JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 44.Lamaran.


__ADS_3

Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.


Bantu semangati Author ya


Like


Komen


Favorit


Vote


Rate


SELAMAT MEMBACA.


"Jagan mancing-mancing sayang , atau kamu mau aku terkam sebelum menikah, supaya kamu tidak melirik, atau di lirik pria lain " Ancaman Sadam membuat Freya mati gaya.


" Awas ya papi Jagan macam- macam " Ancam Freya balik pada Sadam.


" Tenang saja sayang! papi cuma mau satu macam " Terus mendekat ke Freya yang ada di Sofa kamar Aksa.


" Awas ya, stop di situ, Aksa nanti terbangun keganggu kita huss" menempelkan jari telunjuknya


" Mangkanya Bunda Jagan berisik diam saja oke "Sadam sudah memeluk Freya, dan Freya hanya diam karena Aksa menggeliat karena suara ribut antara dia dan Sadam.


Setelah mendapatkan apa yang ia mau Sadam tersenyum.


" Makasih sayang tidak menolak, manis sekali setiap hari aku mau ya " menunjuk bibir merah muda Freya .


"Papi mesum, sudah sana, katanya mau pergi! " Karena Freya sudah tidak kuat menahan malu, dengan senangnya di membalas apa yang Sadam lakukan tadi.


" Oke papi pergi sayang "


" Cup "


"Cup" Mencium Freya dan Aksa, setelah itu dia meninggalkan kamar Aksa dengan Ekspresi bahagia.


" Kalian mau ikut aku atau terus di sini bro dan kakak ipar!! " Ucap Sadam penuh penekanan.


" Waah pintar sekali adik ipar, oke aku ikut kamu " ucap Jerry tertawa.


Seminggu berlalu dan kejutan Sadam sudah siap hanya Freya yang tidak tau rencana Sadam.


" Kalian pada mau kemana sich cantik sekali "


" Ke ulang tahun temanku yang sekarang umurnya genap 18 tahun bentar lagi lulus sekolah " sindir Ana.


Tapi Freya tidak ingat kalau hari ini ulang tahun.

__ADS_1


" Bersiaplah, aku sudah membelikan kamu baju ini di pakai dan tidak boleh protes " ucap Ana.


Setelah satu jam Freya sudah siap dengan penampilan yang sangat cantik dan memukau siapapun yang melihat pasti suka.


" Ana ini kan arah rumah, kenapa kesini, katanya tidak aman kok ke rumah, atau sudah aman" tanya Freya pada Ana.


" Emang arah kesini hanya ke rumahmu saja Freya...! , banyak tempat yang juga lewat kesini " alibi Ana.


" Freya lihatlah ini, bagus tidak baju ini kalau kita beli samaan " Ana mengalihkan fokus Freya supaya tidak melihat sekeliling.


" Berhasil rencana Freya dan Alex Freya tidak menyadari kalau sudah sampai tempatnya ya g Ana tuju.


Saat Turun Freya sangat kaget dan tercengang melihat Toko kue sangat besar dengan nama FAS Bakery Famili.


Freya juga melihat rumah mewah dan rumah lama juga di bangun persis bangunan sebelum kebakaran tapi lebih mewah dan pelataran di buat parkiran.


Dapur pembuatan kue juga sangat luas rapi dan peralatan lebih banyak.


Freya bertanya-tanya dalam hati apa Papi ya, siapa lagi kalau kak Jerry tidak mungkin baru datang.


Saat Freya kebingungan tanpa dia Sadari sudah ada banyak orang di belakangnya.


Happy birthday Freya


Happy birthday


Happy birthday


Happy birthday


Happy birthday Freya


Saat mereka mengucapkan itu, Freya mencari seseorang, tapi tidak kunjung datang.


" Freya ayo masuk lihat rumah kamu yang sudah di renovasi dan bangunan baru ini " kata Ana.


" Unda aan iup lilinnya "


" Setelah ini sayang nya kakak Ana sabar ya" Ana membisikan sesuatu pada Aksa dan Aksa sangat Senang.


