JEBAKAN OM DUDA

JEBAKAN OM DUDA
Episode 48.Jebakan Om Duda


__ADS_3

Bantu beri saran ya, kalau semisal ada yang tidak di sukai dalam isi cerita atau penulisan kurang bagus banyak Tipo atau kesalahan menulis supaya author bisa memperbaikinya.


Bantu semangati Author ya


Like


Komen


Favorit


Vote


Rate


SELAMAT MEMBACA.


Benelan ini papa cudah puyang, ceneng ini Bunda dak angis agi kayau malam, angis angen papi " Membuat wajah Freya sangat merah menahan malu, berarti pas dia nangis, Aksa belum tidur atau terbangun dari tidurnya.


" Serius sayang Bunda kangen sama papi, waah, ternyata Bunda.. . merindukan papi " Sadam melirik Freya dan tersenyum pada Freya, semua orang ikut tersenyum melihat Freya yang salting.


" Enelan papi, aku Degal cendiri tok , Ini... Hiks hiks papi Awas ya, campai di cana ketemu pelempuan itu di telepon idak isa, mati HPnya Hiks hiks anyak dech, aca upa " Cerita Aksa membuat Freya seperti ingin menghilang dari meja makan tengah menyuapi Aksa.


" Sudah sayang habiskan makannya, makan tidak boleh sambil berbicara, dan satu tangan menggenggam tangan Freya.


Semua terdiam karena ucapan Sadam tatapan nyalang dan tidak berani menggoda Freya.


Makan mereka semua selesai, mereka menuju ruang tamu, dan mengajak Aksa.


Sadam menarik tangan Freya menuju kamarnya untuk mengambil oleh-oleh yang di bawanya.


" Ayo sayang "


" Iya sayang " jawab Freya.


Sadam mengeluarkan semua oleh-oleh yang dibawanya.


" Ini khusus buat calon istri aku yang sedang kangen " Goda Sadam samb menyerahkan satu buah kotak pada Freya .


" Apa ini Sayang "

__ADS_1


" Bukalah pasti tau isinya,Khusus untukmu " Saat di buka kalung sangat indah dengan liontin bermata Biru kesukaan Freya, Freya sangat senang, selama ini dia nolak pemberian Sadam tapi kalo ini dia suka dengan model simple dan unik.


" Kamu menyukainya, sini aku pakaikan "Sadam menyuruh Freya membelakanginya karena mau memakaikan kalung darinya.


" Makasih sayang, aku sangat suka nangis dan sangat indah" Puji Freya pada kalungnya yang baru.


Sadam memesannya pada orang kepercayaan semua keluarganya sudah memilikinya, Aksa berupa cincin.


" Berterimakasih lah yang benar sayang " Sadam menarik Freya dalam dekapannya.


Sadam langsung menyerang Freya, karena dia sangat merindukan calon istrinya itu.


" Sayang Aku mau tanya, kamu sudah periksa semua berkas orang tua kamu belum, siapa tau masih ada keluarga kamu soalnya kamu menikah masih butuh wali loh " ucap Sadam.


" Ada sepertinya satu Map yang belum aku buka sayang " Ucap Freya.


" Ya sudah aku antar ya " Ucap Sadam.


" Antar kemana suratnya ada di sini kok, brankasnya sudah di bawa kesini kemarin pi" Ucap Freya sambil membuka brankas.


" Ya sudah di buka sayang " Sadam mendekati Freya dan memeluk Freya dari belakang seperti sedang menahan sesuatu " Aku akan melakukan sesuatu maafkan aku Freya ucap Sadam.


" Sayang kamu mau apa, Jagan sayang, aku tidak mau, kita belum menikah, Sadam tidak mendengarkan Freya dia membawa Freya keranjang dan mengungkung Freya, Freya tidak berkutik, walau dia jago karate, tapi dia juga menikmati permainan Sadam karena dia juga sangat merindukan Sadam, akal sehat Freya sudah hilang tanpa Sadam Sadam sudah menelusuri leher jenjang Freya dan tangan Nakal Sadam sudah mulai membuka Satu persatu baju Freya. Setelah baju atas Freya selesai Dia membuka Seluruh bajunya hanya meninggalkan Celana boxer nya.


