
"Bukan itu juga ada lagi Fre, aku saat ketemu Papinya Aksa tadi. kaget kalau dia tau kamu siapa? bahaya "ucap Ana.
" Apaan sich" teriak Fre.
" Dia adalah orang yang kamu buat taruhan di kafe Freya.. ya dia Tuan Sadam Abian Ragata, Aku ingin menjelaskan kamu tidak mau mendengannya ya sudah,Eeh lebih terkejut lagi ternyata dia bapaknya Aksa " Ucapan Ana.
" Heem Akau bingung aku sedang kalut ini Ana, apalagi kalau dia tanya Kak Darma " Waduh bahaya sekali " ucap Fre sambil mondar-mandir.
" Atau memang dia jodoh kamu ya Freya, Duda beranak satu kaya raya ganteng banget meskipun duda " Ucapan Ana membuat Fre melotot.
" Amit amit Ana tidak, tidak aku tidak mau, ya Allah jagan ya Allah Jagan duda " Fre bener-bener bingung sekarang.
" Semua orang mengejarnya, eeh kamu kesempatan besar malah gak mau, kalau dia mau sama aku, Aku mau banget" ucap Ana.
" Buat kamu saja, dekati Aksa, dan kamu juga kenal keluarganya kan " Ucap Fre.
" Mereka maunya kamu Fre yang jadi kakak iparnya, tapi kalian cocok jadi keluarga " ucap Ana sambil melihatkan DP WA Marisa,
Caption Semoga kalian berjodoh.
" Hos ini, tidak benar Ana, aku harus menjauh untuk sementara, menghilang ini, tapi kemana? " Ucap Fre.
" Neng ini kelas tiga Jagan main kabur, gak lulus gak jadi kuliah gimana? " ucap Ana.
" Mereka tidak akan tau kalau itu kamu asal kamu bersikap biasa, yang merekam di kafe itu juga sudah aku suruh hapus dan CCTV juga pas rusak kok masih Aman Freya " Ucapan Ana membuat Fre sedikit lega.
" Karena aku tau siapa dia, aku bertindak cepat " ucap Ana.
" Kamu terbaik Ana, oya kamu tadi di pesta sama siapa Akrab banget aku lihat " ucap Fre.
" Asisten Si papinya Aksa, abisnya aku gak ada teman dia hanya dia dan siti yang nyambung di ajak bicara" ucap Ana.
Mereka tidur karena kecapekan dan juga lelah akibat membuat kue.
Seminggu berlalu Fre dan Ana main kucing kucingan dengan keluarga Aksa.
Saat mereka datang pasti selalu Ana yang menemui Fre bersembunyi.
__ADS_1
Saat berangkat sekolah ada yang mengikuti pasti mereka, juga mengalihkan Penguntit sampai Fre lolos dan semua berkat bantuan bang Asep.
" Fre sampai kapan seperti ini terus, main kucing kucingan lelah tau " ucap Ana.
" Kasihan anak kamu loh kamu hindari terus dan WA mereka tidak kamu buka HP kamu mati terus " ucap Ana.
" Dia bukan anak aku, aku sayang sama dia tapi tidak sama bapaknya juga " ucap Fre.
Hari minggu Fre sengaja bangun siang karena Lagi bermalas-malasan, Ana juga Tidur di rumahnya.
"Maaf Apa benar ini Toko Kue FAS" Tanya Alex pada pegawai Fre.
" Benar tuan! apa mau pesan kue, silahkan duduk biasanya ada kasirnya minggu libur " Ucap Bibi.
" Mau pesan apa saja tuan " Tanya Bibi.
" Yang Enak semua saya beli, bisa kan saya tunggu saya malas harus bolak balik " ucapnya.
Sedangkan di tempat lain saat dia, membaca WA, sangat terkejut karena isi WA nya adalah peringatan.
Hari ini Ana terpaksa berdandan ala mak mak supaya tidak terlihat seperti Anak Sma.
Semoga masih Aman.