" Ayo unda ita masuk " Aksa menggandeng tangan sang Bunda.


Saat mereka masuk ke rumah Freya rumah itu gelap sekali "


Satu menit kemudian lampu menyala dan di depan Freya berdiri lelaki 5 tampan gagah dengan senyum merekah mereka.


" Selamat ulang Tahun " teriak Mereka, saat Jerry di ajak pergi Sadam , Sadam menceritakan semuanya yang terjadi pada Freya dengan Senang hati Jerry membantu Sadam mewujudkan keinginan Freya mempunyai toko kue dan karena rumah Freya kebakaran jadi sekalian di bangun yang baru.


" Selamat ulang tahun Adik kakak yang cantik.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun nona yang ke 18 tahun " ucap mereka dengan mengejek Sadam.


" Diamlah kalian"Giliran Sadam yang akan mengucapkan.


" Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, semua cita-cita kamu tercapai dan Menjadi istri dan Bunda yang baik untuk Aksa " Semua kaget ucapan Sadam.


Sedangkan Freya menangis bukan sedih tapi bahagia sangat bahagia, dia sudah yakin Sadam adalah pria terbaik dan jodoh terbaik, Sadam mewujudkan impiannya memiliki toko Roti dan rumah yang hancur pun sudah kembali lagi.


Sadam Lalu berlutut di depan Freya.


" Freya Aurora Saquina..! "


" Will you marry me.... "


Freya mematung antara senang dan kaget dunia seakan terhenti berputar, dia tidak menyangka mendapat kejutan di saat hari ulang tahunnya yang ke 18 tahun, yang dia sendiri sudah lupa dan di jadikan istri oleh Sadam.


Freya menatap Sadam dengan tatapan tajam dan membunuh, sedangkan Sadam sudah ketakutan setengah mati, karena Freya minta waktu sekarang dia melamar Freya demi menuruti keluarga dan sahabat nya. Dan Sadam pasrah dengan semua keputusan Freya.


" Yes I Will, Tuan Sadam Abian Ragata" Jawaban Freya membuat Sadam Berteriak sambil mengepalkan tangannya sangat bahagia.


Lalu Sadam berdiri dan menyematkan cincin di jari manis Freya.


Langsung memeluk Freya dan menyerahkan buket yang di bawanya.


" Makasih Sayang I love Freya " Bisik Sadam pada Freya.


" Waah selamat akhirnya anak mama tidak jadi duda Abadi dan selamat datang di keluarga kita sayang " Oma Aksa memeluk dan menangis mengingat kedua orang tua Freya.


" Selamat kakak ipar dan abang " ucap Marisa.


" Selamat sahabat ku " Ana memeluk Freya.


Setelah itu baru semuanya dan semua pegawai Freya juga datang karena hari ini adalah hari pembukaan toko kue Freya.


"Sayang maaf ya aku menambah nama di belakang nama toko kue kamu " ucap Sadam.


" FAS bakery Famili, Freya Aksa Sadam Famili " ucapan Sadam membuat semua kaget kenapa bisa pas.


" Wah keren seperti Skenario Tuhan ya " ucap Mama.


Mereka bersiap-siap ikut membantu pembukaan kue Freya.


" Terimakasih sudah mewujudkan impianku dan merenovasi rumah dan semuanya ini " Freya sudah tidak bisa membendung air matanya lagi " Sadam merengkuh dan menenangkan Freya.


" Semua yang aku lakukan hanya ingin melihat Bunda bahagia dan itu adalah janjiku pada kedua orang tuamu sayang.


" Mulai hari ini rumah yang kamu tempati adalah rumah kita, rumah di sini hanya rumah singgah mereka semua pegawai kamu yang akan menempatinya " Freya hanya mengangguk.


" Terimakasih "

__ADS_1


" Iya sayang ayo kita keluar melihat berapa ramainya toko kue kamu, semua teman mama papa dan tante sudah di undang untuk datang khusus hari ini gratis papa yang memborong semua kue, sebagai perayaan pertunangan kita " ucapan Sadam membuat Freya sangat malu dan tersipu.


__ADS_2