
MAAF YA LAMA TIDAK UP, SEBISANYA SAYA USAHAKAN UPDATETERUS.
MOHON TERUS BERI DUKUNGAN BUAT AUTHOR YA SEMOGA SELALU BISA UPDATE SETIAP HARI.
TANPA DUKUNGAN KALIAN, TERASA HAMBAR, MENULIS TIDAK SEMANGAT MENULIS.
BANTU JUGA LIKE, KOMENTAR, VOTE DAN RATE. YA Terimaksih.
SELAMAT MEMBACA.
Sadam masih mengoda sang Putra yang menangis karena ulahnya.
Membuat sang istri akhirnya geram, karena ulah suaminya putra tersayang nya sampai menagis sesegukan.
" Cukup.....! mas kasihan Aksa, sini Saayang sama Bunda ya.... cup.. cup " Freya memeluk sang Putra, menaikanya di tempat tidurnya, membuat Sadam iri sama sang Putra.
" Sayang Aksa susah besar, waktunya dia mandiri tidak nempel kamu terus ya " ikut naik ke tempat tidur tidak mau kalah sama putranya.
" Sudah Tua masih aja rebutan apa belum puas semamalaman heemm " Mereka bertiga kaget karena kamarnya di masuki banyak orang.
" Kalian kapan datang, kenapa pada naik kesini semua " ucap Sadam.
" Iyalah..!siapa yang gak naik, melihat ketidakadilan keponakan tersayang aku tidak Terima" jawab Marisa.
" Unda ayo ikut ke kamar Akca aja ya, papi jahat pelit " ucapan Aksa membuat semua tertawa bahagia Sadam kalah dengan cinta pertama Freya.
" Iya sayang pasti, Bunda akan ikut Aksa dan menemani Akas, tapi tidak boleh nangis lagi ya, Bunda sayang Aksa, Bunda Milik Aksa oke " ucapan Freya membuat Aksa tersenyum dan memeluk bunda tersayang nya.
" Gak bisa begitu dong sayang, nanti mas gimana dong " Sadam berusaha mencegah Freya.
" Oke kita tidur bertiga gimana supaya Adil " Ucapan Freya membuat Sadam tersenyum licik.
" Jagan mau sayang, nanti malam pasti Bunda di kuasai Papi kamu " Bisikan dari Marisa si profokasi.
" Awas kamu ya " ancaman Sadam kepada Adiknya yang menghapus sang putra.
Setelah drama selesai mereka makan bersama.
Tampak terlihat dari raut wajah mereka melihat keluarga Sadam dan Freya bahagia, semoga selalu bahagia selamanya menjadi keluarga SAMAWA doa dari mereka semua yang ada di rumah Sadam.
Seminggu berlalu kehidupan Sadam dan Freya penuh kebahagian dan drama kecil antara anak dan ayahnya mencari perhatian sang Bunda.
__ADS_1
Berbeda di tempat lain, ada hati yang terbakar kebencian dan iri hati.
"Kita harus secepatnya bertindak, tidak bisa menunggu lagi, Jagan sampai kita tidak mendapatkan apapun, apa yang kita lakukan semuanya sia-sia"
" Tenanglah aku yakin semuanya Aman dan rapi, mereka tidak akan curiga, karena setahu mereka itu murnikecelakaan"
" Aku tidak mau masuk penjara ya, dan aku tidak mau kehilangan kemewahan yang aku miliki bang" ucap sang Adik.
" Tenanglah semua Aman dek, sekarang tugas kita mencari anaknya , kita lenyapkan juga, supaya tidak ada yang mengambil apa yang kita miliki dek " ucap sang Abang.
" Apa Adik bungsu!? patut kita curigai, karena dia yang begitu dekat waktu masih kecil dulu ucap sang kakak.
" Tapi menurutku, tidak Sandi tidak mungkin Mas, karena kamu tau sendiri kemampuannya di bawah kita" bela sang adik.
" Kita harus hati-hati pasti dari karyawan kita ada mata-mata" sambil menghisap rokoknya.
" Bagaimana kabar keponakanku apa dia sudah menurut atau dia masih bandel "
" Seperti itu harus di paksa dulu baru mau menurut, kadang sampai kesal di buatnya Dek! Leon itu susah di atur " ucap Sang papa.