Sadam Sudah bermain Di atas Dua gundukan Freya Freya hanya bisa mengerang dan mendesis.


" Freya tidak menyadari kalau dia hanya tinggal mengunakan segitiga pengaman dia terus terbuai permainan Sadam.


" Achhhh Papi..... " Hanya itu kerancuan Freya.


Akibat kenakalan Sadam padanya, tidak ada penolakan sama sekali.


kenapa papa belum juga datang padahal sudah aku kasih tau lewat wa sudah di baca pula, aku sudah tidak tahan ini, apalagi suara Freya seakan menarik ku untuk melakukan.


Sayang maafkan aku, aku benar tidak kuat tidak melakukan penyatuan ini " Rancau Sadam.


Saat Sadam sudah merangkak ke atas tubuh Freya, dan brak pintu ditendang dari Luar Sadam yang sudah tersulut gairah ikut kaget begitupun Freya.


" Apa yang kalian lakukan.....! " Itu adalah teriakan Sang papa Sadam, sedangkan Freya sudah sangat malu apalagi sudah tanpa baju dalam dekapan Sadam.

__ADS_1


" Jagan nangis sayang aku akan bertanggung jawab oke " Hanya anggukan pasrah dari Freya, karena dia juga sudah terbuai dan menikmati jadi tidak semua salah Sadam.


Papa menampar keras Sadam, dan mama menangis meraung karena ulah Sadam.


" Mama papa semua bukan salah papi Sadam Freya juga salah di sini, Freya mau menerima pernikahan ini mah, tolong mama Jagan menagis maafkan Freya ya ma " ucapan Freya membuat Mama dan papa bahagia dalam hati, karena tidak mau rencananya tercium.


" Kalian segera bersih-bersih hanya 10 menitmenit. .! dengar itu Kami tunggu di ruang keluarga " Ucap Papa tegas ada Sadam.


" Sayang maafkan aku dibutakan oleh nafsu, untung tadi mereka datang kalau tidak, aku..! pasti sudah mengambil apa yang kamu jaga selama ini " ucap Sadam.


" Sudahlah pi semuanya sudah terjadi, semua juga bukan kesalahan papi, aku juga di sini ikut bersalah, papi mandi dulu setelah itu gantian aku " Freya melilitkan selimut di badannya dan mendorong Sadam masuk ke kamar mandi.


Mereka sudah selesai dan mereka ke ruang kerja, Ana melihat sahabatnya penuh tanda tanya, kok bisa berbuat seperti itu.


" Freya! apa ucapanmu benar nak, bahwa kamu mau menikah degan duda tua ini, yang tidak laku, sampai harus menerjang mu tanpa sabar menunggu menikah " sindiran papa buat Sadam.


" Iya aku mau "ucap Freya.


" Alhamdulillah kompak mereka, apalagi Sadam.


" Seminggu lagi kalian akan papi nikahkan, persiapkan diri kalian "ucap Papa.


" Saya minta pernikahan ini hanya kita yang tau dan kedua orang Tua Ana " Semuanya setuju dengan usul Freya.


" Sampai kalian menikah Sadam tinggal di rumah utama, dan mama menyuruh orang mama berjaga di luar supaya kamu tidak bisa masuk" ucap mama Tegas.


" Kita setuju " ucap semuanya.


" Mana bisa seperti itu, aku tidak bisa, sayang bantuin dong, kita mau dipisahkan sama mereka"


" Nurut atau aku tolak! " Ancaman Freya membuat Sadam terdiam.


" Oke aku tinggal di rumah utama, tapi telepon boleh kan" rayu Sadam.


" Sudahlah papi nurut saja, Jagan buat aku pusing! maaf semua aku tinggal ke kamar, Ana ikut Aku ya! Semua diam dengan ucapan Freya ana mengikuti Freya.


Mereka semuanya pulang kerumah masing-masing Sadam ikut dengan orang tuanya Seminggu lagi mereka menikah.


Mohon maaf Up nya bolong bolong, masih tidak enak badan, mohon di maklum

__ADS_1


Selamat Malam.


__ADS_2