" Waah ada tamu penting, ternyata maaf ya mungkin Freya masih tidur hari minggu biasa santai " Ucap Ana pada Alex.
" Iya Nona saya di utus Tuan Abian untuk membeli kue kesukaan Aksa, menghubungi nona Freya tidak bisa saya langsung datang kesini " ucap Alex.
Sebentar saya panggil kan Freya ya, dia yang biasa membuatkan kue untuk Aksa saya hanya bisa menghias" ucap Ana.
" Silahkan " Alex menikmati kue dan secangkir kopi.
Sebelum masuk ke kamar Freya yang ada di belakang, mampir ke tempat pembuatan kue dan menceritakan pada mereka supaya tidak bicara apapun tentang Freya, tau sendiri dekat sama duda seperti hantu buat Freya.
" Astaghfirullah Freya...! "
" Aku Naik mobil kecepatan tinggi lampu merah aku gas eeh kamu enak enakan Freya..! Aurora Saqunia.."marah Ana pada Fre.
__ADS_1
" Apasih datang datang teriak teriak Woi ini bukan di hutan, udah dandanan seperti nyonya " ucap Fre menyindir Ana berdandan dewasa.
" Aku melakukan semua demi sahabat aku yang tidak punya hati dan perasaan HP mati tidak bisa di hubungi aku kalang kabut " Ucap Ana.
" Kamu tau di bawah ada siapa sampai aku berdandan seperti ini dari rumah kesini cuma 15 menit demi apa... " Teriak Ana pada Fre.
" Ada apa Sich Ana..! " Tanya Fre yang sudah mulai curiga.
" Ada Asisten Dudamu itu Beli kue buat Aksa dan tadi calon adik ipar memberi peringatan tapi kamu di WA gak bisa, dia minta tolong sama aku Fre langsung mandi dan segera ganti baju "
" Masyallah dari tadi belum mandi, cepatlah dandannya Aku tunggu di bawah aku bilang saja kamu masih tidur tadi " ucap Ana.
" Siap "
Setelah selesai Fre langsung ke tempat pembuatan kue dan menunggu sampai matang dan nanti Ana bagian menghias.
" Maaf ya kuenya lama, masih menunggu dingin sebentar lagi dan nanti yang hias Ana " Ucap Fre.
" Oke nona tidak masalah yang terpenting pulang membawa kuenya kalau tidak bisa di gantung di pohon toge nanti " Canda Alex. membuat Ana dan Fre ikut tertawa.
" Papinya Aksa galak ya, aku lihat kemarin dan banyak banget yang mengejarnya loh " Pancing Ana mencari info.
" Ya seperti itu, belum ada yang cocok kebanyakan hanya suka kekayaan tuan Sadam saja tidak menyukai Aksa, pernah ada yang dekat sama tuan tapi keluarga tidak suka, karena menurut mereka hanya pura-pura sayang sama Aksa tidak tulus " Ucapan Alex membuat hati Fre berdesir.
" Kok mereka bisa tau kalau tidak tulus " Tanya Ana.
" Mb Siti yang tau kejadianya bukan hanya sekali sering, Yang terahir terekam jadi tuan Sadam baru percaya " Cerita Alex.
" Kasihan ya " ucap Ana.
" Ya, sekecil itu di kurung di kamar mandi, Di cubit, banyak sich yang terahir itu Aksa di paksa makanan pedas karena nakal " Fre geram mendengar cerita itu.
"Tapi aku dengar dia besok kembali ke indo, aku jadi takut tuan akan balikan sama perempuan ular itu semua was was , Nyonya adik tuan Sadam ,perempuan itu pintar sekali Aktingnya mencari celah Tuan Sadam juga mencintai perempuan itu " ucap Alex sedih.
" Tidak bisa di biarkan aku tidak rela kalau Aksa di sakiti seperti itu " Tiba-tiba Fre datang dan marah.
Membuat kedua orang yang bercerita melonggo.
__ADS_1