" Suruh dia bertemu denganku mas, akan aku didik dia, sekalian dengan sepupunya akrab" ucap Sang Adik.
"Kalau begitu aku pamit Mas, ada yang harus aku kerjakan, supaya tidak bocor semua rahasia kita "
" Oke aku percaya pada mu dek segerakan dan aku yakin kamu pasti bisa" Sambil menepuk punggung Sang Adik.
Sebenarnya aku juga akan melenyapkanmu Mas, tapi tidak sekarang karena aku tidak mau,berbagi pada kalian berdua, tapi aku masih membutuhkanmu jadi aku biarkan kamu menghirup udara bebas batin Haikal yang licik.
Setelah kepergian Haikal, Andereas pergi juga ikut pergi, bertemu dengan orang penting.
Di tempat lain Ana Freya dan Aksa sedang jalan jalan di taman tidak ketingalan Siti dan pandu.
Mereka sudah lama tidak menikmati alam bebas, karena di larang oleh Sadam karena takut ada yang mencelakai mereka.
Tapi karena bujukan Freya dengan rayuan mautnya dan sedikit ancaman Sadam tidak bisa berkutik selain mengizinkan, tapi Sadam dan Sandi menempatkan beberapa pengawal bayangan. karena mereka tidak mau kesayangan mereka celaka.
" Woiiih rasanya segar sekali lama sudah tidak menikmati semuanya ini, ibarat burung dalam sangkar " Seru Freya pada sahabatnya.
" Hahaha, tadi pake rayuan apa sampai di izinkan sama Tuan Sadam " Ana penasaran.
" Pakai rayuan maut Dong "
__ADS_1
" Waah sudah pintar sekarang kamu beb"
"Pasti dong An 'kamu yang ajarin aku hahaha" jawab Freya sambil tertawa.
" Heem, aku bisa teorinya saja, prakteknya mah belum " jawaban Ana membuat Freya tertawa terbahak-bahak.
" Lihatlah nona Freya tertawa, sangat bahagia aku ikut senang melihatnya ucap mbk Siti pada Pandu.
" Aku juga,sangat senang".
" Jagan sampai lengah kita jaga Aksa pesan Tuan Sadam" ucap Siti pada Pandu.
" Oke Siap "
Setelah puas bermain, mereka memutuskan langsung ke toko mandi di sana karena di toko juga banyak baju, rumah kedua untuk mereka.
Saat di parkiran tiba-tiba ada yang menghadang mereka untuk di bawa pergi.
" Siapa kalian kenapa menghadang kami " Tanya Ana lantang.
" Diamlah kamu tidak usah ikut campur, kita hanya butuh temanmu dan anaknya, kamu sebaiknya pergi, atau kami akan menyakiti kamu" ucap Salah satu orang.
" Sebelum kamu menyentuh nya hadapi dulu kami..... mengerti!..... " teriak Anaa.
Serentak pengawal bayangan yang di tugaskan menjaga Freya dan Aksa muncul untuk membantu ada yang menyamar menjadi tukang parkir, tukang sapu dan pengunjung.
" Mbk Siti bawa Aksa Masuk dan kunci pintu, Aksa Jagan sampai melihat ya alihkan, lihat yutube atau apa Oke " printah Freya pada Siti.
" Siap Non" jawab Siti.
Freya dan Ana ikut menghajar mereka semua, pengawal Freya dan Pandu tercengang dengan aksi Ana dan Freya mereka tidak menyangka gadi cantik lemah lembut bisa berkelahi selincah itu.
Penculik kalang kabut dan kuwalahan dengan Serangan Freya dan Ana, walau jumlah mereka banyak tapi kalah telak dengan group Freya.
"Tidak usah di kejar pak, biarkan mereka pergi, aku yakin mereka akan datang lagi kalian siapkan saja pasukan kalian untuk menunggu serangan balasan, dan segera info bos kalian Oke" ucap Freya meninggalkan pengawal bayangannya.
" Non Freya keren dan Non Ana aku kagum di buatnya " ucap Pandu.
" Langsung ke toko Pandu " ucap Ana, karena dia melihat Freya , sepertinya ada yang tidak beres.
LANJUT BAB BERIKUTNYA YA.
__ADS_1