya Aksa.
" Hais, buruan atau aku tidak memaafkan kamu " Mendorong Sadam keluar dan Pintu langsung di kunci Freya.
Sadam menuruni anak tangga dan kembali ke ruang tamu menemui semuanya yang sedang ngerumpi.
" Untung di maafkan kalau tidak kalian tau Akibatnya huft " Gerutu Sadam.
" Salah sendiri Tuan Sadam main nyosor saja, untung gak di tendang Freya " Ucapan Ana membuat Alex ngeri membayangkan Bosnya di tendang.
" Kamu kenapa Lex, cengar cengir, kalian sudah dapat belum buktinya " Ucapan Sadam membuat keduanya ingat tujuannya datang untuk melapor.
" Maaf Bos tujuan kami kesini untuk melapor kejadian itu " ucap Alex.
"Ayo ikut aku, ke ruang kerja, Jagan di sini, banyak yang menguping " ucapan Sadam membuat mama geram mengetok kepala Adam dengan buku di meja.
" Maah Sakit, main getok sajaa, Ayo kalian " ucap Sadam
" Siap Bos " ucap keduanya.
Sesampainya di ruang kerja Sadam Alex dan David melibatkan bukti bukti yang mereka dapat dan membuat Sadam sangat marah dan emosi.
" Kalian awasi terus Jagan di serahkan dulu bukti itu, gandakan dan yang asli aku yang simpan "
" Sebaiknya nona Freya Jagan di biarkan sendiri tuaan bahaya " ucap David.
" Aku tau tidak usah kalian ajarai kalau itu " ucap Sadam.
' Iya Tuan" ucap Keduanya.
" Bagaimana prosesnya apa bisa seminggu lagi, aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu".
" Kami usahakan Tuan seminggu lagi , sudah beres " ucap Alex.
" Oke Aku percayakan pada kalian berdua" ucap Sadam
" Kejutan buat Freya, harus berhasil, dan aku tidak mau ada kegagalan, mengerti kalian! " Ucap Sadam Tegas.
"Siap Tuan, kalau begitu kamu akan pergi ketempat lokasi lagi untuk menambah pekerja " ucap David.
" Oke terimakasih "Ucap Sadam.
__ADS_1
" Kenapa kalian melihatku sepeti itu, aku punya calon yang suka bilang seperti itu " Ucapan Sadam membuat keduanya tersenyum.
" Lex, aku sudah menceritakan semua masalaluku pada Freya, aku tidak mau menyimpan sesuatu yang tidak di sukai oleh Freya " ucap Sdam.