
" Nurut atau aku tolak! " Ancaman Freya membuat Sadam terdiam.
" Oke aku tinggal di rumah utama, tapi telepon boleh kan" rayu Sadam.
" Sudahlah papi nurut saja, Jagan buat aku pusing! maaf semua aku tinggal ke kamar, Ana ikut Aku ya! Semua diam dengan ucapan Freya ana mengikuti Freya.
Mereka semuanya pulang kerumah masing-masing Sadam ikut dengan orang tuanya Seminggu lagi mereka menikah.
Sesampainya di kamar.
" Freya beri aku satu alasan tentang kejadian tadi tanpa ada kebohongan oke" ucap Ana.
" Maksa banget sich kamu Ana pastinya aku tidak berbohong untung saja kalian datang kalau tidak, mungin tadi aku sudah menyicil malam pertama aku " ucap Freya sambil tersipu malu.
" Sejak kapan kamu mesum begitu, ganas aku melihatnya tadi, ooh aku kira sudah sampai tahap itu" ucap Ana kepo.
" Belum yang bawah masih segel, aku memutuskan mau menikah aku gak mau nambah dosa, benar kata Bunda dan ayah bikin nagih....! " Freya mendapat toyoran dari Ana.
" Sakit tau Ana! emang beneran sudah mau sama Alex atau David keduanya masih pada jomblo asal Jagan pandu sudah di icar mbk Siti " goda Freya membuat Ana tersipu.
" Iich Freya tau aja dech, masih belum tau, yang mereka mau aku inginnya dapat duda seperti kamu tajir melintir. " ucap Ana.
" Aku juga gak tau setelah memutuskan mau menikah seperti tidak ada beban lagu dalam pikiranku " ucap Freya.
" Alhamdulillah lah Freya, aku ikut senang, aku percaya tuan Sadam bisa membuat kamu bahagia,apalagi seluruh keluarganya sangat menyayangi kamu, itu yang membuat aku ikut senang " cerita Ana.
" Freya Jagan lupa kabarin mama, ketemu di toko saja mama pasti senang makan kue atau kesini saja gpp " ucap Ana.
" Iya pasti" Setelah ini.
Setelah mereka selesai bercerita panjang lebar baru Ana keluar dari kamar Freya.
Apa ya isinya belum sempat kebuka kata Papi Sadam biarkan dulu , nurut saja dari pada kena hukuman nanti ucap Freya.
Besok saja ke toko lagi PW ini.
Di rumah utama Sadam
" Abi ayo keruang kerja papa ada yang papa mau tanyakan pada kamu"
__ADS_1
"Iya Pah"
Mereka menuju keruang keja papa.
" Abi apa yang kamu dapatkan adalah akurat dan terpercaya aku takut ada kesalahan dan mengenai keluarga Freya dan Surat yang kamu ceritakan bagaimana, dan papi ingin Freya juga tau, apapun yang terjadi nak " ucap Papa.
" Suratnya juga masih di sana pa, aku tidak mau kalau Freya membuka dan tanpa ada penjelasan terlebih dulu " Ucap Sadam.
" Hub Freya kita akan kesana, papa akan panggil mama karena mama juga tau semuanya"
" Apa..! mamah tau, terus kenapa bagus seperti itu dan cubitannya masih terasa " Adu Sadam pada papahnya.
" Kalau gak seperti itu mana Freya percaya, sudahlah yang penting kamu menikah, untung papa memukulmu cuma 2x papa mau lebih dilarang mama kamu " ucapan Papah membuat Sadam melongo.
" Benar benar kalian suami istri..! gak ada akhlak anak sendiri di siksa"
Mereka kembali lagi ke rumah Yang fi tempati Freya dan ternyata mama Ana juga sudah otw kesana saat mendapat kabar kalau Freya mau menikah dia sangat bahagia.
Freya bergegas ke dapur dengan di temani bibi dan mbok dan Ana mereka membuat kue dan cemilan.
Karena mereka suka dengan kue buatan Freya.
Kue yang mereka buat sudah mulai ada yang jadi, seperti biasa Ana sudah mencicipi lebih dulu.
" Bibi dan mbok ikut saja, enak lih kalau baru matang rasanya matul banget! " ucap Ana.
" Waduh sudah matang kuenya aromanya tercium sampai depan, mama juga mau dong" ikut duduk dan mencicipi kuenya.
Tiba-tiba Sadam muncul di belakang mama.
" Sayang buat aku mana? sama papa di luar, aroma sangat mengiurkan, mama curang dan kamu Ana " Sadam ikut mengambil dan memakan.
" Oh sayang aku kesini mau lihat berkas yang kemarin, papa marah aku tinggal, sayang aku tunggu di ruang keluarga ya, takut khilaf lagi kalau ikut kamu masuk kamar nanti Jagan lupa mah papa di beri kue dan minum! setelah berbicara Sadam keluar lagi.
'Bibi tolong buatkan minum dan kue ini tolong bawa ke depan ya" ucap Freya.
" Tidak usah Bibi lanjutkan saja saya saja yang membawanya ke depan " mama mengambil Alih nampan yang di pegang Bibi.
" Terimakasih Nyoya, saya lanjutkan mengadon " Bibi kelanjutan adonan Freya.
__ADS_1
" Ini yang di tunggu papa! Mantu papa memang is the best mama" puji papa.
" Assalamualaikum "Ada salam Dari luar.
" Waalaikumsalam " Jawab dari Dalam.
" Waah kebetulan ini ya, dapat kabar dari Ana kalau Freya sudah mau menikah, langsung kesini " kata mama Sari.
" Alhamdulillah mbk Seminggu lagi mereka akan menikah " ucap Mama.
" Alhamdulillah jeng, Freya mendapatkan pengganti keluarga yang sangat baik dan menyayangi Freya "ucap Mama Sari.
" Silahkan ayo duduk" Kedua orang tua Ana pun ikut bergabung.
" Ana Ayo ikut ke depan temani aku takut akan ada badai lagi "
" Ada apa si beb kok kamu tegang seperti itu " tanya Ana.
" Nanti juga tau kok kamu, Bawa minum aku lihat papa dan mama kamu juga sudah datang, tuh kuenya yang itu juga bawa ke depan " ucap Freya.
" Siap Nyonya Sadam Abian Ragata" "Ana menggoda Freya.
" Sini sayang ayo duduk " ucap Mamah.
" Tante aku tadi di minta tolong Sama Freya, katanya Akad nya minta di dini, di taman belakang saja, Aut door saja " Ucapan Ana membuat semua terharu, sudah tau Sadam kaya raya masa Akad minta di sana.
" Kamu yakin sayang, uang Abi mau di buat apa kalau gak di pakai " Ucap mamah.
" Mah sudahlah ikuti saja menantumu, minta saja maskawin yang banyak supaya uang calon suami kamu berkurang " goda papa.
" Apapun akan aku berikan tenang saja sayang, oke aku setuju tapi izinkan papai yang mengerjakan yang oke, Maksudnya kedua asisten papi " Ralat Sadam.
"Makasih ya papi dan semuanya, karena aku belum lulus sekolah, kalau mamah dan papa mau bikin acara yang besar tunggu Freya lulus " Ucapan Freya membuat mamah sangat bahagia"
" Makasih ya sayang , mama sayang banget sama kamu" ucap mama sambil memeluk mantunya membuat Sadam Iri dan cemberut.
" Ada apa dengan data ini pah, sepertinya sangat penting, aku ingin membuka tapi Papi bilang menunggunya karena harus ada penjelasan dulu supaya tidak ada salah paham.
Apa ya yang di dalam Surat itu
__ADS_1